Makalah tentang Piutang

Published Januari 4, 2015 by Munika Sulistiawati

Makalah tentang Piutang

BAB I
PENDAHULUAN
Piutang menunjukkan adanya klaim perusahaan kepada pihak (perusahaan) lain dalam bentuk uang, barang, jasa atau dalam bentuk aktiva non kas lainnya yang harus dilakukan penagihan pada tanggal jatuh temponya. Piutang usaha dapat berupa tagihan yang timbul karena penjualan barang dagangan dan jasa atau penjualan aktiva lainnya yang dilakukan secar kredit dan transaksi – transaksi lain.
Piutang yang timbul dari penjualan barang dagangan, jasa atau aktiva lainnya dapat berupa piutang dagang (Account receivable) dan piutang wesel (Notes receivable), sedangkan piutang yang timbul dari transaksi – transaksi lain, misalnya: piutang pajak, piutang pemesanan saham, piutang pemesanan obligasi, pendapatan – pendapatan yang masih harus diterima dan beban – beban dibayar di muka.

BAB II
PIUTANG
1. Definisi Piutang
Piutang dagang merupakan jumlah yang terutang oleh pembeli yang timbul karena penjualan kepadanya barang dagangan atau jasa atau aktiva lainnya yang dilakukan secara kredit. Piutang dagang biasanya berupa suatu tagihan kepada pembeli yang tidak disertai dengan dokumen yang mempunyai kekuatan hokum yang dapt memaksa debitur untuk melakukan pembayaran. Oleh karena itu piutang ini sangatt riskan terhadap kemungkinan tidak terbayar dikarenakan berbagai hal. Oleh karenanya dalam melakukan penjualan secara kredit perusahaan harus yang harus dilakukan antara lain:
1. Character, karakter merupakan sifat dasar atau tabiat dari seseorang yang sangat menentukan pola piker dan pola tindakannya. Karakter pelanggan yang akan melakukan pembelian kredit harus betul – betul dijadikan referensi.
2. Criterion, criteria lebih sebagai ukuran/skala/golongan pelanggan apakah dia termasuk pelanggan tetap atau bukan, apakah dia termasuk pelanggan kecil, menengah atau besar. Termasuk apakah perusahaan pelanggan dalam keadaan sehat atau tidak.
3. Commitment, komitmen menyangkut tanggungjawab seseorang terhadap setiap apa yang telah disepakati, pernah tidaknya seorang pelanggan mengingkari suatu kesepakatan merupakan ukuran penting tingkat komitmen pelanggan yang bersangkutan.
4. Credibility, kredibilitas menunjukkkan tingkat kepercayaan terhadap seseorang. Kepercayaan ini dapat terbentuk dari pengetahuan tentang Capital (modal) dan Capacity (kemampuan) pelanggan untuk memenuhi kewajibannya
5. Credit amount, pemberian kredit kepada seorang pelanggan perlu ditetapkan batas maksimumnya, pemberian kredit kepadanya tidak diperbolehkan melebihi batas maksimumnya yang dihitung dengan memperhatikan keempat karakteristik sebelumnya.

2. Klasifikasi Piutang
Tagihan bisa timbul dari berbagai macam sumber, tetapi jumlah yang terbesar biasanya timbul dari penjualan barang atau jasa. Tagihan-tagihan yang dimiliki perusahaan dapat dibaagi dalam dua kelompok yaitu :
1. Tagihan-tagihan yang tidak didukung dengan janji tertulis disebut piutang.
2. Tagihan-tagihan yang didukung dengan janji tertulis disebut piutang wesel.
Piutang diklasifikasikan lagi dalam beberapa judul sebagai berikut :
– Piutang dagang (usaha)
– Piutang bukan dagang
– Piutang penghasilan.

3. Metode Penghapusan Langsung
Metode penghapusan langsung umumnya di gunakan oleh perusahan yang relative baru berdiri, yang belum mempunyai cukup data-data historis tentang piutang-piutangnya, atau perusahaan yang sebagian kecil saja dari penjualannya yang dilakukan secara kredit. Pada perusahaan-perusahaan besar atau perusahaan yang sebagian besar penjualannya dilakukan secara kredit, yang sudah memiliki data-data historis tentang piutang-piutangnya, penggunaan metode ini dirasa kurang dapat memberikan informasi yang tepat bagi pengguna laporan keuangan.
Penghapusan secara langsung tidak memerlukan dilakukannya estimasi kerugian penghapusan piutang pada setiap akhir periode, pencatatan terhadap piutang yang dihapuskan dilakukan langsung pada saat dinyatakan suatu piutang harus dihapuskan karena suatu hal. Jurnal yang terkait dengan penghapusan piutang menurut metode ini antara lain :
1. Jurnal saat dinyatakan suatu piutang harus dihapuskan :
Kerugian Penghapusan Piutang Rp. XXX,00
Piutang dagang Rp. XXX,00
2. Bila suatu piutang yang telah dihapuskan dinyatakan kembali sebagai piutang yang akan dibayar oleh debiturnya (piutang diketemukan kembali), maka :
a. Bila dinyatakan dapat ditagih kembali pada periode yang sama dengan saat dihapuskannya (sebelum tutup buku), maka jumlahnya adalah :
Piutang dagang Rp XXX,00
Kerugian penghapusan piutang Rp XXX,00
b. Bila dinyatakan dapat ditagih kembali setelah tutup buku, maka jurnalnya adalah :
Piutang dagang Rp XXX,00
Laba dari piutang diketemukan kembali Rp XXX,00

Metode Penghapusan Tidak Langsung
Metode ini lebih sesuai digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar atau yang sebagian besar penjualannya dilakukan secara kredit, yang mempunyai data-data historis tentang piutangnya. Pemakaian metode ini mengharuskan dilakukannya estimasi pada setiap akhir periode akuntansi terhadap kemungkinan piutang-piutang yang tidak dapat ditagih dalam periode akuntansiyang akan datang. Sebesar nilai piutang yang diestimasi tidak dapat ditagih tersebut sudah boleh dianggap sebagai kerugian. Jurnal-jurnal yang terkait dengan penghapusan piutang menurut metode ini antara lain :
1. Jurnal saat dilakukan estimasi adanya piutang yang mungkin tidak dapat ditagih.
Kerugian penghapusan piutang Rp XXX,00
Cadangan penghapusan piutang Rp XXX,00
2. Saat dinyatakan suatu piutang harus dihapuskan karena suatu hal :
Cadangan penghapusan piutang Rp XXX,00
Piutang dagang Rp XXX,00
3. Bila suatu piutang yang telah dihapuskan dinyatakan kembali sebagai piutang yang akan dibayar oleh debiturnya (piutang diketemukan kembali), maka jurnalnya adanya :
Piutang dagang Rp XXX,00
Cadangan penghapusan piutang Rp XXX,00

4. Cadangan Penghapusan Piutang
Perkiraaan cadangan penghapusan piutang merupakan perkiraan tandingan atau perkiraan penilai (contra account or valuation account) perkiraan kontrolnya yaitu perkiraan piutang dagang. Di neraca saldo perkiraan ini dilaporkan sebagai pengurang dari saldo perkiraan piutang dagang, dengan begitu maka piutang dagang dilaporkan dalam neraca menurut nilai historis dan nilai wajarnya.
a. Cadangan penghapusan piutang dinaikkan sampai dengan /hingga sebesar persen tertentu dari saldo piutang.
Menurut teknik estimasi ini perushaan terlebih dulu menetapkan tingkat persentase yang akan digunakan sebagai dasar untuk menentukan besarnya saldo perkiraan cadangan penghapusan piutang. Besarnya persentase ini hanyalah suatu estimasi yang dapat ditentukan begitu saja atau berdasarkan persentase rata-rata penghapusan piutang dari saldo piutang selama periode tertentu. Missal, selama 5 tahun terakhir total penghapusan piutang Rp. 4.500.000,00 dan total saldo piutang selama periode yang sama Rp. 45.000.000,00 maka besarnya estimasi cadangan penghapusan piutang adalah 10 % dari saldo piutang.
b. Cadangan Penghapusan piutang dinaikkan dengan sebesar pesen tertentu dari saldo piutang.
Menurut teknik estimasi ini saldo perkiraan cadangan penghapusan piutang tidak diperhitungkan dalam melakukan estimasi kerugian penghapusan piutang.
c. Cadangan penghapusan piutang dinaikkan sampai dengan/hingga sebesar tertentu berdasarkan analisis umur piutang.
Pada teknik ini besarnya piutang dagang yang diperkirakan tidak dapat ditagih ditentukan secara lebih realistis, sebab tingkat penghapusannya disesuaikan dengan umur kadaluarsa piutang yang bersangkutan dari tanggal jatuh temponya. Semakin lama umur kadaluarsa suatu piutang semakin besar kemungkinan tidak dapat ditagih kembali. Untuk dapat menentukan umur kadaluarsa suatu piutang, maka setiap lembar faktur harus tertera syarat pembayaran yang dgunakan.

5.Piutang Wesel
Piutang wesel atau wesel tagih merupakan tagihan atau piutang yang dinyatakan secara tertulis dalam bentuk surat perintah membayar (wesel) atau surat kesanggupan membayar (promes). Wesel merupakan surat perintah tidak bersyarat yang dibuat oleh kreditur debitur untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu di masa yang akan datang kepada pihak pembuat wesel.
Wesel tagih dapat diklasifikasikan dalam beberapa jenis wesel, yaitu :
1. Berdasarkan masa jatuh temponya, wesel tagih diklasifikasikan dalam dia jenis 1). Wesel tagih jangka pendek, dan 2). Wesel tagih jangka panjang.
2. Berdasarkan ada tidaknya pembebanan bunga, maka wesel tagih diklasifikaskan dalam dua jenis, yaitu 1). Wesel tagih tanpa bunga, dan 2). Wesel tagih berbunga.
3. Berdasarkan bisa tidaknya didiskontikan, wesel tagih diklasifikasikan dalam dua jenis, yaitu: 1). Wesel tagih yang tidak dapat didiskontokan, dan 2). Wesel tagih yang dapat didiskontokan.
Wesel tagih/piutang wesel dapat timbul bersamaan dengan terjadinya penjualan barang/jasa atau mutasi piutang usaha menjadi wesel tagih dengan cara membuat wesel atau diterimanya promes.
Ilustrasi : tanggal 4 April 2009 dijual barang dagangan kepada Tn. KaLnadi seharga Rp. 7.500.000,00 dengan diaskep sebuah wesel 60 harian. Maka jurnal untuk mencatat penjualan tersebut adalah :
Wesel Tagih Rp. 7.500.000,00
Penjualan Rp. 7.500.000,00

BAB III
DAFTAR PUSTAKA

Syafi’I Syakur, Ahmad (2009), Intermediate Accounting, Cetakan pertama, AV Publisher, Jakarta.

Baridwan, Zaki, (2004), Intermediate Accounting, edisi ke delapan, BPFE, Yogyakarta.

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Penjualan barang atau jasa adalah merupakan sumber pendapatan perusahaan. Dalam melaksanakan penjualan kepada para konsumen,perusahaan dapat melakukannya secara tunai atau secara kredit. Sudah barang tentu perusahaan akan lebih menyukai jika transaksi penjualan dapat dilakukan secara tunai, karena perusahaan akan segera menerima kas dan kas tersebut dapat segera digunakan kembali untuk mendatangkan pendapatan selanjutnya. Di pihak lain para konsumen  umumnya lebih menyukai bila perusahaan dapat melakukan penjualan secara kredit, karena pembayaran dapat ditunda. Dalam kenyataannya, penjualan kredit pada kebanyakan menimbulkan adanya piutang atau tagihan. Transaksi kreditpaling sedikit melibatkan dua pihak kreditur, yaitu pihak yang menjualbarang atau jasa dan memperoleh piutang, dan debitur yaitu pihak yang melakukan pembelian dan menjadikan utang.

 

1.2  Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas maka dirumuskanlah beberapa masalah dibawah ini :

1)      Apa yang dimaksud dengan piutang?

2)      Apa saja ruang lingkup manajemen piutang?

3)      Apa saja jenis piutang?

 

1.3  Tujuan Makalah

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah :

1)      Untuk mengetahui pengertian piutang

2)      Untuk mengetahui ruang lingkup manajemen piutang

3)      Untuk mengetahui jenis piutang

 

1.4  Manfaat

1)      Memahami lebih dalam mengenai piutang dan berbagai konsep didalamnya

2)      Mendapatkan panduan dalam pengaplikasian cara pengendalian piutang

3)      Menjadi bahan referensi dalam tulisan yang berkaitan dengan manajemen piutang

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

2.1   Pengertian Piutang

Piutang merupakan salah satu unsur dari aktiva lancar dalam neraca perusahaan yang timbul akibat adanya penjualan barang dan jasa atau pemberian kredit terhadap debitur yang pembayaran pada umumnya diberikan dalam tempo 30 hari (tiga puluh hari) sampai dengan 90 hari     (sembilan puluh hari). Dalam arti luas, piutang merupakan tuntutan terhadap pihak lain yang berupa uang, barang-barang atau jasa-jasa yang dijual secara kredit. Piutang bagi kegunaan akuntansi lebih sempit pengertiannya yaitu untuk menunjukkan tuntutan-tuntutan pada pihak luar perusahaan yang diharapkan akan diselesaikan dengan penerimaan jumlah uang tunai.

Pada umumnya piutang timbul akibat dari transaksi penjualan barang dan jasa perusahaan, dimana pembayaran oleh pihak yang bersangkutan baru akan dilakukan setelah tanggal transaksi jual beli.  Mengingat piutang merupakan harta perusahaan yang sangat likuid maka harus dilakukan prosedur yang wajar dan cara-cara yang memuaskan dengan para debitur sehingga perlu disusun suatu prosedur yang baik demi kemajuan perusahaan.

Piutang  dapat digolongkan dalam dua kategori yaitu piutang usaha dan piutang lain-lain”.

Menurut Soemarso piutang usaha adalah atau penyerahan aktiva atau jasa lain kepada pihak dengan siapa ia berpiutang:“Perusahaan mempunyai hak klaim terhadap seseorang atau perusahaan lain dengan adanya hak klaim ini perusahaan dapat menuntut pembayaran dalam bentuk uang”.

Piutang usaha menunjukkan klaim yang akan dilunasi dengan uang yang tidak didukung dengan janji tertulis yang timbul dari penjualan barang-barang atau jasa-jasa yang dihasilkan perusahaan. Piutang usaha meliputi piutang yang timbul karena penjualan produk atau penyerahan jasa dalam rangka kegiatan usaha normal perusahaan. Piutang usaha adalah tagihan yang tidak didukung dengan janji tertulis yang hanya dilengkapi oleh surat jalan, faktur/tanda terima lainnya yang telah ditandatangani oleh debitur sehingga pernyataan telah menerima barang ada didalam surat-surat tersebut.

Selain itu pengertian piutang yang pada umumnya digolongkan dalam aktiva lancar yang berarti  bahwa tagihan-tagihan pada pihak lain yang nantinya akan diminta pembayarannya dalam jangka waktu yang tidak lama (kurang dari satu tahun) yang biasanya digolongkan dalam piutang jangka pendek.

Piutang usaha jangka pendek dapat dibagi atas dua yaitu:

1)      Piutang usaha/piutang terhadap langganan

Piutang usaha/piutang terhadap langganan dalam perkiraan piutang usaha dicatat sebagai tagihan yang timbul dari penjualan barang atau jasa yang merupakan usaha perusahaan yang normal/kurang dari 1 tahun, disajikan dalam neraca sebagai aktiva lancar, tetapi apabila telah lebih dari jangka waktu 1 tahun maka akan dilaporkan sebagai aktiva tidak lancar. Jadi tagihan kepada langganan yang biasanya disebut piutang dagang adalah tuntutan keuangan terhadap pihak lain baik perorangan maupun organisasi-organisasi atau debitur-debitur lainnya.

2)      Piutang yang akan diterima

Piutang yang akan diterima merupakan kontrak prestasi yang sebenarnya sudah menjadi hak perusahaan, akan tetapi belum/tidak saatnya untuk diterima, piutang ini timbul pada suatu akhir periode dimana sebenarnya tagihan tersebut akan diterima pada periode yang akan datang.

Adapun hal-hal yang termasuk dalam piutang yang akan diterima adalah:

  1. a)      Bunga yang masih harus diterima yang timbul dari aktiva yang dimiliki perusahaan, seperti wesel tagih dan bon.
  2. b)      Piutang sewa yang masih harus diterima yang timbul dari hasil penyewaan, seperti gedung, mobil dan alat-alat besar lainnya.
  3. c)      Pendapatan piutang merupakan pendapatan yang akan diterima sebagai hasil investasi dalam perusahaan.

 

Penggolongan piutang dan umur piutang dapat digolongkan ke dalam 4 jenis, yaitu:

  1. a)      Piutang lancar adalah piutang yang diharapkan tertagihnya dalam 1 tahun atau siklus usaha normal
  2. b)      Piutang tidak lancar adalah tagihan/piutang yang tidak dapat ditagih dalam jangka waktu 1 tahun
  3. c)      Piutang yang dihapuskan adalah suatu tagihan yang tidak dapat ditagih lagi dikarenakan pelanggan mengalami kerugian/bangkrut (tidak tertagih)
  4. d)     Piutang dicadangkan adalah tagihan yang disisihkan sebelumnya untuk menghindari piutang tidak tertagih

 

2.2   Ruang Lingkup Manajemen Piutang

Piutang merupakan aktiva lancar yang diharapkan dapat dikonversi menjadi kas dalam waktu satu tahun atau dalam satu periode akuntansi. Piutang pada umumnya timbul dari hasil usaha pokok perusahaan. Namun selain itu, piutang juga dapat ditimbulkan dari adanya usaha dari luar kegiatan pokok perusahaan.

Warren Reeve dan Fess mengklasifikasikan piutang kedalam tiga kategori yaitu piutang usaha, wesel, tagih, dan piutang lain-lain

sebagai berikut :

  1. Piutang Usaha

Piutang usaha timbul dari penjualan secara kredit agar dapat menjual lebih banyak produk atau jasa kepada pelanggan. Transaksi paling umum yang menciptakan piutang usaha adalah penjualan barang dan jasa secara kredit. Piutang tersebut dicatat dengan mendebit akun piutang usaha. Piutang usaha semacam ini normalnya diperkirakan akan tertagih dalam periode waktu yang relative pendek, seperti 30 atau 60 hari. Piutang usaha diklasifikasikan di neraca sebagai aktiva lancar.

  1. Wesel Tagih

Wesel tagih adalah jumlah yang terutang bagi pelanggan di saat perusahaan telah menerbitkan surat utang formal. Sepanjang wesel tagih diperkirakan akan tertagih dalam setahun. Maka biasanya diklasifikasikan dalam neraca sebagai aktiva lancar. Wesel biasanya digunakan untuk periode kredit lebih dari 60 hari. Wesel bisa digunakan untuk menyelesaikan piutang usaha pelanggan. Bila wesel tagih dan piutang usaha berasal dari transaksi penjualan maka hal itu kadang-kadang disebut piutang dagang

  1. Piutang lain-lain

Piutang lain-lain biasanya disajikan secara terpisah dalam neraca. Jika piutang ini diharapkan akan tertagih dalam satu tahun, maka piutang tersebut diklasifikasikan sebagai aktiva lancar. Jika penagihannya lebih dari satu tahun maka piutang ini diklasifikasikan sebagai aktiva tidak lancar dan dilaporkan dibawah judul investasi. Piutang lain-lain meliputi piutang bunga, piutang pajak, dan piutang dari pejabat atau karyawan perusahaan.

  1. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Piutang Usaha

Menurut Bambang Riyanto, faktor-faktor yang dapat mempengaruhi piutang usaha adalah sebagai berikut:

  1. a)      Volume Penjualan Kredit

Makin besar proporsi penjualan kredit dari total penjualan maka jumlah investasi dalam piutang juga demikian. Artinya, perusahaan harus menyediakan investasi yang lebih besar dalam piutang dan meski berisiko semakin besar, profitabilitasnya juga akan meningkat

  1. b)      Syarat Pembayaran Penjualan Kredit

Syarat pembayaran penjualan kredit dapat bersifat ketat atau lunak. Apabila perusahaan menetapkan syarat pembayaran yang ketat artinya keselamatan kredit lebih diutamakan dari profitabilitasnya. Syarat pembayaran yang ketat antara lain tampak dari batas waktu pembayaran yang pendek atau pembebanan bunga yang berat untuk pembayaran piutang terlambat. Umumnya, syarat pembayaran penjualan kredit dinyatakan dengan term tertentu, misalnya 2/10 net 30. Ini berarti apabila pembayaran dilakukan dalam waktu 10 hari sesudah waktu penyerahan barang, si pembeli akan mendapatkan potongan tunai sebesar 2% dari harga penjualan, dan pembayaran selambat-lambatnya dilakukan dalam waktu 30 hari sesudah waktu penyerahan barang.

  1. c)      Ketentuan Tentang Pembatasan Kredit

Dalam penjualan secara kredit, perusahaan dapat menetapkan batas maksimal bagi kredit yang diberikan kepada para pelanggan. Makin tinggi batas waktu yang diberikan kepada pelanggan, makin besar pula dana yang diinvestasikan kedalam piutang.

  1. d)     Kebijakan dalam Penagihan Piutang

Kebijakan dalam menagih piutang, secara aktif ataupun pasif, dapat dilakukan oleh perusahaan. Perusahaan yang menjalankan kebijakan aktif dalam menagih piutang akan mempunyai pengeluaran dana yang lebih besar untuk membiayai aktivitas ini, namun dapat memperkecil resiko tidak tertagihnya piutang. Perusahaan juga berharap agar pelanggan menyetor pembayaran hutang tepat waktu. Kebijakan ini ditempuh dengan cara:

  1. Memungut secara langsung
  2. Memberi peringatan dengan mengirim surat kepada pelanggan.

 

 

  1. e)      Kebiasaan Pembayaran Pelanggan

Sebagian pelanggan mempunyai kebiasaan membayar dengan menggunakan kesempatan mendapatkan cash discount, sedang sebagian lagi tidak demikian. Setelah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi piutang usaha, alangkah lebih baik perusahaan memperhatikan faktor-faktor tesebut dengan mengelola piutang usaha secara efektif dan efisien.

  1. Manajemen Piutang Usaha

Piutang yang diberikan perusahaan kepada para langganannya diharapkan dapat tertagih tepat pada waktunya, akan tetapi ada kalanya piutang tidak dapat ditagih kembali. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, perusahaan perlu mengelola piutang.

Menurut Ridwan S.Sunjaya pada umumnya manajer keuangan langsung mengawasi piutang usaha melalui keterlibatannya dalam pengelolaan:

  1. a)      Kebijakan kredit

1)      Seleksi dalam pemberian kredit

Seleksi dalam pemberiaan kredit adalah suatu keputusan dimana seseorang/perusahaan akan memberikan kredit kepada pelanggannya dan berapa besar kredit yang akan diberikan.

  • 5-K dalam kredit

Lima dimensi utama yang sering digunakan oleh analis kredit perusahaan untuk menganalisa kemampuan pemohon kredit

yaitu:

* Karakater

Meneliti dan memperhatikan sifat pribadi, cara hidup dan status sosial. Hal ini penting karena berkaitan dengan kemauan untuk membayar.

* Kemampuan

Meneliti kemampuan pimpinan perusahaan beserta stafnya dalam meraih penjualan ataupun pendapatan yang dapat diukur dari penjualan yang dicapai pada masa lalu. Hal ini berkaitan dengan kemampuan untuk membayar.

*  Kapital

Mengukur posisi keuangan secara umum dengan memperhatikan kapital/modal yang dimiliki perusahaan juga perbandingan hutang dan capital.

*  Kolateral

Mengukur besarnya aktiva yang akan diikatkan sebagai kolateral atas kredit.

*  Kondisi

Memperhatikan kondisi perekonomian serta kecenderungan perekonomian yang akan mempengaruhi terhadap jalannya usaha perusahaan.

>  Memperoleh informasi kredit

Jika pelanggan ingin mengetahui persyaratan kredit, biasanya bagian kredit akan memberikan formuilir yang harus diisi tentang keuangan, informasi kredit dan referensi. Melalui permohonan tersebut, perusahaan memperoleh informasi tambahan dari sumber lain. Jika perusahaan sudah pernah memberikan kredit kepada pemohon maka perusahaan mempunyai sejarah dari informasi pembayarannya.

>  Menganalisa informasi kredit

Perusahaan menyusun prosedur khusu untuk digunakan dalam analisa kredit/evaluasi pemohon kredit. Seringkali perusahaan tidak hanya harus menetukan kemampuan kredit dari pelanggan, tetapi juga harus memperkirakan jumlah maksimum kredit yang akan diberikan.

1)      Standar kredit

Standar kredit adalah persyaratan minimum untuk memberikan kredit kepada pelanggan. Hal-hal lain seperti nama baik langganan sehubungan dengan kredit atau pembayaran utang-utang dagangnya baik kepada perusahaan sendiri maupun kepada perusahaan lain, referensi kredit, rata-rata jangka waktu pembayaran utang dagang dan beberapa ratio financial tertentu dari perusahaan langganan akan dapat memberikan suatu dasar penilaian bagi perusahaan sebelum memberikan atau melakuakn penjualan kredit

2)      Persyaratan kredit

Persyaratan kredit adalah syarat pembayaran yang dibutuhkan bagi pelanggan. Misalnya, syarat kredit dinyatakan seperti 2/10 net 30 artinya pembeli menerima potongan sebesar 2% bila pembayaran paling lambat dilakukan dalam waktu 30 hari setelah awal periode kredit. Tetapi jika pelanggan tidak mengambil diskon tunai maka keseluruhan pembayaran harus dilakukan dalam waktu 30 hari setelah awal periode kredit.

  1. b)       Kebijakan penagihan piutang

Kebijakan penagihan piutang adalah sekumpulan prosedur penagihan suatu piutang dagang pada saat jatuh tempo. Perusahaan harus berhati-hati untuk tidak terlalu agresif dalam usaha-usaha mengumpulkan piutang dari para langganannya. Bilamana langganan tidak dapat membayar tepat pada waktunya maka sebaiknya perusahaan menunggu sampai suatu jangka waktu tertentu dianggap wajar sebelum menerapkan prosedur-prosedur pengumpulan piutang. Sejumlah teknik pengumpulan piutang yang biasanya dilakukan oleh perusahaan bilamana langganan atau pembeli belum membayar sampai dengan waktu yang telah ditentukan adalah sebagai berikut:

  1. Melalui surat
  2. Melalui telepon
  3. Melalui kunjungan personal
  4. Tindakan yuridis.

Berdasarkan uraian di atas diharapkan perusahaan dapat meminimumkan jumlah piutang yang tidak tertagih sehingga menuntut perusahaan untuk memiliki manajemen piutang yang baik. Manajemen piutang tersebut diharapkan dapat menetapkan kebijakan-kebijakan yang dapat dijadikan pedoman dalam pengendalian piutang.

  1. Perputaran   Piutang

Piutang yang dimiliki oleh suatu perusahaan mempunyai hubungan yang erat dengan volume penjualan kredit, karena timbulnya piutang disebabkan oleh penjualan barang-barang secara kredit dan hasil dari penjualan secara kredit netto dibagi dengan piutang rata-rata merupakan perputaran piutang.

Nilai dari perputaran piutang tergantung dari syarat pembayaran piutang tersebut. Makin lunak atau makin lama syarat pembayaran yang ditetapkan berarti makin lama modal terikat dalam piutang. Mengenai perputaran piutang.

Pendapat mengenai perputaran piutang menurut Drs. Munawir mengatakan bahwa: “Posisi piutang dan taksiran waktu pengumpulannya dapat dinilai dengan menghitung tingkat perputaran piutang  turn over receivable yaitu, dengan membagi total penjualan kredit neto dengan piutang rata-rata”.

Menurut  Warren Reeve perputaran piutang adalah   “Usaha (account receivable turn over) untuk  mengukur seberapa sering piutang usaha berubah menjadi kas dalam setahun”.

Dari dua pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa perputaran piutang itu ditentukan dua faktor utama, yaitu penjualan kredit dan rata-rata piutang. Rata-rata piutang dapat diperoleh dengan cara menjumlahkan piutang awal periode dengan piutang akhir periode dibagi dua. Adakalanya angka penjualan kredit untuk suatu periode tertentu tidak dapat diperoleh sehingga yang digunakan sebagai penjualan kredit adalah angka total penjualan.

Dari uraian di atas maka perputaran piutang dapat dirumuskan sebagai berikut:

Dari definisi dapat diketahui bahwa rasio perputaran yang tinggi mencerminkan kualitas piutang yang semakin baik. Tinggi rendahnya perputaran piutang tergantung pada besar kecilnya modal yang diinvestasikan dalam piutang. Makin cepat perputaran piutang berarti semakin cepat modal kembali. Tingkat perputaran piutang suatu perusahaan dapat menggambarkan tingkat efisiensi modal perusahaan yang ditanamkan dalam piutang, sehingga makin tinggi perputaran piutang berarti makin efisien modal yang digunakan.

Selain perputaran piutang yang digunakan sebagai indikator terhadap efisien atau tidaknya piutang, ada indikator lain yang cukup penting yaitu jika waktu rata-rata pengumpulan piutang (average collection periode). “Jangka waktu pengumpulan piutang adalah angka yang menunjukkan waktu rata-rata yang diperlukan untuk menagih piutang.”

Perumusan dari uraian di atas adalah sebagai berikut:

Jumlah hari penjualan dalam piutang memberi tolak ukur mengenai lamanya waktu piutang dagang yang beredar. Semakin besar rasio umur piutang, semakin besar kemungkinan rasio tidak tertagihnya piutang.

Perubahan rasio antara penjualan kredit dan rata-rata piutang disebabkan oleh banyak hal. Munawir mengemukakan bahwa faktor-faktor penyebabnya adalah sebagai berikut:

  1. Turunnya penjualan dan naiknya piutang
  2. Turunnya piutang dan diikuti turunnya penjualan dalam jumlah yang lebih  besar
  3. Naiknya penjualan diikuti naiknya piutang dalam jumlah yang lebih besar
  4. Turunnya penjualan dengan piutang yang tetap
  5. Naiknya piutang sedangkan penjualan tidak berubah.

Terlepas dari hal-hal tersebut diatas, dalam piutang, resiko kerugian akibat piutang yang tidak dapat diterima pembayarannya selalu ada.   Ada dua metode penyisihan piutang yaitu :

  1. a)      Metode penghapusan langsung

Dalam metode ini kerugian piutang yang tidak bisa ditagih, dicatat langsung pada periode saat terjadinya penghapusan piutang dengan perkiraan debet “beban penghapusan piutang” dan kredit perkiraan      ”piutang dagang”.

  1. b)      Metode Penyisihan/cadangan.

Ada metode ini, setiap akhir periode dilakukan penaksiran terhadap piutang yang dimiliki perusahaan, sehingga diperoleh taksiran dari piutang yang disangsikan dapat diterima pembayarannya. Taksiran ini dicatat pada perkiraan debet “beban piutang“ dan kredit pada perkiraan “penyisihan piutang“.

Jumlah taksiran kerugian piutang dapat ditetapkan atas dasar :

1)      Atas dasar jumlah penjualan

Piutang terjadi karana akibat dari penjualan kredit maka taksiran menhunakan jumlah penjualan selama periode bersangkutan. Yaitu dengan membandingkan kerugian piutang yang sebenarnya terjadi  dengan total pejualan kemudian dilakukan perubahan-perubahan atas kemungkinan yang akan datang. Biasanya dalam  bentuk persentase.

2)      Atas dasar saldo piutang

Jumlah ini dihitung dengan cara mengalikan suatu persentase tertentu dengan saldo piutang pada akhir periode. Dengan demikian yang dijadikan dasar adalah jumlah piutang dagang yang dimiliki perusahaan pada akhir periode.

3)      Atas dasar analisis usia piutang

Penerapan metode ini pada dasarnya sama dengan penentuan taksiran kerugian piutang atas dasar saldo piutang, metode ini dikelompokan menjadi kelompok piutang yang belum jatuh tempo, dan kelompok yang telah jatuh tempo. Sedangkan kelompok yang telah jatuh tempo dikelompokkan atas dasar lamanya jatuh tempo.  Lamanya tunggakan, dihitung dari tanggal jatuh tempo piutang sampai  tanggal 31 Desember.

  1. Resiko Kerugian Piutang

Setiap usaha yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan akan mengandung resiko yang tidak dapat dihindari. Dalam hal ini resiko hanya bisa dikendalikan agar berada dalam batas yang wajar. Resiko yang timbul karena transaksi penjualan secara kredit disebut resiko kerugian piutang.

Menurut S.Munawir berpendapat bahwa : Semakin besar suatu perusahaan semakin besar pula resiko kemungkinan tidak tertagihnya piutang. Dan kalau perusahaan tidak membuat cadangan terhadap kemungkinan kerugian yang timbul karena tidak tertagihnya piutang berarti perusahaan telah memperhitungkan labanya terlalu besar.

Resiko kerugian piutang terdiri dari beberapa macam yaitu :

  1. a)      Resiko tidak dibayarnya seluruh tagihan (Piutang)

Resiko ini terjadi jika jumlah piutang tidak dapat direalisasikan sama sekali. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya karena seleksi yang kurang baik dalam memilih langganan sehingga perusahaan memberikan kredit kepada langganan yang tidak potensial dalam membayar tagihan, juga dapat terjadi adanya stabilitas ekonomi dan kondisi negara yang tidak menentu sehingga piutang tidak dapat dikembalikan.

  1. b)      Resiko tidak dibayarnya sebagian piutang

Hal ini akan mengurangi pendapatan perusahaan, bahkan bisa menimbulkan kerugian bila jumlah piutang yang diterima kurang dari harga pokok barang yang dijual secara kredit.

  1. c)      Resiko keterlambatan pelunasan piutang

Hal ini akan menimbulkan adanya tambahan dana atau untuk biaya penagihan. Tambahan dana ini akan menimbulkan biaya yang lebih besar apabila harus dibelanjai oleh pinjaman.

  1. d)     Resiko tidak tertanamnya modal dalam piutang

Resiko ini terjadi karena adanya tingkat perputaran piutang yang rendah sehingga akan mengakibatkan jumlah modal kerja yang tertanam dalam piutang semkin besar dan hal ini bisa mengakibatkan adanya modal kerja yang tidak produktif.

2.3  Jenis Piutang

  1. Piutang Dagang  adalah jumlah yang terutang oleh pelanggan untuk barang dan jasa yang telah diberikan sebagai bagian dari operasi bisnis normal. Piutang dagang biasanya yang paling signifikan yang dimiliki perusahaan. Piutang dagang dapat digolongkan sebagai berikut :
  2. Piutang Usaha merupakan jumlah yang dibayarkan oleh pelanggan atas penjualan barang dan jasa dalam kegiatan usaha normal. Waktu pembayaran piutang usaha pada umumnya antara 30-60 hari. Pemberian kredit ini dilakukan dengan perjanjian informal antara penjual dan pembeli yang didukung oleh dokumen-dokumen perusahaan, seperti faktur pesanan penjualan dan kontrak penyerahan. Biasanya piutang dagang dikenakan biaya, walaupun ada kemungkinan bunga ataupun beban ditambahkan jika pembayaran tidak dilakukan dalam satu periode yang telah ditentukan yaitu periode dimana debitur wajib melunasi hutangnya, b. Wesel Tagih (Notes Receivable)  adalah janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu di masa depan. Wesel tagih dapat berasal dari penjualan, pembiayaan ataupun transaksi lainnya. Tetapi wesel tagih kebanyakan berasal dari transaksi peminjaman uang yaitu dengan diberikannya trade receivable dengan disertai wesel. Wesel tagih bisa bersifat jangka panjang.
  3.  Piutang Non Dagang  adalah semua piutang yang timbul dari transaksi-transaksi yang secara tidak langsung berhubungan dengan penjualan barang atau penyerahan jasa yang dilakukan oleh perusahaan, termasuk diantaranya :
  4. Piutang yang timbul dari transaksi pinjaman, seperti piutang kepada perusahaan afiliasi, piutang karyawan,
  5. Piutang kepada perusahaan asuransi, atas kerugian-kerugian yang dipertanggungjawabkan.
  6. Piutang pajak yang disetor.

d.Piutang yang timbul dari pesanan atas penjualan atau penerbitan surat-surat berharga atau sekuritas seperti piutang saham, piutang pemesa surat utang obligasi.

  1. Piutang yang timbul dan merupakan fungsi waktu dan piutang pendapatan seperti piutang bunga, sewa, dividen, royalitas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1  KESIMPULAN

Piutang adalah tagihan kepada pihak lain dimasa yang akan datang karena terjadinya transaksi dimasa lalu.  Piutang,  salah satu jenis transaksi akutansi yang mengurusi penagihan konsumen yang berhutang pada seseorang, suatu perusahaan, atau suatu organisasi untuk barang dan layanan yang telah diberikan pada konsumen tersebut. Kebijaksanaan kredit (standar kredit/kualitas rekening yang diterima, jangka waktu/periode kredit yang diberikan, discount/potongan tunai yang diberikan untuk pembayaran yang lebih awal.

Piutang usaha jangka pendek dapat dibagi atas dua yaitu:

  1. a)      Piutang usaha/piutang terhadap langganan
  2. b)      Piutang yang akan diterima

faktor-faktor yang dapat mempengaruhi piutang usaha adalah sebagai berikut:

  1. a)      Volume Penjualan Kredit
  2. b)      Syarat Pembayaran Penjualan Kredit
  3. c)      Ketentuan Tentang Pembatasan Kredit
  4. d)     Kebijakan dalam Penagihan Piutang
  5. e)      Kebiasaan Pembayaran Pelanggan

 

Resiko kerugian piutang terdiri dari beberapa macam

yaitu :

  1. Resiko tidak dibayarnya seluruh tagihan (Piutang)
  2. Resiko tidak dibayarnya sebagian piutang
  3. Resiko keterlambatan pelunasan piutang
  4. Resiko tidak tertanamnya modal dalam piutang

 

 

 

 

 

3.2  Saran

Adapun saran yang ingin penulis sampaikan adalah keinginan penulis atas partisipasi pembaca, agar sekiranya mau memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kemajuan penulisan makalah ini. Kami sadar bahwa penulis adalah manusia yang pasti nya mmiliki kesalahan. Oleh karena itu, dengan adanya kritik dan saran dari pembaca, penulis bisa mengkoreksi diri dan menjadikan makalah kedepan menjadimakalahyang lebih baik lagi dan dapat memberikan manfaat yang lebih bagi kita semua.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2061522-pengertian-piutang/

http://www.getbookee.org/ruang-lingkup-manajemen-piutang/

http://id.shvoong.com/business-management/accounting/2174446-definisi-pengertian-piutang-dan-jenis/

anjak piutang

Selasa, 26 Februari 2013

Makalah Factoring aLa DeChis

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.        LATAR BELAKANG

Menghadapi era globalisasi dan perkembangan perekonomian suatu bangsa, peran masyarakat dibidang ekonomi dan pembangunan sangat diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan bangsa. Terutama bagi para pengusaha baik pengusaha besar, kecil, maupun menengah (UKM). Untuk menjadi pengusaha yang sukses dan mampu bertahan dalam setiap permasalahan atau resiko yang dihadapi, mereka senantiasa dituntut untuk mampu mengelola usahanya baik dilihat dari asset maupun liabillity perusahaannya.

Pada umumnya, setiap perusahaan mempunyai berbagai macam aktivitas usaha seperti aktivitas oprasional perusahaan dan aktivitas diluar oprasionalnya. Perusahaan harus mampu mengelola aktivitas tersebut dengan baik agar tidak menghambat aktivitas kegiatan yang lain. Aktivitas oprasional perusahaan misalnya, melakukan penjualan barang atau jasa baik dilakukan secara tunai maupun kredit sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Apabila transaksi pembayaran dilakukan secara tunai perusahaan akan langsung menerima keuntungan yang didapatkan, akan tetapi bila transaksi dilakukan secara kredit maka perusahaan akan mempunyai piutang atau tagihan yang harus mempunyai pengelolaan yang baik agar piutang atau tagihan tersebut dapat diterima sesuai dengan yang diharapkan. Pengelolaan piutang harus dilakukan dengan baik mengingat piutang juga merupakan sumber pendapatan perusahaan yang belum terbayar. Apabila dalam penagihan piutang dagang perusahaan mengalami kemacetan, perusahaan secara otomatis akan mengalami kerugian bahkan menghadapi permasalahan besar yang pada akhirnya nanti perusahaan mengalami kebangkrutan. Itu semua dikarenakan perputaran produk yang dihasilkan dan perputaran keuangan yang tidak setabil atau terganggu. Dan apabila terjadi seperti itu, apa yang seharusnya dilakukan perusahaan apabila perusahaan membutuhkan perputaran modal yang cepat untuk memenuhi perputaran aktivitas selanjutnya? Salah satu solusi yang harus dilakukan adalah dengan cara pengalihan atau penjualan piutang kepada pihak lain. Oleh karena itu Bank, Lembaga Keuangan non Bank, dan Perusahaan Multifinance yang berbentuk PerseroanTerbatas atau Koperasi memberikan Jasa Anjak Piutang atau yang lebih dikenal dengan Factoring yang bertujuan untuk memperlancar kegiatan penyelesaian utang atau piutang dan membantu perusahaan dalam mengelola transaksi penjualan secara kreditnya agar terhindar dari resiko yang tidak diharapkan perusahaan. Pengelolaan yang secara efektif dan efesien inilah yang harus dibutuhkan dan dikembangkan oleh perusahaan untuk meningkatkan fungsi dan kredibilitasnya di dunia usaha yang sejalan dengan perkembangan perekonomian yang terus maju.

Untuk menggunakan jasa Anjak Piutang (Factoring) tidak terlepas dari peraturan yang diberlakukan pemerintah, seperti Peraturan Menteri Keuangan dan Undang-Undang Perbankan.

Usaha Anjak Piutang (Factoring) mulai diperkenalkan di Amerika bagian Utara yang terfokus pada sektor industri tekstil yang sampai saat ini masih merupakan salah satu bidang kegiatan usaha utama anjak piutang. Akan tetapi seiring dengan perkembangan perekonomian di dunia, selanjutnya Anjak Piutang (Factoring) pada saat ini telah memasuki berbagai jenis segmen produk dan jasa. Kegiatan anjak piutang pada dasarnya merupakan bidang usaha yang relative baru di Indonesia. Eksistensi kelembagaan Anjak Piutang di mulai sejak ditetapkannya Paket Kebijaksanaan 20 Desember 1988, yang di atur dengan Kappres No. 61 tahun 1988 dan Keputusan Menteri Keuangan No. 1251/KMK.13/1988 tanggal 20 Desember 1988. Pengenalan usaha Anjak Piutang ditujukan untuk memperoleh sumber pembiayaan alternative di luar sektor perbankan. Perusahaan Anjak Piutang biasa didirikan secara independen atau dapat dilakukan oleh Multifinance Company yaitu lembaga pembiayaan yang dapat melakukan usaha secara sekaligus dibidang Anjak Piutang (Factoring), Sewa Guna (Leasing), Modal Ventura (Joint Venture), Kartu Kredit (Credit Card), dan Pembiayaan Konsumen. Bank pada prinsipnya dapat memberikan jasa Anjak Piutang sebagai bagian dari produknya tanpa perlu membentuk badan usaha baru. Tetapi bank juga bisa melakukan usaha Anjak Putang dengan membentuk badan hukum tersendiri contohnya Bank BNI mendirikan PT. BNI Multifinance, BCA mendirikan PT BCA Finance dan seterusnya.

 

1.2.        RUMUSAN MASALAH

Dalam melihat Anjak Piutang (Factoring) sebagai salah satu alternatif pembiayaan dalam perusahaan, maka adapun perumusan masalah yang terdapat dalam tulisan ini yaitu :

  1. Apa yang dimaksud dengan Anjak Piutang?
  2. Bagaimana peran Anjak Piutang bagi kehidupan ekonomi?
  3. Bagaimana perkembangan Anjak Piutang di Indonesia.
  4. Hambatan-hambatan apa saja yang dapat menghambat perkembangan Anjak Piutang di Indonesia?
  5. Studi Kasus : PT IFS Capital Indonesia (IFSI) yang berfokus kepada UKM.Bagaimana Anjak Piutang (Factoring) yang diberikan PT. IFSI kepada Usaha Kecil Menengah di Indonesia?

 

 

 

 

 

 

 

 

1.3.         TUJUAN PENULISAN

Adapun tujuan yang dapat diperoleh dalam tulisan ini yaitu:

  1. Mengetahui lebih jelas apa itu Anjak Piutang (Factoring), jenis-jenis jasa yang ditawarkan, mekanisme pembiayaan, manfaat anjak piutang, perbedaan antara anjak piutang dengan kredit bank, dan anjak piutang secara syariah.
  2. Mengetahui Peran Anjak Piutang (Factoring) di dalam kegiatan Ekonomi
  3. Mengetahui perkembangan Anjak Piutang (Factoring) di Indonesia.
  4. Mengidentifikasi hambatan-hambatan perkembangan Anjak Piutang (Factoring) di Indonesia.
  5. Mengenal dan Mengetahui Anjak Piutang (Factoring) yang diberikan PT. IFS Capital Indonesia (IFSI) yang berfokus kepada Usaha Kecil Menengah di Indonesia.

 

1.4.        METODE PENELITIAN

Pengumpulan data merupakan suatu prosedur yang sistematik dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan (Nazir, 1988:211). Pengumpulan data primer merupakan pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti secara langsung kepada objek penelitian di lapangan, sedangkan pengumpulan data sekunder dilakukan peneliti dengan cara tidak langsung ke objek studi tetapi melalui penelitian terhadap dokumen-dokumen yang berkaitan dengan objek studi (Singarimbun, 1989)

Dalam penyusunan makalah ini, perlu sekali pengumpulan data serta sejumlah informasi aktual yang sesuai dengan permasalahan yang akan dibahas. Sehubungan dengan masalah tersebut dalam penyusunan makalah ini, penulis menggunakan beberapa metode pengumpulan data, dengan membaca buku sumber dan browsing dari Internet.

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1.        DEFINISI ANJAK PIUTANG

Definisi Anjak Piutang tidak terlepas dari beberapa pendapat, berikut adalah definisi atau pengertian anjak piutang yang diambil dari beberapa sumber yaitu:

  1. Pengertian Anjak Piutang menurut PSAK No.43 tahun 1998 “Jenis pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengaliahan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan yang berasal dari transaksi usaha”.
  2. Pengertian Anjak Piutang menurut Keputusan Menteri Keuangan No.1251/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember 1988 adalah: “Usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri”.
  3. Kegiatan anjak piutang menurut Budi Rachmat (2004:2) “Pada prinsipnya merupakan pemberian kredit kepada supplier dengan cara membeli piutang atau tagihannya kepada nasabahnya atau customer-nya”.
  4. Menurut Kasmir,S.E.,M.M. dalam bukunya Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Menyatakan bahwa “Perusahaan Anjak Piutang atau Factoring adalah perusahaan yang kegiatannya adalah melakukan penagihan atau pembelian, atau pengambil alihan atau pengelolaan utang piutang suatu perusahaan dengan imbalan atau pembayaran tertentu milik perusahaan. ”Jadi Anjak Piutang adalah suatu transaksi keuangan sewaktu suatu perusahaan menjual piutangnya (misalnya tagihan) dengan memberikan suatu diskon. Ada tiga perbedaan antara Anjak Piutang dan Pinjaman Bank. Pertama, penekanan Anjak Piutang adalah pada nilai piutang, bukan kelayakan kredit perusahaan. Kedua, Anjak Piutang bukanlah suatu pinjaman, melainkan pembelian suatu asset (piutang). Ketiga, Pinjaman Bank melibatkan dua belah pihak, sedangkan Anjak Piutang melibatkan tiga pihak.

Agar dapat lebih memahami tentang perjanjian anjak piutang ini maka dapat dilihat dari tiga serangkai hukum yaitu:

  1. Subyek hukum dari perjanjian anjak piutang itu tentu saja adalah Penjual, Pembeli dan Perusahaan anjak piutang. Namun penamaan tersebut dirubah disesuaikan dengan hakekat anjak piutang. Perusahaan anjak piutang atau dikenal sebagai factor adalah badan usaha yang menawarkan anjak piutang lihat pengertian di atas. Klien adalah pihak yang menggunakan jasa dari anjak piutang (mudahnya adalah pihak yang menjual piutang kepada factor). Penjual atau supplier masuk dalam pengeritan klien. Sementara nasabah atau konsumen merupakan pihak yang mengadakan transaksi dengan klien.
  2. Obyek hukum dalam perjanjian ini jelas adalah piutang itu sendiri. Baik itu dijual atau dialihkan atau di urus oleh pihak lain.
  3. Peristiwa hukum atau hubungan hukumnya adalah perjanjian anjak piutang, yaitu perjanjian antara perusahaan anjak piutang dengan klien.

Pihak-Pihak Yang Terkait Dalam Anjak Piutang. Dalam, kegiatan anjak piutang terdapat tiga pelaku utama yang terlibat yaitu:

  1. Perusahaan anjak piutang (factor), Factor adalah perusahaan atau pihak yang menawarkan jasa anjak piutang.
  2. Klien (supplier) dan Klien adalah pihak yang menggunakan jasa perusahaan anjak piutang.
  3. Nasabah (customer) atau disebut debitor. Nasabah adalah pihak-pihak yang mengadakan transaksi dengan klien.

 

Istilah klien (client) dan nasabah (customer) dalam mekanisme anjak piutang memiliki pengertian yang sangat berbeda. Lain halnya dengan bank yang memiliki nasabah atau customer, sedangkan perusahaan anjak piutang hanya memiliki klien dalam hal ini supplier. Selanjutnya, klien yang memiliki nasabah atau customer. Mekanisme anjak piutang ini sebenamya diawali dari adanya transaksi jual beli barang atau jasa yang pembayarannya secara kredit.

Selanjutnya, apabila suatu transaksi penjualan melibatkan jasa jasa perusahaan anjak piutang, maka secara diagram dapat dijelaskan mengenai pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan anjak piutang. sebagaimana dijelaskan pada Gambar berikut.

 

Gambar 1.1 Siklus penjualan tradisional

Penggunaan jasa perusahaan anjak piutang sangat membantu perusahaan dalam kondisi antara lain sebagai berikut:

1)    Perusahaan yang sedang melakukan ekspansi pemasaran. Perusahaan anjak piutang dapat memberikan informasi mengenai keadaan pasar yang akan dimasuki oleh perusahaan yang bersangkutan (klien).

2)    Perusahan baru yang berkembang pesat, sementara bagian kreditnya kurang mampu mengimbangi ekspansi perusahaan. Dengan jasa factoring, pihak klien diharapkan dapat menyusun rencana ekspansi secara lebih leluasa, clan fimgsi pengelolaan kredit diambil alih oleh perusahaan anjak piutang.

3)    Perusahaan klien akan dapat beroperasi lebih efisien dengan menyerahkan pengelolaan kreditnya kepada perusahaan anjak piutang karena tidak perlu lagi membentuk unit organisasi yang berfungsi sebagai bagian kredit yang tentunya akan menambah biaya operasi.

4)    Perusahaan dapat memperoleh pembiayaan siap pakai (stand by facility) yang disediakan oleh perusahaan anjak piutang.

 

 

Istilah dalam mekanisme anjak piutang perlu dipahami antara lain sebagai berikut:

Disclosed.

Fasilitas disclosed adalah penjualan atau penyerahan piutang kepada perusahaan anjak piutang dengan sepengetahuan pihak debitor atau customer. Pada saat utang tersebut jatuh tempo perusahaan anjak piutang, atau disebut factor memiliki hak tagih pada nasabah yang bersangkutan. Oleh karena itu biasanya di atas faktur dicantumkan pernyataan bahwa piutang yang timbul dari faktur ini telah diserahkan atau dijual kepada perusahaan anjak piutang.

 

 

 

Gambar 1.2 Pihak-pihak yang terlibat dalam Factoring (Anjak Piutang)

 

2.1.1.     JENIS-JENIS ANJAK PIUTANG

Transaksi anjak piutang berkembang sejalan dengan meningkatnya berbagai kebutuhan supplier. Perusahaan anjak piutang menawarkan berbagai jenis fasilitas anjak piutang, namun biasanya supplier melakukan negosiasi lebih dari satu perusahaan anjak piutang yang disesuaikan dengan kebutuhan supplier tersebut dengan fasilitas yang disediakan perusahaan anjak piutang. Apabila supplier atau klien telah mengetahui persis sejak awal kebutuhannya, akan mempermudah dan mempercepat menemukan perusahaan anjak piutang mana yang menyediakan fasilitas sesuai dengan yang dibutuhkan.

Fasilitas anjak piutang yang ditawarkan oleh perusahaan anjak piutang dapat dibedakan dalam berbagai jenis sebagai berikut:

  1. Berdasarkan Pemberitahuan

Disclosed / notification. Disclosed factoring atau juga disebut dengan notification factoring adalah pengalihan piutang kepada perusahaan anjak piutang dengan sepengetahuan pihak debitor (customer). Oleh karena itu pada saat piutang tersebut jatuh tempo perusahaan anjak piutang memiliki hak tagih pada debitor yang bersangkutan. Untuk dapat melakukan hal tersebut di dalam faktur dicantumkan pernyataan bahwa piutang yang timbul dari faktur ini telah dialihkan kepada perusahaan anjak piutang. Notifikasi setiap transaksi anjak piutang kepada pihak customer dimaksudkan antara lain:

  1. a) untuk menjamin pembayaran langsung kepada perusahaan anjak piutang.
  2. b) untuk mencegah pihak customer melakukan perbuatan yang merugikan pihak perusahaan anjak piutang misalnya, pengurangan jumlah piutang sesuai dengan kontrak klien sebagai penjual.
  3. c) mencegah perubahan-perubahan yang ada dalam kontrak yang dapat mempengaruhi perusahaan anjak piutang.
  4. d) memungkinkan perusahaan anjak piutang untuk menuntut atas namanya apabila terjadi perselisihan.

Mekanisme anjak piutang dengan fasilitas disclosed  dapat diikuti pada Gambar dibawah ini.

Gambar 1.3 Mekanisme Disclosed Factoring

Keterangan:

1)    Penjualan secara kredit kepada customer (debitor).

2)    Kontrak factoring antara supplier (klien) dengan perusahaan factoring (factor) disertai dengan penyerahan faktur-faktur dan dokumen terkait lainnya.

3)    Pemberitahuan kepada customer mengenai kontrak factoring.

4)    Pembayaran oleh perusahaan factoring yang dapat dilakukan dalam waktu 24 jam. Pembayaran tersebut berjumlah sampai 80% dari total nilai faktur. Sisanya 20% akan dibayar apabila telah dilakukan pelunasan penuh oleh customer atau debitor.

5)    Penagihan oleh perusahaan factoring yang disertai dengan bukti-bukti pendukung.

6)    Pelunasan utang customer kepada perusahaan factoring.

 

Undisclosed/non notification & Undisclosed atau juga disebut dengan non-notification factoring adalah transaksi penjualan atau pengalihan piutang kepada perusahaan anjak piutang oleh klien tanpa pemberitahuan kepada debitor kecuali bila ada pelanggaran atas kesepakatan pada pihak klien; atau secara sepihak perusahaan anjak piutang menganggap akan menghadapi risiko. Transaksi disclosed atau undisclosed factoring terhadap pengalihan piutang klien kepada perusahaan anjak piutang akan memiliki dampak hukum pada masing-masing pihak yang terkait. Mekanisme undisclosed factoring adalah seperti gambar sbb :

.

Gambar 1.4 Mekanisme Undisclosed factoring

Keterangan:

1)    Penjualan secara kredit oleh klien (supplier) kepada nasabahnya (customer).

2)    Penyerahan faktur dan bukti-bukti pendukung lainnya tanpa ada pemberitahuan mengenai kontrak anjak piutang.

3)    Tembusan atau copy faktur diserahkan kepada perusahaan anjak piutang.

4)    Pembayaran kepada klien sampai 80% dari total nilai faktur. Sisanya 20% akan dibayar pada saat pelunasan utang oleh debitor (customer).

5)    Pada saat jatuh tempo, debitor akan melunasi utangnya langsung kepada supplier atau klien.

6)    Klien kemudian meneruskan pelunasan tersebut (No.5) kepada perusahaan anjak piutang. Perusahaan anjak piutang selanjutnya melunasi sisa pembayaran 20% kepada klien.

 

 

 

 

  1. 2. Berdasarkan Penanggungan Risiko

Recourse factoring

Anjak piutang dengan cara recourse atau disebut juga with recourse factoring berkaitan dengan risiko debitor yang tidak mampu memenuhi kewajibannya. Keadaan ini bagi perusahaan anjak piutang merupakan ancaman risiko. Dalam perjanjian with recourse, klien akan menanggung risiko kredit terhadap piutang yang dialihkan kepada perusahaan anjak piutang. Oleh karena itu, perusahaan anjak piutang akan mengembalikan tanggung jawab (recourse) pembayaran piutang kepada klien atas piutang yang tidak tertagih dari customer.

Without recourse factoring

Anjak piutang ini juga disebut non-recourse factoring, yaitu perusahaan anjak piutang menanggung risiko atas tidak tertagihnya piutang yang telah dialihkan oleh klien. Namun, dalam perjanjian anjak piutang dapat dicantumkan bahwa di luar keadaan macetnya tagihan dapat diberlakukan bentuk recourse. Ini untuk menghindarkan tagihan yang tidak dibayar karena pihak klien ternyata mengirimkan barang yang cacat atau tidak sesuai dengan perjanjian kepada nasabahnya. Dengan demikian customer berhak untuk mengembalikan barang yang telah diserahkan tersebut dan terlepas dari kewajiban pembayaran utang. Dalam hal terjadi kasus demikian, perusahaan factoring dapat mengembalikan tagihan tersebut kepada klien.

  1. Berdasarkan Pelayanan

Full service factoring, yaitu perjanjian anjak piutang yang meliputi semua jenis jasa anjak piutang baik dalam bentuk jasa pembiayaan maupun jasa non-pembiayaan, misalnya urusan administrasi penjualan (sale ledger administration), tagihan dan penagihan piutang termasuk menanggung risiko terhadap piutang yang macet.

Finance factoring, yaitu perusahaan anjak piutang yang hanya menyediakan fasilitas pembiayaan saja tanpa ikut menanggung risiko atas piutang tak tertagih. Penyediaan pembiayaan dana tunai pada saat penyerahan faktur kepada perusahaan factoring sampai sejumlah 80% dari nilai seluruh faktur sesuai dengan besarnya plafon pembiayaan (limit kredit). Klien tetap bertanggungjawab terhadap pembukuan piutang dan penagihannya,termasuk menanggung risiko tidak tertagihnya piutang tersebut.

Bulk factoring. Jasa factoring ini juga disebut dengan agency factoring yaitu transaksi yang mengaitkan perusahaan factoring sebagai agen dari klien. Bentuk fasilitas factoring ini pada dasarnya hampir sama dengan full service factoring, namun penagihan piutang tetap dilakukan oleh klien dan proteksi risiko kredit tidak dijamin perusahaan factoring.

Maturity factoring. Dalam maturity factoring, pembiayaan pada dasarnya tidak diperlukan oleh klien tetapi oleh pengurusan penjualan dan penagihan piutang serta proteksi atas tagihan. Fasilitas anjak piutang maturity memberikan kredit perdagangan kepada customer atau nasabah dengan pembayaran segera. Misalnya, 2% 10 hari, net 30, artinya apabila debitor membayar dalam jangka waktu 10 hari pertama, ia memperoleh potongan sebesar 2%. Apabila tidak, pembayaran penuh harus dilakukan dalam waktu 30 hari. Dalam perjanjian anjak piutang ini perusahaan factoring akan membayar kliennya tidak lebih dari 10 hari setelah faktur jatuh tempo. Oleh karena itu tidak ada beban bunga yang diperhitungkan. Pembayaran atas piutang yang dialihkan dapat dilakukan berdasarkan periode tertentu yang didasarkan atas perkiraan rata-rata jatuh tempo faktur atau penyerahan copy faktur.

  1. 4. Berdasarkan Lingkup Kegiatan

Domestic factoring, yaitu kegiatan transaksi anjak piutang dengan melibatkan perusahaan anjak piutang, klien dan debitor yang semuanya berdomisili di dalam negeri.

International factoring. Anjak piutang ini juga sering disebut export factoring, yaitu adalah kegiatan anjak piutang untuk transaksi ekspor impor barang yang melibatkan dua perusahaan factoring di masing-masing negara sebagai export factor dan import factor.

  1. Berdasarkan Pembayaran kepada Klien

Advanced payment, yaitu transaksi anjak piutang dengan memberikan pembayaran di muka (prepayment financing) oleh perusahaan anjak piutang kepada klien berdasarkan penyerahan faktur yang besarnya berkisar 80% dari nilai faktur.

Maturity, transaksi pengalihan piutang yang pembayarannya dilakukan perusahaan anjak piutang pada saat piutang tersebut jatuh tempo. Pembayaran tagihan tersebut biasanya dilakukan berdasarkan rata-rata jatuh tempo tagihan (faktur). Untuk lebih jelasnya lihat kembali maturity factoring yang telah dibahas terdahulu.

Collection, yaitu transaksi pengalihan piutang yang pembayarannya akan dilakukan apabila perusahaan anjak piutang berhasil melakukan penagihan terhadap debitor.

 

 

 

 

 

2.1.2.     PROSES ANJAK PIUTANG UNTUK TAGIHAN DAN PROMES

Pada umumnya kegiatan usaha anjak piutang sering dilakukan dalam bentuk pembelian tagihan milik klien (supplier). Selanjutnya, proses kegiatan anjak piutang ini dapat dibedakan dalam bentuk transaksi untuk tagihan atau account receivable dan promes atau promissorynotes.

Proses Anjak Piutang untuk Tagihan

Kegiatan anjak piutang untuk tagihan ini atau disebut juga account receivable factoring didasarkan pada suatu transaksi jual beli secara kredit jangka pendek dan menengah yang dijual kepada perusahaan anjak piutang dengan kontrak pengambil alihan tagihan dari penjual atau supplier kepada perusahaan anjak piutang. Pengalihan tagihan tersebut atas persetujuan atau pengetahuan pembeli (customer).

Gambar 1.5 Proses Anjak Piutang untuk Tagihan

Keterangan:

1)    Supplier (klien) menjual barang atau jasa kepada pembeli (customer). Penyerahan barang dengan D/0 yang ditandatangani pembeli. Asli D/0 kembali kepada supplier.

2)    Karena alasan cash flow, supplier atau klien kemudian menjual tagihannya kepada perusahaan anjak piutang atas persetujuan pembeli (customer).

3)    Klien menyerahkan data tagihan, termasuk faktur-faktur atau D/0 kepada perusahaan anjak piutang.

4)    Kontrak persetujuan dan pengambil alihan tagihan antara klien dengan perusahaan anjak piutang.

5)    Pembayaran kepada klien atas penjualan tagihan.

6)    Pada saat jatuh tempo perusahaan anjak piutang melakukan penagihan kepada pembeli (customer).

7)    Pelunasan utang oleh pembeli.

Proses Anjak Piutang untuk Promes

Anjak piutang untuk promes melibatkan pihak lain, biasanya bank, dalam proses penagihan piutang. Mekanismenya menjadi sedikit lebih panjang karena bukti piutang dikonversikan menjadi promes untuk kemudian di diskontokan ke pihak lain (bank).

 

 

 

Peny

           Gambar 1.6 Proses anjak piutang untuk promes

Keterangan:

1)    Penjualan barang atau jasa kepada pembeli secara kredit.

2)    Sebagai bukti utang atas transaksi jual beli, pembeli mengeluarkan promes kemudian diserahkan kepada supplier.

3)    Supplier kemudian meng-endors promes tersebut kemudian dijual kepada perusahaan anjak piutang secara diskonto.

4)    Perusahaan anjak piutang membayar promes atas dasar diskonto.

5)    Setelah jatuh tempo, perusahaan anjak piutang menyerahkan promes tersebut kepada bank untuk ditagihkan pembayarannya dari pembeli.

6)    Pembayaran diteruskan oleh bank kepada perusahaan anjak piutang setelah dilakukan penagihan.

 

2.1.3.     JASA-JASA ANJAK PIUTANG

 

Jasa jasa anjak piutang dapat dibedakan dalam 2 (dua) jenis, yaitu:

  1. Jasa Pembiayaan (financing services)

Perusahaan anjak piutang memberikan pembiayaan yang besarnya berkisar antara 60%-80% dari total piutang setelah dilakukan kontrak anjak piutang dan penyerahan bukti-bukti penjualan barang. Kontrak atau transaksi ini dapat dilakukan atas dasar with recourse atau without recourse. Dalam pengambilan keputusan mengenai dasar transaksi anjak piutang yang mana yang akan dilakukan, perusahaan anjak piutang akan memperhatikan dan mempertimbangkan besarnya risiko terjadinya kemacetan yang mungkin dihadapi oleh pihak nasabah (customer).

  1. Jasa Non-pembiayaan (non financing services)

Persediaan jasa non pembiayaan oleh perusahaan anjak piutang pada dasarnya merupakan jasa untuk melayani kepentingan pengelolaan kredit klien (supplier). Produk jasa jasa non pembiayaan yang ditawarkan oleh perusahaan anjak piutang antara lain sebagai berikut:

 

  1. Investigasi kredit (credit investigation) atau analisis kredit.
  2. Sales ledger administration atatt sales accounting.
  3. Pengawasan kredit dan penagihannya. Perusahaan anjak piutang dapat memberikan jasa pengawasan atau monitoring terhadap penjualan yang dilakukan klien termasuk pula menetapkan prosedur penagihannya.
  4. Perlindungan terhadap risiko kredit. Perusahaan anjak piutang dapat mengusahakan cara-cara pengamanan terhadap risiko piutang khususnya dalam hal export financing. Untuk tujuan ini perusahaan dapat pula memberikan jasa perlindungan terhadap risiko terjadinya fluktuasi kurs valuta asing. Jasa-jasa non pembiayaan yang diberikan oleh perusahaan anjak piutang sebagaimana dijelaskan di atas pada prinsipnya merupakan fungsi credit department bagi perusahaan klien.

Perusahaan anjak piutang menyampaikan laporan kepada kliennya yang menyangkut antara lain hal-hal sebagai berikut:

  1. a) Credit standing para nasabah (customer).
  2. b) Posisi piutang klien termasuk tanggal jatuh temponya yang bagi klien berguna untuk perencanaan penjualan kredit pada periode berikutnya.
  3. c) Statement of account kepada nasabah. Dokumen ini sangat perlu bagi pihak nasabahyang bersangkutan dalam melakukan rekonsiliasi atas pembayaran-pembayaran yang telah dilakukannya, di samping sebagai informasi mengenai posisi utang dan tanggal jatuh temponya.
  4. d) Kegiatan penagihan yang dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan. Dalam proses penagihan ini, perusahaan factoring berusaha sebaik-baiknya untuk tidak merusak hubungan klien dengan nasabah.

 

 

2.1.4.     BIAYA ANJAK PIUTANG

Biaya biaya yang dibebankan oleh perusahaan anjak piutang antara lain terdiri atas service charge dan initial payment charge atau juga disebut discount charge (biaya bunga). Besamya service charge anjak piutang untuk jasa non pembiayaan untuk anjak piutang domestik berkisar antara 0,5%-1.5% dari jumlah tagihan. Sedangkan untuk anjak piutang internasional antara 1,0%-2,5%. Pembayaran service charge tersebut biasanya dipotong dari pembayaran pre financing yang diberikan oleh perusahaan anjak piutang. Sedangkan biaya bunga atau discount charge sehubungan dengan pembayaran di muka (initial payment), perusahaan anjak piutang mengenakan biaya antara 2%-3% p.a. di atas prime rate. Biaya yang terdiri atas 2 (dua) macam biaya :

  1. Service charge.

Service charge atau fee berkaitan dengan fungsi perusahaan factoring dalam melakukan pembukuan penjualan (sales ledger) terhadap transaksi penjualan oleh klien. Besarnya biaya tersebut sangat tergantung dalam, perjanjian atau persetujuan kedua belah pihak antara perusahaan anjak piutang dengan klien sebelum kontrak anjak piutang dilaksanakan dan biasanya dinyatakan dalam suatu persentase tertentu dari nilai faktur.

  1. Discount Charge.

Biaya ini secara langsung berhubungan dengan pembayaran di muka yang diberikan oleh perusahaan anjak piutang kepada klien setelah penyerahan faktur dilakukan. Besarnya biaya tersebut juga dinyatakan dalam suatu persentase secara tahunan (annual basis). Seperti halnya dengan service charge, biaya ini juga ditetapkan berdasarkan negosiasi antara pihak perusahaan anjak piutang dengan klien sebelum kontrak anjak piutang dilakukan.

2.1.5.     MANFAAT ANJAK PIUTANG

Manfaat anjak piutang bagi klien dapat dijelaskan antara lain sebagai berikut:

  1. Membantu administrasi penjualan dan penagihan (sales ledgering and collection services)

Perusahaan anjak piutang memperoleh fee atau komisi sebesar persentase tertentu dari jumlah piutang yang dianjak-piutangkan atas jasa jasa administrasi yang diberikan sebagai bagian dari perjanjian anjak piutang. Jasa jasa tersebut meliputi administrasi piutang yang dianjak-piutangkan dan membantu penagihannya. Dengan mengalihkan tugas pembukuan kepada perusahaan anjak piutang akan timbul beban biaya atas klien.

  1. Membantu beban risiko (credit inscrrance)

Kadang-kadang klien (supplier) membatasi penjualannya hanya kepada nasabah lama saja karena alasan risiko kredit. Sehingga kemungkinan mereka menolak menjual kredit kepada nasabah baru. Hal tersebut berarti suatu kerugian, bukan saja semata-mata rugi materi yaitu akibat batalnya memperoleh keuntungan yang sudah di depan mata tetapi juga rugi secara immateriel dalam hal goodwill. Sekiranya risiko dapat dibagi dengan perusahaan anjak piutang berarti akan meningkatkan keuntungan karena pesanan barang dari nasabah baru tidak perlu lagi ditolak.

  1. Memperbaiki sistem penagihan

Keuntungan lain perusahaan anjak piutang adalah memperbaiki sistem penagihan. Apabila suatu perusahaan anjak piutang membeli suatu tagihan, tentu perusahaan tersebut mengharapkan untuk, dibayar pada saat jatuh temponya. Hat tersebut berarti perusahaan anjak piutang akan memantau pembayarannya dan memberitahukan kepada klien tagihan-tagihan yang telah jatuh tempo. Klien biasanya melakukan revisi posisi tagihan yang dianjak-piutangkan. Dalam melakukan penagihan, perusahaan anjak piutang sedapat mungkin tidak memperburuk hubungan antara kliennya dengan nasabah atau customer.

  1. Membantu memperlancar modal kerja

Dengan anjak piutang, setiap penjualan praktis berarti penjualan tunai dan ini berarti terlepas dari masalah kredit. Di samping itu, klien dapat menawarkan penjualan kredit untuk jangka waktu yang sedikit lebih panjang untuk menarik lebih banyak nasabah. Hal tersebut akan lebih kompetitif karena klien akan dapat meningkatkan pangsa pasarnya.

  1. Meningkatkan kepercayaan

Karena arus dana bukan lagi suatu masalah maka setiap tagihan dapat dibayar tepat waktu yang pada gilirannya akan meningkatkan kepercayaan pihak klien. Reputasi yang baik akan mengakibatkan mudahnya melakukan pembelian misalnya barang-barang mentah secara kredit dengan harga yang lebih baik. Sedangkan dalam hal penjualan tunai klien dapat memberikan discount yang lebih menarik.

  1. Kesempatan untuk mengembangkan usaha

Manfaat lain anjak piutang yang cukup menarik adalah kesempatan untuk tumbuh dan berkembang khususnya bagi usaha kecil. Sekiranya ada permintaan atas produk atau jasa jasa dan apabila mereka menjual kepada nasabah besar dengan reputasi baik.

 

 

 

2.1.6.     RUANG LINGKUP OPERASI ANJAK PIUTANG

Dilihat dari ruang lingkup operasi, kegiatan transaksi anjak piutang dapat dibedakan dalam bentuk:

  1. Transaksi dalam negeri (domestic factoring)
  2. Transaksi internasional (international factoring)

Pada dasarnya kedua bentuk transaksi anjak piutang tersebut dapat dilakukan dengan fasilitas disclosed (with recourse) ataupun confidential (without recourse). Untuk jelasnya dapat diikuti ilustrasi sbb :

  1. Anjak Piutang Domestik

Mekanisme perdagangan tanpa melibatkan jasa anjak piutang akan menyebabkan kurang lancarnya cash flow perusahaan. Jangka waktu piutang dagang umumnya berkisar antara 30-90 hari. Bagi perusahaan yang memiliki modal kerja yang terbatas penjualan kredit akan sangat mengganggu arus kas yang pada gilirannya akan mempengaruhi kelancaran usaha atau produksi bagi perusahaan manufaktur. Penggunaan anjak piutang memungkinkan penjual untuk mengubah penjualan kreditnya tersebut ke dalam bentuk tunai. Ilustrasinya dapat diikuti pada Gambar berikut.

 

Gambar 1.7 Anjak Piutang domestik 

Mekanisme transaksi dalam negeri dengan menggunakan jasa anjak piutang tersebut biasanya dilakukan dengan fasilitas disclosed factoring. Proses anjak piutang dalam negeri sebagaimana digambarkan pada Gambar diatas dapat dijelaskan berdasarkan tahap tahap berikut: transaksi jual beli barang diikuti dengan penyerahan barang dan faktur (1) dan (2). Kemudian klien menyerahkan pula kopi faktur kepada perusahaan anjak piutang (3).Berdasarkan kopi faktur tersebut dan sesuai dengan persetujuan, perusahaan anjak piutang segera membayar klien maksimum 80% dari nilai faktur (4). Perusahaan anjak piutang secara aktif melakukan penagihan sesuai dengan syarat pembayaran yang telah disetujui (5).Pihak customer selanjutnya membayar kepada perusahaan anjak piutang sesuai dengan besarnya kontrak (6). Setelah selesai seluruh pembayaran perusahaan anjak piutang melunasi sisa pembayaran (refirnd) kepada klien sebesar 20% dari nilai faktur dikurangi biaya anjak piutang yang besarnya telah disepakati dalam kontrak (7).

 

2.1.7.     ANJAK PIUTANG INTERNASIONAL

 

Anjak piutang internasional atau sering juga disebut export factoring merupakan fasilitas untuk membantu mempercepat proses pembayaran tunai atas transaksi antar penjual di suatu negara (eksportir) dengan pembeli dari negara lain (importir). Dengan memanfaatkan jasa anjak piutang maka perdagangan ekspor impor barang memungkinkan eksportir dapat segera menerima tunai hasil penjualannya. Dalam anjak piutang internasional terdapat 4 (empat) pihak yang terlibat, yaitu :

  1. Eksportir
  2. Importir
  3. Perusahaan anjak piutang eksportir (export factor) dan
  4. Perusahaan anjak piutang importir (import factor).

Dalam transaksi factoring internasional, biasanya perusahaan anjak piutang menjamin 100%atas kemungkinan tidak dibayarnya utang pihak importir. Mekanisme anjak piutang internasional dapat diikuti pada Gambar dibawah :

 

Gambar 1.8 Mekanisme Anjak Piutang Internasional

 

Transaksi tersebut dimulai dengan pihak eksportir membuat kontrak factoring dengan perusahaan anjak piutang yang selanjutnya disebut export factor. Pihak eksportir mengajukan permohonan credit limit kepada export factor sehubungan dengan rencana ekspornya. Export factor selanjutnya menghubungi pihak korespondennya di negara di mana customer (importir) tersebut berkedudukan dalam hal ini di Jepang. Corespondent factor ini akan menjadi import factor. Pihak import factor melakukan investigasi kredit untuk mengetahui kondisi atau credit standing importir. Apabila import factor menyetujui permohonan pihak importir, maka import factor akan memberi jaminan untuk membayar berdasarkan jumlah tagihan (faktur) yang di factoring-kan sampai jumlah credit limit yang disetujui oleh import factor. Apabila segala persyaratan dan semua ketentuan telah disepakati oleh pihak pihak terkait, maka proses anjak piutang akan terjadi dengan mekanisme berikut:

 

Eksportir mengapalkan barangnya untuk dikirimkan kepada importir. Pada waktu yang sama, eksportir mengirimkan fakturnya dengan memberitahukan agar importir melakukan pembayaran kepada import factor pada saat penjualan kredit tersebut jatuh tempo (1). Setelah barang dikapalkan, eksportir menyampaikan copy faktur dan dokumen dokumen pengapalan kepada export factor (2). Selanjutnya export factor membayar sampai maksimum 80% daritotal nilai faktur sesuai dengan kontrak kepada eksportir (3). Oleh export factor, copy faktur dan dokumen pengapalan dikirirnkan kepada import factor (4). Import factor menyiapkan sales ledger dan melakukan penagihan kepada importir berdasarkan faktur dan dokumen pengapalan yang diterima dari export factor pada saat penjualan kredit tersebut jatuh tempo(5). Import factor kemudian melakukan pembayaran kepada export factor sebesar 100% dari total nilai faktur setelah dikurangi persentase tertentu yang telah disepakati selambat-lambatnya 90 hari setelah tanggal pengiriman barang. Pembayaran tersebut harus dilakukan tanpa memperhatikan apakah import factor telah menerima pembayaran dari importir atau belum (6) dan (7). Selanjutnya, export factor melunasi sisa pembayaran (20%) kepada eksportir setelah dikurangi biaya biaya factoring.

 

Jasa-jasa Anjak Piutang Internasional

Jasa jasa yang ditawarkan anjak piutang internasional pada prinsipnya sama dengan jasa- jasayang disediakan oleh anjak piutang domestik. Namun dalam hal anjak piutang internasional,pihak eksportir dan importir dapat memperoleh manfaat atas jasa jasa yang disediakan oleh anjak piutang internasional.

Eksportir. 

Manfaat yang dapat diperoleh pihak eksportir yang tidak disediakan oleh anjak piutang dornestik adalah sebagai berikut:

  1. Export on open account. Klien dapat mengekspor atas dasar open account basis tanpa perlu ada L/C atau kekhawatiran terhadap ketidakmampuan customer membayar akibat kesulitan keuangan. Hal tersebut memungkinkan klien untuk melakukan kompetisi yang lebih efektif dengan penjual-penjual luar negeri.
  2. Penagihan di luar negeri yang lebih baik. Banyak perusahaan mengalami masalah dalam penagihan customer lokal. Masalah tersebut akan lebih besar dalam bisnis perdagangan internasional. Dengan demikian bukan saja akan lebih mempermudah penyelesaian apabila terjadi perselisihan bisnis tetapi juga akan mempermudah dan mempercepat periode penagihan.

Importir.

Manfaat yang dapat diperoleh dari anjak piutang internasional adalah:

  1. Fasilitas kredit dari bank vaitu importir dapat menggunakan fasilitas kredit (credit line) dari bank dengan lebih bebas.
  2. Penghematan biaya yaitu fasilitas L/C yang disediakan bank yang tidak digunakan akan dapat lebih menghemat biaya.

Biaya Anjak Piutang Internasional

Sebagaimana halnya dalam factoring domestic, maka biaya dalam factoring internasional (export factoring) meliputi:

Service fee; dihitung sebagai suatu persentase dan nilai kotor faktur yang dianjak-piutangkan. Service fee dikenakan untuk tugas-tugas yang berkaitan dengan pengadministrasian penjualan eksportir dan proteksi kredit. Biaya tersebut berkisar antara0,75%-2,50%. Service fee untuk export factoring biasanya lebih tinggi daripada domesticfactoring. Persentase service fee tersebut dapat dinaikkan atau diturunkan sesuai dengan tugas-tugas administrasi dan risiko dalam anjak piutang ekspor.

Interest charge; kadang-kadang juga disebut discount charge dikenakan kepada klien atasuang muka (advanced payment) dari pelunasan factoring. Bunga tersebut dihitung atas dasar harian dari total sisa penarikan uang muka. Sedangkan tingkat bunga dikaitkan berdasarkan prime rate plus basis.

2.1.8.     PERBEDAAN ANJAK PIUTANG DENGAN KREDIT BANK

Perbedaan anjak piutang dengan kredit bank antara lain sebagai berikut:

  1. Kredit bank melibatkan praktik-praktik dalam perkreditan umum termasuk mengenai jaminan. Sedangkan anjak piutang pada prinsipnya merupakan transaksi jual beli piutang.
  2. Kredit bank dimulai dari timbulnya utang melalui mobilisasi dana kemudian dialihkan menjadi aktiva produktif. Sementara anjak piutang berkaitan dengan pengalihan dari suatu aktiva produktif, yaitu tagihan menjadi kas pada saat jatuh tempo.
  3. Kredit bank memberikan tambahan aktiva dalam bentuk kas pada debitor. Anjak piutang tidak memberikan tambahan kas akan tetapi hanya memperlancar arus kas dengan menggunakan piutang yang belum jatuh tempo.
  4. Kredit bank biasanya dalam jumlah tetap clan memiliki syarat pelunasan tetap.Sedangkan fasilitas anjak piutang mengubah penjualan kredit menjadi uang tunai.
  5. Kredit bank hampir selalu dikaitkan dengan agunan. Sementara bagi anjak piutang agunan bukan merupakan hal mutlak.
  6. Keahlian penisahaan anjak piutang dalam memelihara atau mengurus pembukuan penjualan klien dan penyediaan informasi manajemen menjadikan anjak piutang lebih sebagai mitra usaha.

 

 

 

 

Perbedaan antara Bank dan Factoring

Perbedaan antara anjak piutang dengan bank dapat dilihat : Tabel.1

Bank Factoring
Transaksi Utang piutang penjualan barang secara
Proses Utang ke aktiva produktif memakan waktu aktiva produktif beralih ke kas lebih cepat
Aktiva passiva Kas dan utang bertambah Piutang berubah kas
Analisis kredit 1 pihak aja (nasabah) 2 pihak(supplier dan pembeli)
Agunan Wajib Tidak mutlak
Tingkat resiko Tinggi (resiko nasabah) Lebih tinggi (resiko klien dan nasabah)
Biaya Bunga dan provisi Service dan discount charge
Bantuan jasa Pembiayaan Pembiayaan dan non pembiayaan
Penanggungan resiko Bank Supplier/factor

 

2.1.9.    Anjak Hutang Syariah (Hawalah bil Ujrah)


Anjak Hutang Syariah “Hawalah bil Ujrah” (Hutang Importir) adalah pengalihan hutang dari pihak yang berhutang kepada pihak lain yang wajib menanggung (membayarnya). Dalam produk ini, Nasabah Eksportir dalam kedudukannya selaku Importir mempunyai hutang pada Issuing Bank, dan kemudian Nasabah Eksportir memindahkan hutang tersebut kepada Divisi Syariah Indonesia Eximbank. Divisi Syariah Indonesia Eximbank kemudian membayar hutang itu kepada negotiating/Paying Bank dan selanjutnya Divisi Syariah Indonesia Eximbank menagih hutang kepada Nasabah Eksportir.

Anjak Piutang Syariah “Wakalah bil Ujrah dan Qardh” (Piutang Eksportir) adalah pengalihan hutang dari pihak yang berhutang kepada pihak lain yang wajib menanggung (membayarnya). Dalam produk ini, Nasabah dalam kedudukannya selaku Eksportir mempunyai piutang pada Bank Syariah X, dan kemudian Nasabah Eksportir memindahkan piutang tersebut kepada Divisi Syariah Indonesia Eximbank. Divisi Syariah Indonesia Eximbank kemudian membayar piutang itu kepada Nasabah Eksportir dan selanjutnya Indonesia Eximbank menagih hutang kepada Issuing Bank.

MANFAAT
Membantu kelancaran usaha Nasabah Eksportir dalam rangka pengadaan barang atau jasa dengan memberikan pembayaran segera atas tagihan ekspor yang belum jatuh tempo.

KARAKTERISTIK
Anjak Hutang Syariah “Hawalah bil Ujrah” (Hutang Importir) Prinsip yang digunakan dalam produk ini adalah Prinsip Hawalah bil Ujrah. Prinsip Hawalah yaitu pengalihan hutang dari satu pihak yang berhutang kepada pihak lain yang wajib menanggung (membayar)-nya. Dalam hal ini Nasabah Eksportir sebagai pihak yang berhutang dan Divisi Syariah Indonesia Eximbank sebagai pihak yang menanggung (membayar) hutangnya. Ujrah yaitu pembayaran atas jasa yang diberikan oleh Divisi Syariah Indonesia Eximbank (sebagai muhil) kepada Nasabah Eksportir dalam kedudukannya selaku Importir (sebagai muhal ‘alaih) atas ketersediaan dan komitmennya untuk membayar utang Nasabah Eksportir.

Anjak Piutang Syariah “Wakalah bil Ujrah dan Qardh” (Piutang Eksportir) Prinsip yang digunakan dalam produk ini adalah Prinsip Wakalah bil Ujrah dan Qardh. Prinsip Wakalah yaitu pemberi kuasa kepada pihak lain sebagai wakil untuk melakukan suatu pekerjaan, dalam hal ini Divisi Syariah Indonesia Eximbank sebagai penerima kuasa (yang menjadi wakil) dan Nasabah Eksportir dalam kedudukannya selaku Eksportir sebagai pemberi kuasa (yang diwakilkan). Pekerjaan yang dikuasakan kepada Divisi Syariah Indonesia Eximbank adalah pengurusan dokumen dan melakukan penagihan pembayaran.

 

 

SYARAT & KETENTUAN

Anjak Hutang Syariah “Hawalah bil Ujrah” (Hutang Importir) Tujuan Pembiayaan adalah pembelian persediaan bahan baku, barang setengah jadi dan barang jadi (ready stock) yang akan digunakan untuk proses produksi atau pembelian barang untuk proses produksi dalam rangka kegiatan ekspor.
Syarat Pembiayaan:

  1. Usaha Nasabah Eksportir bukan termasuk jenis usaha terlarang, tidak melanggar prinsip syariah seperti minuman keras, rokok dan tidak melanggar ketentuan hukum Indonesia, seperti: narkoba, penyelundupan, dan lain-lain.
  2. Nasabah Eksportir adalah Importir atau Issuing Bank. Valuta Pembiayaan Modal Kerja adalah
    dalam Rupiah atau dalam Valuta Asing yang disetujui oleh Indonesia Eximbank. Pada Prinsipnya, jangka waktu pembiayaan disesuaikan dengan jangka waktu satu trade cycle, dengan maksimal 270 (dua ratus tujuh puluh) hari termasuk tenor deferred payment atau usance draft. Maksimum Pembiayaan adalah maksimal 85% dari nilai hutang impor.

Imbalan (Ujrah)

  1. Divisi Syariah Indonesia Eximbank memperoleh ujrah atas jasa yang diberikan oleh Divisi Syariah Indonesia Eximbank (sebagai muhil) kepada Nasabah dalam kedudukannya selaku Importir (sebagai muhal ‘alaih) atas ketersediaan dan komitmennya untuk membayar utang Nasabah.
  2. Maksimum ujrah dikenakan sesuai dengan ketentuan tarif yang berlaku di Divisi Syariah Indonesia Eximbank.
  3. Pembayaran Ujrah dilakukan secara periodik maupun secara bersamaan saat Nasabah melakukan pembayaran hutang kepada Divisi Syariah Indonesia Eximbank, sesuai kesepakatan.

Anjak Piutang Syariah “Wakalah bil Ujrah dan Qardh” (Piutang Eksportir)

Tujuan Pembiayaan adalah pembelian persediaan bahan baku, barang setengah jadi dan barang jadi (ready stock) yang akan digunakan untuk proses produksi atau pembelian barang untuk dijual kembali dalam rangka kegiatan ekspor.

Syarat Pembiayaan

  • Usaha Nasabah Eksportir bukan termasuk jenis usaha terlarang, tidak melanggar prinsip syariah seperti minuman keras, rokok dan tidak melanggar ketentuan hukum Indonesia, seperti: narkoba, penyelundupan, dan lain-lain.
  • Nasabah Eksportir adalah Eksportir atau Paying Bank
  • Divisi Syariah Indonesia Eximbank menyediakan dana (pembiayaan) berdasarkan perjanjian jual beli barang dengan prinsip Qardh.
  • Realisasi Qardh dilakukan segera setelah barang dikirim.

Valuta Pembiayaan Modal Kerja adalah dalam Rupiah atau dalam Valuta Asing yang disetujui oleh Indonesia Eximbank.

Pada prinsipnya, jangka waktu pembiayaan disesuaikan dengan jangka waktu satu trade cycle, dengan maksimal 270 (dua ratus tujuh puluh) hari termasuk tenor deferred payment atau usance draft.

Maksimum Pembiayaan adalah maksimal 85% dari nilai tagihan ekspor atau tagihan dalam rangka kegiatan ekspor.

 

 

 

 

Imbalan (Ujrah)

  • Divisi Syariah Indonesia Eximbank memperoleh ujrah atas jasa pengurusan dokumen dan penagihan pembayaran.
  • Maksimum ujrah dikenakan sesuai dengan ketentuan tarif yang berlaku di Divisi Syariah Indonesia Eximbank.
  • Pembayaran Ujrah dilakukan secara periodik maupun secara bersamaan saat Divisi Syariah Indonesia Eximbank menerima pembayaran dari Issuing Bank, sesuai kesepakatan.

Untuk syarat dan ketentuan lainnya mengacu kepada pedoman operasional fasilitas pembiayaan Letter of Credit yang berlaku di Indonesia Eximbank serta Perjanjian Pembiayaan yang telah ditandatangani antara Eksportir dan Indonesia Eximbank.

 

2.2.        PERAN LEMBAGA KEUANGAN ANJAK PIUTANG DALAM EKONOMI

Kenyataan selama ini banyak sektor usaha yang menghadapi berbagai masalah dalam menjalankan kegiatan usahanya. Masalah masalah tersebut pada prinsipnya berkaitan antara lain: kurang kemampuan dan terbatasnya sumber-sumber permodalan, lemahnya pemasaran sehingga target penjualan tidak tercapai. Disamping itu perusahaan hanya terkonsentrasi pada usaha peningkatan produksi dan penjualan sedangkan administrasi penjualan termasuk penjualan secara kredit (Piutang) masih terabaikan. Kelemahan dibidang manajemen/ pengelolaan piutang menyebabkan semakin meningkatnya kredit macet. Kondisi seperti ini mengancam kontinuitas usaha yang pada gilirannya akan menyulitkan perusahaan dalam memperoleh sumber pembiayaan dari lembaga keuangan. Beberapa manfaat yang dapat diberikan lembaga anjak piutang dalam rangka mengatasi masalah dunia usaha adalah sebagai berikut:

 

  • Penggunaan jasa anjak piutang akan menurunkan biaya produksi dan biaya penjualan.
  • Anjak piutang dapat memberikan fasilitas pembiayaan dalam bentuk pembayaran dimuka (Advanced Payment) sehingga akan meningkatkan Crediet standing perusahaan.
  • Kegiatan anjak piutang dapat meningkatkan kemampuan bersaing perusahaan klienkarena klien dapat mengadakan transaksi perdagangan secara bebas baik perdagangan dalam negeri maupun perdagangan internasional.
  • Meningkatkan kemampuan klien dalam memperoleh laba melalui peningkatan perputaran modal kerja.
  • Menghilangkan risiko kerugian akibat terjadinya kredit macet karena resiko kredit macet ini dapat diambil alih oleh lembaga anjak piutang.
  • Kegiatan anjak piutang dapat mempercepat proses ekonomi dan meningkatkan pendapatan nasional.

 

2.3.        PERKEMBANGAN ANJAK PIUTANG DI INDONESIA

Walaupun telah lama dikenal sebagai salah satu jenis kegiatan pembiayaan, namun perkembangan usaha Anjak Piutang di Indonesia belum menunjukan respon yang positif, baik dari perusahaan pembiayaan maupun para pengusaha sebagai target dari kegiatan Anjak Piutang.

Berdasarkan data statistik Posisi Pembiayaan Rupiah dan Valuta Asing Perusahaan Pembiayaan Menurut Jenis Pembiayaan Anjak Putang (Factoring), kegiatan Anjak Piutang mulai berkembang pada akhir tahun 1996 dengan jumlah nilai transaksi pembiayaan Rp.8,035 triliun rupiah dan mengalami puncak kejayaan pada pertengahan tahun 1997, yaitu Rp.10,097 triliun rupiah. Pada bulan Juli 2004, kegiatan Anjak Piutang menurun drastis hingga kejumlah pembiayaan hanya sebesar Rp. 2,855 triliun rupiah. Fakta tersebut sangat disayangkan, karena seharusnya usaha anjak piutang berpotensi untuk membantu perkembangan ekonomi melalui pembiayaan usaha kecil dan menengah (UKM) yang tengahberkembang saat ini. Perkembangan anjak piutang di Indonesia dapat dilihat dari nilai pertumbuhan unit usaha UKM yang merupakan target dari kegiatan Anjak Piutang. Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2000, 99,85% dari seluruh perusahaan yang ada di indonesia, atau 39 juta unit usaha adalah perusahaan mikro dan kecil, yaitu perusahaan yang mempunyai omset kurang dari 1milyar rupiah. Sedangkan untuk usaha dengan omset antara Rp 1 milyar rupiah hingga Rp. 50 milyar rupiah, terdapat sekitar 55.000 unit usaha atau 0.14% dari jumlah seluruh perusahaan di Indonesia.

 

2.4.        HAMBATAN-HAMBATAN PERKEMBANGAN ANJAK PIUTANG DIINDONESIA

Usaha Anjak Piutang mempunyai prospek yang cerah untuk berkembang di Indonesia,hal tersebut didukung antara lain:

  • Kehadiran lembaga Anjak Piutang yang dapat memberikan manfaat bagi perkembangan dunia usaha dengan jasa-jasa yang ditawarkan, antara lain melalui penyediaan fasilitas advance payment, credit management, dan proteksi resiko baddebts menuju efisiensi kegiatan dunia usaha.
  • Pembelian barang oleh konsumen Indonesia secara kredit yang sudah meluas di Indonesia. Sehingga jasa Anjak Piutang dapat digunakan untuk mengurus penagihan-penagihan piutang.
  • potensi UKM di Indonesia yang besar. Sebagaimana diuraikan sebelumnya, unit usaha UKM dengan kendala-kendala yang dihadapi, justru memberikan peluang besar untuk berkembangnya jasa Anjak Piutang. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat kendala-kendala yang dapat menghambat dalam proses perkembangan Anjak Piutang di Indonesia, antara lain:
  1. Tidak adanya ketentuan peraturan perundang-undangan yang secara khusus yang mengatur tentang kegiatan Anjak Piutang.
  2. Keunggulan Anjak Piutang dengan kegiatan pembiayaan lain adalah bahwa pada umumnya tidak memakai sistem jaminan, namun pada perkembangannya di Indonesia, ada juga perusahaan Anjak Piutang yang mensyaratkan adanya jaminan tambahan sehingga hal tersebut dirasa memberatkan Klien yang mengakibatkan penggunaan jasa Anjak Piutang kurang diminati.
  3. Bagi negara-negara dimana Anjak Piutang (salah satunya Indonesia) belum berkembang, ada kecenderungan pendapat bahwa Factor hanya dapat bertindak sebagai debt collector, sehingga Klien akan menyerahkan bad debts atau piutang-piutang yang sulit tertagih kepada Factor. Akibatnya, jasa Anjak Piutang mendapat reputasi yang kurang baik dan menjadi kurang diminati sebagai salah satu alternatif pembiayaan.
  4. Kurang professionalnya perusahaan pembiayaan yang menjalankan usaha Anjak Piutang tersebut menyebabkan timbul penyimpangan tujuan sebenarnya dari kegiatan Anjak Piutang.
  5. Biaya yang mahal. Secara keseluruhan kegiatan Anjak Piutang memerlukan biaya yang agak besar, apabila dibandingkan dengan kegiatan peminjaman ke Bank. Hal ini juga menjadi pertimbangan bagi Klien untuk menjual piutangnya kepada Factor.

 

2.5.        ANJAK PIUTANG (FACTORING) PT. IFS CAPITAL INDONESIA (IFSI)

 

  1. IFS Capital Indonesia (IFSI) mulai berdiri di Jakarta pada tahun 1990 dengan nama PT. Niaga Factoring Corporation, yang merupakan perusahaan “joint venture‟ antara PT. Bank Niaga Tbk, PT. Usaha Sarana Sejati dan IFS Capital limited. Sejak November 2005 IFS Capital Limited menjadi pemegang saham mayoritas dengan porsi kepemilikan sebesar 85%.

IFSI adalah perusahaan pembiayaan yang mempunyai spesialisasi dalam pembiayaan Anjak Piutang („Factoring‟) dan Sewa Guna Usaha (“Leasing‟) untuk perusahaan kecil dan menengah di Indonesia. Pembiayaan Anjak Piutang yang diberikan meliputi : anjak piutang domestik dan anjak piutang ekspor. IFSI melayani transaksi anjak piutang “with recourse”dan juga transaksi anjak piutang “without recourse”.

IFSI anggota dari IF Group yang berpusat di Brussel, yang merupakan asosiasi dari 75 perusahaan anjak piutang dari seluruh dunia. Sebagai anggota dari International FactorsGroup transaksi ekspor dan impor yang dilakukan oleh klien IFSI dari Indonesia menjadi lebih mudah dan efisien. Selain itu IFSI juga menjadi anggota dari Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) dan juga anggota dari Asian Leasing and Finance Association (ALFA).

IFSI saat ini siap mendukung perusahaan di Indonesia untuk meningkatkan investasi-nya di berbagi sector industri seperti : manufacture, electronic, tekstil, telekomunikasi, printing dsb. Dan juga siap untuk membiayai pengadaan peralatan berat untuk sector industri: perkebunan, pertambangan, transportasi dan sumber daya energi.

Pada tanggal 14 Juni 2007 nama perusahaan di ganti dari PT. International Factors Indonesia menjadi PT. IFS Capital Indonesia. Dengan struktur organisasi dan kebijakan perusahaan yang baru, PT. IFS Capital Indonesia siap melayani kebutuhan pembiayaan perusahaan Indonesia baik untuk jasa Anjak Piutang dan Sewa Guna Usaha.

  1. IFS Capital Indonesia (IFSI) merupakan perusahaan anjak piutang yang merupakan berbentuk multi financial company berfokus pada usaha kecil dan menengah di Indonesia. Persyaratan yang harus dipenuhi UKM untuk menjadi client dari alternative pembiayaan pada fasilitas anjak piutang di PT. IFSI ialah telah memiliki usaha yang baik dan menguntungkan. Hal awal yang dilakukan yaitu mengisi formulir permohonan fasilitas yang terdiri bagian Aidentitas pemohon client dan bagian B pernyataan pemohon. Pada bagian B pernyataan pemohonan berisi tentang pernyataan yang akan menunjang terciptanya transaksi anjak piutang secara lancar, dalam hal ini UKM berperan sebagai klien.

Mekanisme transaksi anjak piutang pada PT. International Factors Indonesia

Mekanisme transaksi anjak piutang pada PT. International Factors Indonesia adalah :

 

Gambar 1.9 Mekanisme Transaksi yang dilakukan PT. IFI Capital Indonesia

 

 

Transaksi Anjak Piutang membantu perusahaan / klien dalam meningkatkan modal kerja.Klien mengalihkan/menjual tagihan/piutang kepada kami (PT. IFS Capital Indonesia/ IFSI), dan IFSI akan memberikan dana tunai sampai dengan 90% dari nilai tagihan/piutang. Selanjutnya kegiatan penagihan dan pencatatan tagihan klien akan menjadi tanggung jawab IFSI. Secara berkala IFSI akan memberikan laporan atas tagihan/piutang klien yg telah di-anjak-piutang-kan kepada IFSI.

 

Jenis-jenis transaksi Anjak Piutang yang dapat dilakukan oleh IFSI :

 

  • Anjak Piutang Domestik / Lokal: Transaksi Anjak Piutang terhadap tagihan antar perusahaandomestik.
  • Anjak Piutang Ekspor : Transaksi anjak piutang terhadap tagihan antar negara.
  • Anjak Piutang NonRecourse:Transaksi anjak piutang yang dilindungi dengan asuransi kredit.
  • Anjak Piutang WithRecourse:Transaksi anjak piutang yang dilakukan tanpa menggunakanasuransi kredit.

 

  1. IFS Capital Indonesia (IFSI) berfokus pada UKM di Indonesia, karena keinginannya untuk turut serta mengembangkan pertumbuhan ekonomi karena usaha yang paling banyak terdapat di Indonesia dengan latar belakang unit Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sulit mendapatkan permodalan yang berasal dari bank karena pencairan modal dari bank melalui berbagai persyaratan berbelit-belit dan jaminan agunan serta bunga yang tinggi pula, membuat pengusaha tidak dapat berkonsentrasi terhadap kemajuan dan perkembangan usahanya. Sehingga sering terjadi kebangkrutan/pailit yang menyebabkan pengusaha tidak dapat mengembalikan pinjaman terhadap bank. Pemberian modal terhadap UKM kini tidak hanya monopoli dunia perbankan saja, tetapi dapat juga melalui lembaga pembiayaan. Banyak hal yang membuat salah satu perusahaan pembiayaan yang dapat menjadi alternatif sumber permodalan jangka pendek UKM yaitu anjak piutang. Sekarang yang dibutuhkan UKM bukan hanya pengucuran dana tetapi yang lebih penting lagi membimbingan secaraintensif bagaimana memanajemen usahanya. Disinilah peran perusahaan anjak piutang yangmenjadikan UKM sebagai rekanan/partner, terutama dalam memelihara pembukuan penjualan.

 

Kelebihan PT.IFS Capital Indonesia (IFSI) bagi UKM antara lain;

  1. Manfaat yang dapat diperoleh PT. IFSI bagi UKM yang telah memanfaatkan jasanya yaitu dengan menjaminkan atau menjual piutang usaha (account receivables) untuk memperoleh fasilitas pembiayaan dari anjak piutang, dimana dana yang diperoleh dapat berguna untuk mengatasi “Cashflow Mismatch” karena membesarnya kebutuhan modal kerja.
  2. Permodalan dengan Anjak Piutang dapat meningkatkan efesiensi dalam penagihandan administrasi piutang karena anjak piutang juga menangani credit management.
  3. Dengan Anjak Piutang UKM tidak hanya mendapat permodalan dari penjualan piutangnya, tetapi juga factoring dapat diterapkan untuk transaksi ekspor-impor tanpa menggunakan L/C. Sehingga UKM dapat meluaskan pangsa pasar hingga ke luar negeri.

 

 

 

 

Namun disamping itu adapun kekurangan PT.IFSI yaitu;

   Kekurangan PT IFSI :

  1. Perusahaan ini kurang berkembang di Indonesia karena Bad Debt, sehingga benar-benar perusahaan financial yang besar dan berkuasa yang dapat melakukannya.
  2. Biaya yang ditanggung cukup tinggi yaitu;
  • Service Charge yaitu biaya yang dikeluarkan karena klien menggunakan jasa untuk pengelolaan/pembukuan penjualan (sales ledger) dari transaksi penjualan yang dilakukan klien. Besarnya biaya berkisar antara 0,5%-2,5% tergantung kesepakatan antara anjak piutang dan klien.
  • Discount Charge yaitu biaya yang dikeluarkan karena klien memperoleh pembiayaan (dana tunai) dari lembaga anjak piutang. Besarnya biaya discount charge antara 2%-3%. Biaya ini juga ditetapkan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

KESIMPULAN

 

Anjak Piutang (factoring) adalah suatu transaksi keuangan sewaktu suatu perusahaan menjual piutangnya (misalnya tagihan) dengan memberikan suatu diskon. Ada pun pihak-pihak yang terkait dalam Anjak Piutang yaitu factor, client, customer. Istilah klien (client) dan nasabah(customer) dalam mekanisme anjak piutang memiliki pengertian yang sangat berbeda. Lain halnya dengan bank yang memiliki nasabah atau customer, sedangkan perusahaan anjak piutang hanya memiliki klien dalam hal ini supplier. Selanjutnya, klien yang memiliki nasabah atau customer. Mekanisme anjak piutang ini sebenamya diawali dari adanya transaksi jual beli barang atau jasa yang pembayarannya secara kredit.

Dari contoh perusahaan PT IFI Capital Indonesia (IFSI) kita dapat mengetahui persyaratan pengajuan Anjak Piutang yaitu calon client harus mengisi formulir permohonan fasilitas yang terdiri dari bagian identitas pemohon client, menyetujui dan memenuhi bagian pernyataan pemohon serta melampirkan persyaratan lampiran sebagai bukti penunjang.

Manfaat mekanisme anjak piutang dapat memanfaatkan piutang usaha (accountreceivables) untuk memperoleh fasilitas pembiayaan dari anjak piutang, dimana dana yang diperoleh dapat berguna untuk mengatasi “cashflow mismatch” karena membesarnya kebutuhan modal kerja. Selain itu pula permodalan dengan Anjak piutang dapat meningkatkan efisiensi dalam penagihan dan administrasi piutang karena anjak piutang juga menangani credit management. Dengan anjak piutang UKM tidak hanya mendapat permodalan dari penjualan piutangnya, tetapi juga factoring dapat diterapkan untuk transaksi ekspor-impor (export factoring dan import factoring) tanpa menggunakan L/C. Sehingga UKM dapat meluaskan pangsa pasar hingga ke keluar negeri.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Sigit Triandaru,Totok Budisantoso. 2006. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Salemba Empat. Yogyakarta

Ismawati Linna. 2002. Anjak Piutang Sebagai Alternatif Pembiyaan Untuk  Memperlancar Arus Kas. Makalah. Bandung.

Siamat, D.2002. Menejemen Lembaga Keuangan.FE Universitas Indonesia. Jakarta.

Teddy Pesat. 2009. Anjak Piutang sebagai Alternatif Permodalan Usaha kecil Menengah (UKM) dengan Penetapan Dua Metode Biaya Bunga.Paper. Jakarta

http://www.baharandpartners.com/news_detail.php?nID=352 

http://anamencoba.blogspot.com/2011/04/perkembangan-anjak-piutang-di-indonesia.html 

http://www.ifscapital.co.id http://www.bps.co.id http://ifsa.or.id

http://www.sylabus.web44.net/blk2file/kuliah6.htm 

http://id.wikipedia.org/wiki/Anjak_piutang 

http://www.lppm.undip.ac.id/abstrak/content/view/262/336/  

http://queenchib.blogspot.com/2010/02/anjak-piutang.html

http://www.slideshare.net/ryandsaputri/anjak-piutang

http://www.perfspot.com/docs/doc.asp?id=84709

http://www.smecda.com/Files/Dep_Pembiayaan/Informasi/07_10_Anjak%20Piutang.pdf

http://www.scribd.com/doc/91625608/makalah-anjak-piutang

http://www.indonesiaeximbank.go.id/anjak-hutang-syariah-hawalah-bil-ujrah

\

 

 

Iklan

Lirik dan Terjemahan lagu A Whole New World OST Aladdin

Published Januari 4, 2015 by Munika Sulistiawati

Lirik dan Terjemahan lagu A Whole New World OST Aladdin

[Aladdin]  I can show you the world

Shining, shimmering, splendid
Tell me princess, now when did
You last let your heart decide?
I can open your eyes
Take you wonder by wonder
Over, sideways and under
On a magic carpet ride
A whole new world
A new fantastic point of view
No one to tell us no
Or where to go
Or say we’re only dreaming

[Jasmine] A whole new world
A dazzling place I never knew
But, now, from way up here
It’s crystal clear
That now I’m in a whole new world with you

([Aladdin] now I’m in a whole new world with you)
Unbelievable sights
Indescribable feeling
Soaring, tumbling, freewheeling
Through an endless diamond sky
A whole new world
([Aladdin] Don’t you dare close your eyes)
A hundred thousand things to see
([Aladdin] Hold your breath it gets better)
I’m like a shooting star
I’ve come so far
I can’t go back to where I used to be
A whole new world
With new horizons to pursue
I’ll chase them aywhere
There’s time to spare
Let me share this whole new world with you
A whole new world
A new fantastic point of view
No one to tell us no
Or where to go
Or say we’re only dreaming

[Aladdin]  A whole new world
([Jasmine]  Every turn a surprise)
With new horizons to purue
([Jasmine]  Every moment red-letter)

[Aladdin & Jasmine]  I’ll chase them anywhere
There’s time to spare
Anywhere, there’s time to spare
Let me share this whole new world with you

[Aladdin] A whole new world ([Jasmine] A whole new world)
[Aladdin] That’s where we’ll be ([Jasmine] That’s where we’ll be)
[Aladdin] A thrilling chase
[Jasmine] A wondrous place
[Aladdin & Jasmine] For you and me

TERJEMAHAN

[Aladdin] Saya bisa menunjukkan dunia
Bersinar, berkilauan, indah
Katakan putri, sekarang ketika melakukan
Anda lalu biarkan hatimu memutuskan?

Aku bisa membuka mata Anda
Mengambil Anda bertanya-tanya dengan heran
Selama, samping dan bawah
Pada naik karpet ajaib
Sebuah dunia baru
Sebuah titik fantastis pandang baru
Tidak ada yang memberitahu kita tidak ada
Atau ke mana harus pergi
Atau mengatakan kami hanya bermimpi

[Jasmine] Sebuah dunia baru
Tempat menyilaukan Aku tidak pernah tahu
Tapi, sekarang, dari jalan sampai di sini
Ini jelas
Bahwa sekarang aku di seluruh dunia baru dengan Anda

Pemandangan luar biasa
Perasaan tak terlukiskan
Soaring, jatuh, freewheeling
Melalui langit tak berujung berlian

Sebuah dunia baru
([Aladdin] Jangan kau berani menutup mata Anda)
Seratus ribu hal untuk melihat
([Aladdin] Tahan napas Anda itu akan lebih baik)
Aku seperti bintang jatuh
Aku datang sejauh ini
Aku tidak bisa kembali ke tempat saya dulu

Sebuah dunia baru
Dengan cakrawala baru untuk mengejar
Aku akan mengejar mereka dimana saja
Ada waktu luang
Biarkan saya berbagi ini dunia baru dengan Anda
Sebuah dunia baru
Sebuah titik fantastis pandang baru
Tidak ada yang memberitahu kita tidak ada
Atau ke mana harus pergi
Atau mengatakan kami hanya bermimpi
Sebuah dunia baru
(Setiap gilirannya kejutan)
Dengan cakrawala baru untuk purue
(Setiap saat red-letter)
[Aladdin & Jasmine] Aku akan mengejar mereka di mana saja
Ada waktu luang
Di mana saja, ada waktu luang
Biarkan saya berbagi ini dunia baru dengan Anda
[Aladdin] Sebuah dunia baru [Jasmine] Sebuah dunia baru
[Aladdin] Di situlah kami akan [Jasmine] Di situlah kami akan
[Aladdin] Sebuah mendebarkan mengejar
[Jasmine] Sebuah tempat yang menakjubkan

[Aladdin & Jasmine] Bagi Anda dan saya

 

MANAJEMEN KEUANGAN PADA SEBUAH PERUSAHAAN (LENGKAP)

Published September 3, 2014 by Munika Sulistiawati

MANAJEMEN KEUANGAN PADA SEBUAH PERUSAHAAN

I.ABSTRAK

Perusahaan yang baik tentulah perusahaan yang memiliki manajemen yang baik contohnya; Manajemen Keungan dalam sebuah perusahaan. Karena jika sebuah perusahaan tidak memiliki manajemen yang baik hal ini mempengaruhi keberlangsungan perkembangan sebuah perusahaan. Jika perusahaan dapat mengemukakan dan mempraktekkan manajemen sesuai kode etik yang baik diharapkan sebuah perusahaan dapat bertahan disaat persaingan yang ketat dimana era globalisasi. Bukankah manajemen keuangan menjadi pemicu utama suksesnya sebuah perusahaan?disini saya akan menjelaskan dan mengemukakan pendapat tentang “bagaimana manajemen keuangan perusahaan yang baik bagi sebuah perusahaan?’’

II.PENDAHULUAN

Perusahaan tentu memerlukan manajemen yang baik dalam perusahaan dan sesuai standart juga memenuhi kode etik yang berlaku. Hal-hal yang menyangkut peraturan dari perusahaan ini dikarenakan perusahaan membutuhkan manajemen ,manajemen inilah yang menjadi pondasi bagi sebuah perusahaan. Dimana manajemen adalah pilar tertinggi bagi sebuah perusahaan ,makanya dalam peraturan sebuah manajemen keuangan pun biasanya sebuah perusahaan tak main-main dalam mengatur manajemen yang ada, termasuk mencari pelaku manajemen untuk mengembangkan sebuah perusahaan. Pelaku manajemen adalah seseorang yang memberi keputusan (decision making) dalam setiap masalah yang muncul sehari-hari ,dan memberi peraturan yang dianggap paling benar sebagai pemecah solusi yang ada. Dalam topik kali ini saya akan membahas tentang Manajemen Keuangan dalam sebuah perusahaan, semoga bermanfaat.

III.PEMBAHASAN

PENGERTIAN MANAJEMEN KEUANGAN

Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan/perilaku bisnis pengambilan keputusan,perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana/aset yang dimiliki oleh suatu organisasi bisnis atau perusahaan.
Seorang pelaku manajemen contoh;manajer keuangan dalam suatu perusahaan harus mengetahui bagaimana mengelola segala unsur dan segi keuangan, hal ini wajib dilakukan karena keuangan merupakan salah satu fungsi penting dalam mencapai tujuan perusahaan.

Tujuan manajemen keuangan berkaitan dengan keputusan dibidang keuangan untuk memaksimalkan nilai perusahaan,secara lebih luas tujuan ini merupakan salah satu tujuan perusahaan,maka dari itu nilai perusahaan akan tercermin dari nilai pasar sahamnya semakin tinggi juga nilai perusahaan.

PELAKU MANAJEMEN KEUANGAN

Manajer Keuangan

Aktivitas perusahaan ditinjau dari sudut manajemen keuangan menjadi tugas manajer keuangan. Tugasnya antara lain adalah

  1. Perolehan dana/aset dengan biaya sesuai budget perusahaan.
  2. Penggunaan dana efektif dan efisien
  3. Analisis laporan keuangan
  4. Analisis lingkungan Internal dan eksternal yang berhubungan dengan keputusan rutin.

Berdasarkan tugas tersebut, manajemen keuangan memiliki tujuan antara lain adalah ;

  1. Memaksimalkan nilai perusahaan
  2. Membina relasi dengan pasar modal dan pasar uang
  3. Sifat Dasar Perusahaan

Maka, fungsi manajer keuangan meliputi hal-hal sebagai berikut :

  1. Melakukan pengawasan biaya-biaya
  2. Menetapkan kebijaksanaan harga
  3. Meramalkan laba yang akan datang
  4. Mengukur atau menjajaki biaya modal kerja

KODE ETIK MANAJEMEN KEUANGAN

Dalam usahanya memperoleh laba manajemen harus berprilaku:

  • Memaksimumkan nilai perusahaan, artinya manajemen harus mengahasilkan laba lebih besar dari biaya modal yang digunakannya.
  • Tanggung jawab sosial, artinya dalam mencari laba, manajemen tidak boleh merusak lingkungan alam,sosial, dan budaya.
  • Etika, artinya manajemen dalam mengusahakan laba harus tunduk pada norma-norma sosial di lingkungan mereka bekerja dan tidak boleh menipu masyarakat konsumen.

PERAN MANAJEMEN KEUANGAN
Manajemen keuangan memiliki peran dalam kehidupan perusahaan ditentukan oleh perkembangan ekonomi kapitalisme. Pada awal lahirnya kapitalisme sebagai system ekonomi pada abad 18, manajemen keuangan hanya membahas topik rugi-laba. Selanjutnya berturut-turut ia memiliki peranan antara lain sebagai berikut :

  • Tahun 1900    awal : penerbit surat berharga
  • Tahun 1930 – 1940 : kebangkrutan, reorganisasi
  • Tahun 1940 – 1950 : anggaran & internal audit
  • Tahun 1950 – 1970 : eksternal perusahaan
  • Tahun 1970 – 1980 : inflasi
  • Tahun 1980 – 1990 : krisis ekonomi keuangan
  • Tahun 1990 – skrg : globalisasi

FUNGSI MANAJEMEN KEUANGAN
Berikut ini adalah penjelasan singkat dari fungsi Manajemen Keuangan :

1.Perencanaan Keuangan: membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.

2.Penganggaran Keuangan: tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.

3.Pengelolaan Keuangan: menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.

4.Pencarian Keuangan: mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.

5.Penyimpanan Keuangan: mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dan mengamankan dana tersebut.

6.Pengendalian Keuangan: melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan.

7.Pemeriksaan Keuangan: melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.

8.Pelaporan Keuangan: penyediaan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan sekaligus sebagai bahan evaluasi.

AKTIVITAS MANAJEMEN KEUANGAN
Manajemen keuangan berhubungan dengan 6 aktivitas, yaitu :

  1. Aktivitas pengambilan keputusan terhadap suatu masalah keuangan,yaitu sebagai seseorang yang paling berperan dalam perkembangan keuangan perusahaan.
  1. Aktivitas perencanaan dana/aset,yaitu aktivitas dimana manajer melakukan evaluasi kembali dan analisis dana/asset pereusahaan.
  2. Aktivitas pencarian dana/aset,yaitu dimana seorang manajer berperan penting dalam pengambilan keputusan dalam pilihan mencari dana/asset yang tepat demi keberlangsungan perusahaan.
  3. Aktivitas penggunaan dana, yaitu aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva.
  4. Aktivitas perolehan dana, yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber dana, baik dari sumber dana internal maupun sumber dana eksternal perusahaan.
  5. Aktivitas pengelolaan aktiva, yaitu setelah dana diperoleh dan dialokasikan dalam bentuk aktiva, dana harus dikelola seefisien mungkin.

PERENCANAAN MANAJEMEN KEUANGAN

Perencanaan Keuangan adalah panduan atau pedoman yang disusun perusahaan untuk mencapai tujuan dan membantu meningkatkan nilai perusahaan. Untuk itu biasanya perusahaan melakukannya dengan cara memperkirakan jumlah dan penetapan waktu investasi dan pembiayaan yang diperlukan. Dalam membuat rencana keuangan, seorang pengusaha atau wiraswasta harus memiliki sikap positif sehingga dalam aktivitasnya merencanakan keuangan mengikuti langkah berikut :

  • Menetapkan tujuan perencanaan keuangan perusahaan secara tepat.
  • Menggunakan perencanaan keuangan sebagai motivator dan berusaha mengkomunikasikannya dengan pihak terkait.
  • Memastikan bahwa proses perencanaan diikuti pula oleh pengendalian dan selalu mengkomunikasikannya oleh pihak terkait.
  • Mengevaluasi strategi-strategi keuangan alternatif.
  • Mengumpulkan dan menetapkan target efisiensi baik jangka pendek maupun jangka panjang.
  • Mengembangkan sebuah perencanaan dengan membandingkan terhadap prestasi standar yang sudah ditetapkan.
  • Memeriksa kebenaran perencanaan keuangan secara menyeluruh.
  • Meninjau kembali perencanaan keuangan serta merevisinya sehingga lahir kombinasi strategi yang tepat.

Jika perencanaan keuangan telah dilakukan dengan baik maka masalah keuangan perusahaan akan dapat dikelola dengan baik pula. Hal ini sesuai dengan tujuan dari perencanaan keuangan yaitu :

  1. a)    Meningkatkan investasi dalam usaha.
  2. b)    Perubahan imbalan untuk para wirausaha.
  3. c)    Meningkatkan kemampuan laba dalan usaha.
  4. d)    Dapat memberikan harapan terhadap oertumbuhan usaha.
  5. e)    Meningkatkan efisiensi usaha.

Selanjutnya untuk mengetahui apakah perencanaan keuangan benar-benar dapat mencapai tujuan tersebut, lakukan evaluasi dan analisislah rencana keuangan tersebut,berikut antara lain cara perhitungannya dan analisisnya:

1.Dana Perusahaan
Setiap perusahaan membutuhkan dana untuk tetap beroperasi, karena kegagalan dalam membayar pemasok dapat dapat membuat bangkrutnya usaha. Manajer harus dapat membedakan dua jenis pengeluaran :
• Pengeluaran Jangka Pendek (Short Term / Operatinge Xpenditures)
• Pengeluran Jangka Panjang (Long Term / Capital Xpenditures)

2.Pembiayaan Perusahaan (Corporate Financing)
Untuk memenuhi kebutuhan akan pengeluaran jangka pendek maupun panjang, perusahaan membutuhkan dana yang tidak saja dapat dipenuhi oleh kemampuan modal awal dari pemilik serta kemampuannya dalam menghasilakn laba, tetapi juga dana dari luar perusahaan seiring dengan perkembangan kemajuan usahanya.

3.Sumber Dana Jangka Pendek.
Sumber dana jangka pendek meliputi :

  • Trade Credit (Utang Dagang), berfungsi sebagai sumber dana bagi perusahaan barang telah dapat diterima tetapi pembayarannya diserahkan kemudian.
  • Pinjaman Bank Jangka Pendek Dengan Jaminan (Scured Short Term Loan), merupakan sumber dana jangka pendek yang sangat penting.
  • Pinjaman Jangka Pendek Tanpa Jaminan (Unsecured Short Term Loan), Pinjaman ini merupakan sumber dana jangka pendek yang penting bagi perusahaan. Dengan jenis pinjaman ini, perusahaan tidak perlu menyerahkan jaminan kepada bank.
  • Letter Of Credit, Adalah janji tertulis dari bank bagi pihak pembeli untuk membayar sejumlah uang kepada perusahaan yang dituju (penjual) bila sejumlah kondisi telah terpenuhi.
  • Commercial Paper, adalah surat berharga yang diterbitkan dan dijual oleh
    perusahan besar dan terpercaya untuk memenuhi kebutuhan jangka pendeknya.
  • Factoring. Perusahaan dapat memperoleh dana dengan cepat melalui factoring yaitu dengan menjual piutang perusahaan kepada perusahaan 5faktor (perusahaan pembeli piutang) yang biasanya adalah lembaga keuangan.

4.Sumber Dana Jangka Panjang.
Pada umumnya perusahaan membutuhkan dana jangka panjanguntuk memenuhi pengeluaran jangka panjangnya, seperti pembelian aktiva tetap. Agar bias memulai usahanya perusahaan harus mengeluarkan dana untuk bangunan dan peralatan. Pencarian dana jangka panjang diperoleh dari :
Pembiayaan Melalui Utang :
a) Utang jangka panjang
b) Obligasi perusahaan

Pembiayaan Dengan Modal Sendiri (Equity Financing) :
a) Saham biasa
b) Laba ditahan

Bila dikaitkan dengan tujuan ini, maka fungsi manajer keuangan meliputi hal-hal sebagai berikut :

  1. Melakukan pengawasan atas biaya
  2. Menetapkan kebijaksanaan harga
  3. Meramalkan laba yang akan datang
  4. Mengukur atau menjajaki biaya modal kerja

5.Penganggaran Modal ( Capital Budgeting)
Istilah penganggaran modal digunakan untuk melukiskan tindakan perencanaan dan pembelanjaan pengeluaran modal, seperti untuk pembelian equipment baru untuk memperkenalkan produk baru, dan untuk memodernisasi fasilitas pabrik.

Penganggaran Modal  sebagai Suatu Konsep Investasi
Dikatakan sebagai suatu konsep investasi, sebab peng anggaran modal melibatkan suatu pengikatan (penanaman) dana di masa sekarang dengan harapan memperoleh keuntungan yang dikehendaki di masa mendatang.
Investasi membutuhkan dana yang relatif besar dan keterika tan dana tersebut dalam jangka waktu yang relatif panjang, serta mengandung resiko.

Jenis Investasi
Investasi dapat diklasifikasikan menjadi 4 (empat) golongan, yakni sebagai berikut :

  • Investasi yang tidak menghasilkan laba (non profit investemen).
  • Investasi yang tidak dapat diukur labanya (non measurable profit investment)
  • Investasi dalam penggantian ekuipmen (replacement investment).
  • Investasi dalam perluasan usaha (expansion investment).

Penjelasan Masing-masing Jenis Investasi di atas

  • Investasi yang tidak menghasilkan laba.
  • Investasi yang tidak dapat diukur labanya.
  • Investasi dalam Penggantian Mesin dan Equipment.
  • Investasi dalam Perluasan Usaha 

6.Penggolongan Investasi Dalam Pemilihan Alternatif Investasi
Ada beberapa kriteria dalam penilaian investasi yakni dapat menggunakan
beberapa metode :
   1. Payback Method.
   2. Average Return on Investment
   3. Present Value
   4. Discounted Cash Flows.

7.Metode Penilaian Inverstasi                                                                                                                                   Metode ini sering pula disebut dengan istilah lain seperti payoff method dan pay out method.
Faktor yang menentukan penerimaan atau penolakan suatu usulan investasi adalah jangka waktu yang diperlukan untuk menutup kembali investasi.

Perhitungan Pay-back yang belum memperhitungkan Unsur Pajak Penghasilan
Pay-back Periode = Investasi
( dlm tahun) Laba Tunai rata-2 per tahun
Misal :

Suatu rencana investasi membutuhkan investasi, mula-mula (akuntansi diferensial) sebesar Rp. 85.000.000,- diperkira- kan laba tunai setelah pajak /tahun selama 5 tahun berturut turut yakni : Rp. 23 juta, Rp. 18. Juta, Rp. 21 juta, Rp. 36 juta dan Rp. 25 juta.

Perhitungan pay-back period jika Aliran Kas Masuk Bersih tiap periode tidak sama :
Tahun     Laba Tunai     Investasi Yang Ditutup     Payback Period yang Diperlukan
  1          Rp. 23 juta        Rp. 23 juta                              1,0
  2         Rp. 18 juta         Rp. 18 juta                               1,0
  3         Rp. 21 juta         Rp. 21 juta                               1,0
  4         Rp. 36 juta        Rp. 18 juta                               0,5
  5         Rp. 25 juta               –                                      –
             Rp. 85 juta     3,5 tahun

Kesimpulan : Dalam jangka waktu 3,5 tahun investasi sudah dapat kembali sebelum masa umum ekonomisnya habis.

8.Arus Kas Masuk
Menurut pernyataan standar akuntansi Keuangan (PSAK) No. 2, laporan arus kas adalah memberi informasi histories mengenai perubahan kas dan setara kas dari laporan arus kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas investasi, maupun pendanaan (financing) selama suatu periode akuntansi.

9.Average Return on Investment Method ( Metode Rata-rata Kembalian Investasi)

Metode ini juga disebut Accounting method atau Financial Statement method.
Rumus. : Rata-rata kembalian Investasi
Rata-Rata Kembalian = Laba Sesudah Pajak = … %

Rata Rata Investasi
Kriteria Penilaian.

  • Suatu investasi akan diterima jika tarif kembalian investasinya dapat memenuhi batasan yang ditetapkan manajer.
  • Jika Pengambilan Keputusan belum memiliki batasan tarif kembalian investasi, maka dari beberapa investasi yang diusulkan dipilih adalah yang memberikan tingkat kembalian yang terbesar.

Kebaikan Metode Rata-rata Kembalian Investasi.
Metode ini telah memperhitungkan aliran kas selama umur proyek investasi.

Kelemahan Metode Rata-rata Kembalian Investasi
1. Tidak memperhitungkan nilai waktu uang.
2. Dipengaruhi oleh penggunaan metode depresiasi.
3. Metode tidak dapat diterapkan jika investasi dilakukan dalam beberapa tahap.

Contoh :
Untuk melaksanakan suatu proyek diperlukan investasi mula-mula adalah Rp. 10.000.000. diperkirakan 10 th, tanpa nilai residu pada akhir tahun kesepuluh. Diperkirakan setiap tahun akan dapat diperoleh kas masuk (cash inflows) rata-rata sebesar Rp. 4.000.000, sedangkan kas keluar (cash outflows), termasuk pajak, rata-rata sebesar Rp. 2.500.000.

Tarif Kembalian Investasi :

Rp.(4.000.000 – 2.500.000) – (10.000.000/10)

Rp. 10.000.000

= 5%

10.Metode Average Rate of Return ( Metode masa Pengembalian Investasi )
Metode ini digunakan untuk mengukur rata-rata tingkat keuntungan investasi. Misalnya, investasi proyek poliklinik baru
• Aktiva tetap : Rp. 800 juta, umur 8 thn.
• Modal kerja : Rp. 200 juta
• Penghasilan kerja : Rp.1.500 juta/thn
• Biaya operasional tunai Rp. 1000 juta
• Pendapatan : Rp. 1.500 juta
• Biaya-biaya :
-Operasional tunai Rp. 1.000 jt
-Penyusutan (Rp. 800jt/8) Rp. 1.100jt
• Laba sblm pajak : Rp. 400jt
• Pajak (35%) : Rp. 140jt
• Laba stlh pajak : Rp. 260jt
Rata-rata dana investasi susut Rp. 100jt/thn
Rata-rata dana investasi dalam aktiva tetap =(800jt+700+600+500+400+300+200+100+0)/9= Rp. 400jt
Total investasi rata-rata = RP. 400jt+RP. 200jt = Rp.600jt
Average Rate of Value = Rp.260 X 100%
Rp.600
= 43,33 %

11.Metode Net Present Value
Metode Net Present Value adalah selisih uang yang diterima dan uang yang dikeluarkan dengan memperhatikan time value of money. Gunakan rumus time value of money yang present value untuk mengetahui nilai uang saat ini. Oleh karena uang tersebut akan diterima di masa depan, kita harus mengetahui berapa nilainya jika kita terima sekarang. Jika selisihnya positif maka bisnis tersebut diterima. JIka negative, bisnis tersebut tidak layak. Jika 0, bisnis tetap dijalankan jika bisnis tersebut digunakan untuk kepentingan public. NPV semakin besar semakin layak. Untuk independent projects pilih yang positif. Untuk mutually eksklusif pilih yang positifnya paling besar.

12.Metode Profitability Index
Metode ini menghitung perbandingan antara nilai arus kas bersih yang akan datang dengan nilai investasi yang sekarang. Profitability Index harus lebih besar dari 1 baru dikatakan layak. Semakin besar PI, investasi semakin layak.

13.Metode Internal Rate of Return

Metode Internal Rate of Return adalah adopsi dari NPV. Satuannya menggunakan %. Tingkat bunga dimana arus kas masuk yang sudah di-presentvaluekan = Initial Investment-nya. IRR > K diterima, IRR < K ditolak. Semakin besar IRR, proyek semakin layak.

HAK-HAK KARYAWAN DALAM SEBUAH PERUSAHAAN

Karyawan memiliki fungsi dan peranan yang sangat penting dalam perkembangan suatu usaha atau bisnis. Karyawan/pekerja adalah lokomotif penggerak suatu entitas bisnis yang tergabung dalam suatu manajemen perusahaan yang artinya tanpa adanya karyawan atau pekerja tidak mungkin suatu perusahaan dapat melakukan operasional bisnisnya untuk mewujudkan tujuan perusahaan dalam mendapatkan laba.

Dalam kondisi normal dan perusahaan masih dapat beroperasi dengan baik, kepentingan dan hak-hak karyawan/pekerja masih dapat diakomodir oleh manajemen perusahaan. Tetapi ketika perusahaan tersebut mendapatkan terpaan krisis atau masalah keuangan (pailit) seringkali hak-hak karyawan/pekerja tidak bisa diakomodir lagi dan bahkan dilupakan oleh manajemen perusahaan dan pihak-pihak yang diperintahkan untuk mengurusi masalah keuangan dan aset perusahaan.

Ketika terjadi Pailit pembayaran upah karyawan/pekerja dilakukan oleh Kurator(manajer/supervisor) yang dalam hal ini menggantikan posisi Perusahaan. Sehingga hak buruh dalam hal ini upah dan tunjangan lainnya menurut Undang-Undang Ketenagakerjaan akan berubah menjadi utang yang didahulukan pembayarannya. Dan penjelasannya menyebutkan yang dimaksud didahulukan pembayarannya adalah upah karyawan/pekerja harus dibayar lebih dahulu daripada utang-utang lainnya. Dalam pasal 39 ayat (2) Undang –Undang No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang telah ditentukan bahwa upah buruh untuk waktu sebelum dan sesudah pailit termasuk utang harta pailit artinya upah buruh harus dibayar lebih dahulu daripada utang-utang lainnya.

Manajemen keuangan bukan hanya berkutat seputar pencatatan akuntansi. Dia merupakan bagian penting dari manajemen program dan tidak boleh dipandang sebagai suatu aktivitas tersendiri yang menjadi bagian pekerjaan orang keuangan. Manajemen keuangan lebih merupakan pemeliharaan suatu kendaraan, apabila kita tidak memberinya bahan bakar dan oli yang bagus serta service teratur, maka kendaraan tersebut tidak akan berfungsi secara baik dan efisien. Lebih parah lagi, kendaraan tersebut dapat dirusak ditengah jalan dan gagal untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

Jadi, manajemen keuangan adalah aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk memperoleh sumber modal yang semuah-murahnya dengan menggunakanya seefektif, seefisien, dan seproduktif mungkin untuk menghasilkan laba.

Dalam prakteknya, Manajemen Keuangan adalah tindakan yang diambil dalam rangka menjaga kesehatan keuangan organisasi. Untuk itu, dalam membangun sistem manajemen keuangan yang baik maka diperlukan pengidentifikasian prinsip-prinsip manajemen keuangan yang baik pula. Adapun 7 prinsip dari manajemen keuangan yang harus diperhatikan:

  1. Konsistensi (Consistency) : Sistem dan kebijakan keuangan dari organisasi harus konsisten dari waktu ke waktu. Ini tidak berarti bahwa sistem keuangan tidak boleh disesuaikan apabila terjadi perubahan di organisasi. Pendekatan yang tidak konsisten terhadap manajemen keuangan merupakan suatu tanda bahwa terdapat manipulasi di dalam pengelolaan keuangan.
  2. Akuntabilitas (Accountability) : Akuntabilitas adalah kewajiban moral atau hukum yang melekat pada individu, kelompok, atau organisasi untuk menjelaskan bagaimana dana, peralatan, atau kewenangan yang diberikan pihak ketiga telah digunakan. Organisasi harus dapat menjelaskan bagaimana dia menggunakan sumber dayanya dan apa yang telah dia capai sebagai pertanggungjawaban kepada pemangku kepentingan dan penerima manfaat. Semua pemangku kepentingan berhak untuk mengetahui bagaimana dana dan kewenangan digunakan.
  3. Transparansi (Transparency) : Organisasi harus terbuka dengan pekerjaannya, menyediakan informasi berkaitan dengan rencana dan aktivitasnya kepada para pemangku kepentingan. Termasuk di dalamnya menyiapkan laporan keuangan yang akurat, lengkap, dan tepat waktu serta dapat dengan mudah diakses oleh pemangku kepentingan dan penerima manfaat. Apabila organisasi tidak transparan, hal ini mengindikasikan ada sesuatu hal yang disembunyikan.
  4. Kelangsungan Hidup (Viability) : Agar keuangan terjaga, pengeluaran organisasi di tingkat strategic maupun operasional harus sejalan/disesuaikan dengan dana yang diterima. Kelangsungan hidup (viability) merupakan suatu ukuran tingkat keamanan dan keberlanjutan keuangan organisasi. Manager organisasi harus menyiapkan sebuah rencana keuangan yang menunjukkan bagaimana organisasi dapat melaksanakan rencana strategiknya dan memenuhi kebutuhan keuangannya.
  5. Integritas (Integrity) : Dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya, individu yang terlibat harus mempunyai integritas yang baik. Selain itu, laporan dan catatan keuangan juga harus dijaga integritasnya melalui kelengkapan dan keakuratan pencatatan keuangan.
  6. Pengelolaan (Stewardship) : Organisasi harus dapat mengelola dengan baik dana yang telah diperoleh dan menjamin bahwa dana tersebut digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Secara praktek, organisasi dapat melakukan pengelolaan keuangan dengan baik melalui berhati-hati dalam perencanaan strategic, identifikasi resiko-resiko keuangan, dan membuat sistem pengendalian dan sistem keuangan yang sesuai dengan organisasi.
  7. Standar Akuntansi (Accounting Standards) : Sistem akuntansi dan keuangan yang digunakan organisasi harus sesuai dengan prinsip dan standar akuntansi yang berlaku secara umum. Hal ini berarti bahwa setiap akuntan di seluruh dunia dapat mengerti sistem yang digunakan organisasi.

Tujuan perusahaan adalah mencari laba dan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Dalam kegiatannya mencari laba, pemilik memberi wewenang kepada manajemen untuk melaksanakannya. Dalam usahanya memperoleh laba, manajemen harus berperilaku:

  1. Memaksimumnkan nilai perusahaan, artinya manajemen harus menghasilkan laba lebih besar dari biaya modal yang digunakannya.
  2. Tanggung jawab sosial, artinya dalam mencari laba, manajemen tidak boleh merusak lingkungan alam, sosial, dan budaya.
  3. Etika, artinya manajemen dalam mengusahakan laba harus tunduk pada norma-norma sosial di lingkungan mereka bekerja dan tidak boleh menipu masyarakat sebagai konsumen.

IV.KESIMPULAN

  • Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan/perilaku bisnis pengambilan keputusan,perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana/aset yang dimiliki oleh suatu organisasi bisnis atau perusahaan.
  • Perencanaan Keuangan adalah panduan atau pedoman yang disusun perusahaan untuk mencapai tujuan dan membantu meningkatkan nilai perusahaan,meliputi analisis : sumber dana perusahaan,pengganggaran perusahaan,dana jangka panjang dan pendek,nilai rata-rata dst.
  • Karyawan memiliki fungsi dan peranan yang sangat penting dalam perkembangan suatu usaha atau bisnis. Sehingga harus terjamin keberadaannya diperusahaan serta fasilitas yang diberikan kepada karyawan,termasuk perusahaan membayar upah tepat waktu kepada buruh/karyawan.

Sistem Operasi Jaringan

Published Agustus 30, 2014 by Munika Sulistiawati
  1. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
    1. Petunjuk Bagi Siswa
    Siswa diharapkan mampu berperan aktif dan berinteraksi
    dengan sumber belajar yang mendukungnya, karena itu harus
    diperhatikan beberapa hal sebagai berikut :
    a. Langkah – langkah Belajar
    Modul ini berisi materi mengenai kompetensi Mendiagnosis
    permasalahan perangkat yang tersambung jaringan, oleh sebab itu
    perlu diperhatikan beberapa hal agar peserta diklat lebih berkompeten
    dan professional, yaitu :
    1) Apa yang harus dikerjakan pertama kali dalam Mendiagnosis
    permasalahan pengoperasian PC yang tersambung jaringan?
    2) Bagaimana cara Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC
    yang tersambung jaringan?
    3) Apakah diagnosis permasalahan pengoperasian PC yang
    tersambubng jaringan sudah sesuai dengan aturan dan apakah
    sistem dapat bekerja dengan baik dan benar ?
    b. Perlengkapan yang Harus Dipersiapkan
    Untuk menunjang kelancaran tugas yang akan Anda lakukan, maka
    persiapkanlah seluruh perlengkapan yang diperlukan sesuai dengan
    jenis tugas pada masing-masing kegiatan pemelajaran.
    c. Hasil Pelatihan
    Anda akan mampu melakukan tugas/pekerjaan mendiagnosis
    permasalahan pengoperasian PC yang tersambung jaringan.

    B. KEGIATAN BELAJAR
    1. Kegiatan Belajar 1: Mengidentifikasi Masalah Fungsionalitas
    Jaringan pada Perangkat Melalui Gejala yang Muncul
    a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
    1) Peserta diklat mampu mengetahui jenis-jenis gangguan pada
    perangkat jaringan.
    2) Peserta diklat mampu mengetetahui Performance dan kondisi
    perangkat yang terhubung jaringan.
    b. Uraian Materi 1
    Mendiagnosis permasalahan perangkat yang tersambung jaringan
    merupakan pekerjaan yang harus dilakukan oleh administrator
    jaringan. Pekerjaan ini memerlukan ketelitian dan kesabaran yang
    tinggi agar di dapat hasil yang baik.
    Komputer yang terhubung jaringan sering kali mengalami gangguan
    maupun kerusakan baik dari sisi hardware atau software. Hal ini
    disebabkan oleh banyaknya pengguna komputer yang terhubung
    dalam sistem jaringan.
    Jaringan komputer sangat rawan terhadap ganguan atau kerusakan
    dikarenakan banyak sekali faktor yang dapat menyebabkan terjadi
    ganguan atau kerusakan pada jaringan tersebut. Faktor-faktor yang
    dapat menyebabkan terjadinya kerusakan adalah:
    1) Tegangan Listrik
    Tegangan listrik dapat menyebabkan ganguan apabila tegangan yang
    dihasilkan tidak stabil, sering terjadi naik dan turun atau mati
    mendadak dari sumber PLN. Hal tersebut sangat mempengaruhi
    dikarenakan semua peralatan yang kita gunakan bersumber pada
    8
    listrik. Sumber listrik yang kita gunakan tidak baik atau tidak stabil,
    dapat menyebabkan peralatan yang kita gunakan mudah rusak.
    Komputer yang kita gunakan sering mati mendadak karena sumber
    listrik mati dapat menyebabkan komputer yang kita gunakan akan
    cepat rusak. Sehinga akan mempengaruhi jaringan apabila terjadi
    kerusakan pada komputer workstation maupun di komputer server.
    2) Mati atau tidak berfungsinya komponen pada jaringan
    Mati atau tidak berfungsinya komponen pendukung jaringan
    disebabkan oleh korosi (berkarat) dan rusak. Korosi yang terjadi
    dikarenakan ruang atau tempat jaringan yang lembab dan juga
    pemakaian yang suah terlalu lama tanpa adanya perawatan yang
    berkala.
    Dalam sistem jaringan LAN sering kita menyebut permasalahan yang
    menyebabkan seluruh atau sebagian jaringan terganggu disebut
    jaringan dalam kondisi down. Down dalam jaringan bisa kita artikan
    sedang turun atau tidak bekerja secara maksimal. Down dapat
    meyebabkan komunikasi dalam jaringan menjadi lambat atau tidak
    bekerja sama sekali. Kondisi tersebut yang perlu ditangani sehingga
    jaringan dapat bekerja dengan baik dan kembali normal. Istilah Down
    dalam jaringan komputer LAN berbeda dengan Down pada jaringan
    Warnet (warung Internet). Down pada jaringan LAN disebabkan sistem
    dalam jaringan LAN tersbut atau karena tidak berfungsinya peralatan
    maupun komponen dalam jaringan LAN tersebut. Down pada Warnet
    disebabkan oleh banyak sekali faktor diantaranya pengaruh dari
    jaringan LAN yang ada dalam warnet, dari Provider (jasa pelayanan
    akses internet) yang mengalami gangguan dan bisa juga dari line
    telphon yang penuh sehingga menyebabkan akses ke internet tidak
    dapat dilakukan.
    9
    Down dalam jaringan LAN lebih mudah penanganannya apabila
    dibandingkan dengan Down pada Warnet. Down dalam jaringan LAN
    lebih mudah diatasi karena kita dapat mendeteksi melalui indikatorindikator
    yang dapat kita lihat.
    Indikator-indikator tersebut memberikan isarat jika terjadi kerusakan
    atau tidak berfungsinya komponen. Indikasi kerusakan pada masing
    masing komponen dapat diuraikan sebagai berikut:
    a) Server
    Server adalah komputer yang biasanya dikhususkan untuk
    penyimpanan data atau system operasi berbasis network (Network
    Operating System), berisikan daftar user yang diperbolehkan
    masuk ke server tersebut. Jadi apabila komputer server mengalami
    kerusakan atau gangguan secara otomatis seluruh jaringan tidak
    berfungsi karena server merupakan pintu masuk dan sebagai pusat
    jaringan tersebut. Jadi apabila seluruh jaringan tidak dapat
    berfungsi berarti terjadi gangguan atau kerusakan pada server.
    b) Workstation
    Workstation adalah komputer yang memanfaatkan jaringan untuk
    menghubungkan komputer tersebut dengan komputer lain atau
    komputer tersebut dengan server. Pemanfaatan jaringan tersebut
    dapat berupa sharing data, sharing printer dan sebagainya. Apabila
    terjadi kerusakan pada komputer workstation berarti komputer
    yang digunakan tidak dapat masuk dalam jaringan sehingga tidak
    dapat berkomunikasi dengan komputer server maupun komputer
    lain dalam jaringan tersebut.
    10
    c) Hub/switch
    Hub/switch merupakan terminal atau pembagi signal data bagi
    kartu jaringan (Network Card). Jika Hub mengalami kerusakan
    berarti seluruh jaringan juga tidak dapat berfungsi untuk
    berkomunikasi antar workstation atau komputer workstation
    dengan server. Apabila terjadi kerusakan pada Hub dapat dilihat
    pada lampu indikator power dan lampu indikator untuk masing
    masing workstation. Apabila lampu indikator power Hub/switch
    mati berarti kemungkinan besar Hub tersebut rusak. Jika ada
    lampu indikator workstation yang tidak menyala menyatakan
    bahwa komputer workstation sedang tidak aktif (tidak hidup) atau
    ada gangguan pada komputer workstation tersebut.
    Gambar 1. Switch
    Gambar 2. Hub
    11
    d) Network Interface Card (Kartu jaringan)
    Sebuah kartu jaringan (LAN Card) yang terpasang pada sebuah
    komputer server maupun workstation sehingga komputer dapat
    dihubungkan ke dalam sistem jaringan. Apabila terjadi gangguan
    atau kerusakan pada kartu jaringan berakibat pada komputer
    tersebut tidak dapat masuk dalam sistem jaringan. Indikator yang
    dapat dilihat dalam kerusakan kartu jaringan adalah matinya lampu
    indikator yang terdapat pada kartu jaringan dan lampu indikator di
    Hub/switch saat komputer telah hidup dan konektifitas kabel dari
    kartu jaringan dan hub/switch telah baik.
    Gambar 3. Kartu Jaringan (LAN Card) PCI dengan Konektor
    RJ45
    12
    Gambar 4.
    a. Kartu Jaringan (LAN Card) PCI dengan Konektor BNC dan RJ45
    b. Kartu Jaringan (LAN Card) ISA dengan Konektor BNC
    e) Kabel dan konektor
    Kabel dan konektor merupakan media penghubung antara
    komputer dengan komputer lain atau dengan peralatan lain yang
    digunakan untuk membentuk jaringan. Kabel dan konektor untuk
    membuat jaringan LAN yang banyak digunakan ada 3 jenis yaitu:
    (1) Jenis kabel serat optik menggunakan konektor SC dan ST.
    Gangguan atau kerusakan pada kabel dan konektor jenis serat
    optik sangat jarang, tetapi memerlukan penanganan secara
    khusus untuk perawatan jaringan.
    Konektor BNC
    Konektor RJ 45
    a
    b
    13
    Gambar 5. Kabel Jenis Serat Optik
    Gambar 6. Konektor untuk Kabel Jenis Serat Optik
    14
    (2) Jenis Kabel UTP dengan konekor RJ45. Gangguan atau
    kerusakan pada kabel jenis ini adalah konektor yang tidak
    terpasang dengan baik (longgar), susunan pengkabelan yang
    salah dan kabel putus. Indikasi yang dapat dilihat adalah lampu
    indikator yang tidak hidup pada kartu jaringan atau pada
    Hub/switch. Jaringan menggunakan kabel UTP kesalahan yang
    muncul relatif sedikit, karena jaringan terpasang menggunakan
    topologi star, workstation terpasang secara paralel dengan
    menggunakan swicth/hub. Sehingga yang terjadi gangguan
    hanya pada workstation yang kabelnya mengalami gangguan
    saja.
    Gambar 7. Kabel Jenis UTP (Unshielded Twist Pair) dan
    Penampangnya
    Gambar 8.Konektor RJ45 untuk Kabel Jenis UTP
    15
    (3) Jenis kabel Coaxial dengan konektor BNC. Kabel jenis coaxial
    memiliki akses yang cukup lambat bila dibandingkan jenis kabel
    lainnya dan sering terjadi gangguan karena konektor yang
    longgar (tidak konek), kabel short dan kabel terbuka resistor
    pada terminating conector. Short pada pemasangan kabel
    dengan plug konektor ini menyebabkan system jaringan akan
    down dan komunikasi antar komputer berhenti.
    Gambar 9. Kabel Jenis Coaxial
    a b c
    Gambar 10. a. Konektor BNC; b. Terminator BNC;
    c. T BNC
    Dalam sistem jaringan LAN komponen satu dengan yang
    lainnya adalah saling berkaitan dan berhubungan, maka dalam
    proses diagnosa kerusakan pada jaringan harus dilakukan
    16
    dengan terstruktur dan sistematis. Hal ini untuk mempermudah
    dalam proses perbaikan jaringan. Selain perbaikan perlu juga
    dilakukan perawatan jaringan agar kondisi jaringan optimal dan
    normal. Jangan sampai melakukan perawatan jika terjadi
    kerusakan saja, karena dengan melakukan perawatan secara
    berkala biaya yang dikeluarkan akan lebih sedikit dibandingkan
    melakukan perawatan saat terjadi kerusakan saja. Kinerja
    jaringan yang tidak terawat menyebabkan komunikasi data
    menjadi lambat.
    c. Rangkuman 1
    Mendiagnosa permasalahan yang terjadi pada jaringan dilakukan untuk
    mengetahui bagian-bagian jaringan yang kemungkinan mengalami
    kerusakan atau gangguan. Mendiagnosa kerusakan dapat dilakukan
    secara hardware maupun secara software dengan indikasi-indikasi
    yang dapat diamati. Untuk mendapatkan jaringan komputer yang baik
    dan bekerja secara normal harus dilakukan perawatan secara berkala.
    Perawatan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi perangkat
    pendukung jaringan dan kondisi jaringan dalam berkomunikasi data.
    Dengan perawatan yang berkala diharapkan sistem jaringan tersebut
    akan selalu dalam kondisi yang terjaga dengan baik dan bekerja
    secara normal.
    d. Tugas 1
    1) Perhatikan dan catatlah kondisi peralatan yang digunakan dalam
    jaringan pada saat jaringan bekerja secara normal!
    2) Periksa dan catatlah secara hardware dengan mengindikasikan
    bahwa jaringan tersebut sudah dapat bekerja dengan baik serta
    alasannya!
    17
    3) Periksa dan catatlah jenis topologi fisik jaringan yang digunakan
    dalam laboratorium anda, jenis kabel dan alasan menggunakan
    jenis tersebut!
    e. Tes Formatif 1
    1) Sebutkan peralatan vital yang harus dimiliki untuk membangun
    sebuah jaringan beserta fungsinya masing-masing dalam jaringan
    tersebut!
    2) Sebutkan dan jelaskan topologi fisik jaringan yang ada minimal 2
    buah serta keuntungan dan kerugiannya!
    3) Dalam Jaringan apakah perlu dilakukan perawatan? Kalau perlu
    berapa jangka waktu perawatannya? Mengapa harus dilakukan
    perawatan? Pada bagian apa saja?
    f. Kunci Jawaban Formatif 1
    1) Peralatan vital yang harus dimiliki untuk membangun sebuah
    jaringan beserta fungsinya masing-masing dalam jaringan tersebut
    adalah:
    a) Komputer Sever
    Fungsi komputer Server adalah sebagai pusat data sebagai
    pintu masuk ke dalam sistem jaringan dan berisikan daftar user
    yang diperbolehkan masuk ke server atau kedalam sistem
    jaringan tersebut.
    b) Komputer workstation (client)
    Komputer client berfungsi memanfaatkan jaringan untuk
    menghubungkan komputer tersebut dengan komputer lain atau
    komputer tersebut dengan server. Pemanfaatan jaringan
    18
    tersebut dapat berupa sharing data, sharing printer dan
    sebagainya.
    c) HUB/switch
    Hub/switch berfungsi sebagai terminal atau pembagi sinyal data
    bagi kartu jaringan (Network Card).
    d) Kartu jaringan NIC
    Sebuah kartu jaringan (LAN Card) yang terpasang pada sebuah
    komputer server maupun client berfungsi sebagai media untuk
    penghubung sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam
    sistem jaringan
    e) Kabel dan Konektor
    Kabel dan konektor berfungsi sebagai media penghubung
    antara komputer client dengan komputer client yang lain atau
    dengan peralatan lain yang digunakan untuk membentuk
    jaringan.
    2) Topologi fisik jaringan yang digunakan beserta keuntungan dan
    kerugiannya adalah:
    a) Topologi Bus atau Linier
    Merupakan topologi fisik yang menggunakan kabel Coaxial
    dengan menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm
    pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel
    yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat
    node-node.
    Keuntungannya adalah biaya yang murah, instalasi sederhana.
    Tidak memerlukan Hub/Switch.
    19
    Kerugiannya adalah karena sinyal 2 arah dengan satu kabel
    kemungkinan terjadi collision (tabrakan data atau tercampurnya
    data)sangat besar, jika terjadi putus atau longgar pada salah
    satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti,
    pengecekan kabel yang putus akan memakan waktu yang lama
    karena harus dilakukan satu persatu.
    b) Topologi Ring
    Adalah topoligi fisik yang tertutup sehingga informasi dan data
    disalurkan dalam satu arah yang membentuh lingkaran
    tertutup
    sehingga mengesankan cincin tanpa ujung.
    Keuntungannya adalah: layout instalasi yang sederhana, Tidak
    memerlukan Hub/Switch, tidak terjadi collision (tabrakan data
    atau tercampurnya data).
    Kerugiannya adalah: Jika terjadi putus atau longgar pada salah
    satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti,
    pengecekan kabel yang putus akan memakan waktu yang lama
    karena harus dilakukan satu persatu.
    c) Topologi Star
    Topologi Star adalah topologi setiap node akan menuju node
    pusat/sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node
    pusat baru menuju ke node tujuan.
    Keuntungan: jenis topologi ini mudah dikembangkan, jika
    terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya node
    tersebut yang terganggu tanpa mengganggu jaringan lain.
    20
    Kerugian: memerlukan biaya tambahan karena membutuhkan
    Hub/switch sebagai pusat node (node sentral)
    d) Topologi Hybrid
    Topologi Hybrid merupakan gabungan atau kombinasi dari dua
    atau lebih topologi jaringan lainnya. Topologi Hybrid sering juga
    disebut Tree topology.
    Keuntungan dan keruguan adalah sama dengan jenis topologi
    yang digunakan dari masing-masing gabungan topologi
    tersebut.
    3) Jaringan sangat perlu dilakukan perawatan. Perawatan harus
    dilakukan secara berkala dan dilakukan pengecekan setiap minggu
    serta pada saat terjadi gangguan. Perawatan perlu untuk
    mendapatkan kinerja jaringan yang optimal dan selalu dalam
    kondisi yang normal. Bagian yang memerlukan perawatan adalah
    seluruh komponen jaringan baik secara hardware maupun secara
    software.
    g. Lembar Kerja 1
    Alat dan bahan :
    1 (Satu) unit komputer yang telah terinstali sistem operasi jaringan
    sebagai server, 1 (Satu) unit komputer yang telah terinstall sistem
    operasi sebagai workstation (client), Network Interface card (kartu
    jaringan) yang telah terpasang pada komputer server maupun
    workstation kabel UTP untuk menghubungkan komputer server
    dengan komputer client, switch/hub, Konektor RJ45, Tang (Crimping
    tooll)
    21
    Kesehatan dan Keselamatan Kerja
    1) Berdo’alah sebelum memulai kegiatan belajar.
    2) Gunakan alas kaki yang terbuat dari karet untuk menghindari
    aliran listrik ketubuh (tersengat listrik)
    3) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar
    kegiatan belajar.
    4) Letakkan komputer pada tempat yang aman.
    5) Pastikan komputer dalam keadaan baik, semua kabel
    penghubung terkoneksi dengan baik.
    6) Jangan meletakkan benda yang dapat mengeluarkan medan
    elektromagnetik di dekat komputer (magnet, handphone, dan
    sebagainya).
    7) Jangan meletakkan makanan dan minuman diatas komputer.
    8) Gunakanlah komputer sesuai fungsinya dengan hati-hati.
    9) Setelah selesai, matikan komputer dengan benar.
    Langkah Kerja
    1) Persiapkan semua peralatan dan bahan pada tempat yang aman.
    2) Periksa bahwa Kartu jaringan telah terpasang dengan baik pada
    komputer server maupun workstation (client).
    3) Periksa semua konektor kabel telah terhubung dengan baik (tidak
    longgar) pada komputer server dan workstation (client).
    4) Periksa kabel penghubung antara komputer server ke switch/hub
    dan komputer workstation (client) ke switch/hub.
    5) Hidupkan komputer server dan masuklah sebagai admin (root)
    dengan user name dan pasword admin.
    6) Hidupkan Komputer client.
    7) Periksa setting alamat IP dan subnet mask pada komputer server
    dan client.
    22
    8) Cek koneksi antar komputer workstation (client) maupun
    komputer server dengan workstation (client).
    9) Matikan komputer dengan benar.
    10) Rapikan dan bersihkan tempat praktek
    23
    2. Kegiatan Belajar 2: Memilah Masalah Berdasarkan
    Kelompoknya
    a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
    1) Peserta diklat mampu mengklasifikasi permasalahan pada
    pengoperasian LAN
    2) Peserta diklat mampu mengidentifikasi masing-masing jenis
    permasalahan yang ada pada hardware.
    3) Peserta diklat mampu mengidentifikasi masing-masing jenis
    permasalahan yang ada pada software.
    b. Uraian Materi 2
    Permasalahan yang sering muncul baik dalam pemasangan maupun
    setelah pemasangan jaringan LAN komputer secara garis besar dapat
    dibagi atas:
    · Kerusakan atau kesalahan Hardware
    Kerusakan atau kesalahan pada bagian hardware mencakup
    seluruh komponen jaringan antara lain mencakup server,
    workstation (client), Kartu Jaringan, Pengkabelan dan konektor,
    serta komponen jaringan tambahan lainnya seperti Hub/switch,
    router, dan sebagainya.
    · Kesalahan software
    Kesalahan bagian software berhubungan dengan kesalahan
    bagaimana setting dan konfigurasi jaringan yang berkaitan dengan
    system operasi baik pada komputer server maupun komputer
    workstation (client) yang digunakan, jenis protokol yang dipakai
    serta topologi jaringan.
    24
    1) Kerusakan atau kesalahan Hardware
    Kerusakan atau kesalahan hardware yang sering terjadi adalah pada
    Network Interface Card (kartu jaringan), pengkabel dan konektor.
    Kerusakan atau kesalahan pada Jaringan sering disebabkan oleh
    koneksi (hubungan) yang tidak baik antar komponen dan tidak
    berfungsinya komponen dikarenakan sudah mati atau rusak.
    a) Network Interface Card (kartu jaringan)
    Secara fisik untuk mengenali bahwa kartu jaringan tersebut telah
    atkif atau tidak aktif dapat dilihat pada lampu indikator yang
    terdapat dalam Kartu jaringan tersebut saat komputer hidup dan
    kartu jaringan telah dihubungkan dengan kabel jaringan maka
    lampu indikator harus sudah menyala. Apabila belum menyala
    berarti terdapat permasalahan atau kerusakan pada kartu jaringan
    tersebut.
    Secara software untuk mengetahui bahwa kartu jaringan telah
    bekerja atau aktif dapat dilihat pada :
    (1) Klik Start > setting >klik Control Panel
    (2) Pilih icon system double klik pilih menu Device Manager
    Disana dapat dilihat bahwa kartu jaringan tersebut telah dikenal
    atau belum. Bila sudah dikenal maka kartu jaringan komputer
    dapat bekerja atau aktif.
    25
    Gambar 11. Komputer yang Telah Mengenal Kartu Jaringannya
    Contoh: SIS 900 PCI.
    b) Pengkabelan dan Konektor
    Pemilihan media komunikasi menggunakan kabel sebagai
    penghubung antar komputer memang merupakan media yang
    cukup ideal dibandingkan dengan media lainnya seperti RF (radio
    frekuensi), IR (Infra Red) atau jalur telephone karena murah,
    mudah dan mempunyai kecepatan data yang cukup tinggi. Tetapi
    kesalahan dalam aturan pemasangan kabel, kualitas kabel itu
    sendiri, serta layout atau topologi jaringan seringkali mengganggu
    dalam system jaringan kabel.
    (1) Untuk Pengunaan kabel thin coax
    Seperti dalam gambar berikut permasalahan yang sering
    terjadi pada jenis kabel ini adalah seperti dalam gambar:
    26
    Gambar 12. Permasalahan pada Kabel Jenis Thin Coax.
    Keterangan Gambar:
    1. Kabel Terbuka (open). Kondisi ini menyatakan bahwa
    telah terjadi putusnya kabel dalam jaringan yang
    menyebabkan kabel tidak dapat menghantarkan data.
    2. Konektor longgar (tidak terhubung). Kondisi ini terjadi
    pada pada koneksi antar kartu jaringan dengan konektor
    kabel.
    3. Kabel short. Kondisi ini menyatakan bahwa telah terjadi
    kabel yang hubung singkat dalam jaringan.
    4. Resistor pada terminating Connector
    5. Short pada pemasangan kabel dengan plug konektor
    6. Longgar pada male connector
    Untuk kasus nomor 1,3,4 dan 5 akan mengakibatkan system
    jaringan akan mengalami down (komunikasi antar komputer
    berhenti). Untuk kasus konektor yang longgar hanya terjadi
    27
    pada workstation (client) yang bersangkutan saja yang
    berhenti. Tetapi bila terjadi pada terminating resistor maka
    menyebabkan jaringan akan down juga.
    (2) Untuk Pengunaan kabel thick coax
    Untuk jenis penggunaan kabel thick coax sama dengan jenis
    kabel thin coax karena menggunakan jenis topologi jaringan
    yang sama seperti dalam gambar berikut:
    Gambar 13. Permasalahan pada Kabel Jenis Thick Coax.
    (3) Untuk Penggunaan kabel UTP
    Untuk kabel UTP, kesalahan yang muncul relatif sedikit,
    karena jaringan model ini relatif sedikit, karena jaringan
    model ini menggunakan topologi star, dimana workstation
    28
    (client) terpasang tersebar secara paralel dengan
    menggunakan switch atau Hub. Sehingga pengecekan
    kerusakan kabel ini dapat dengan mudah diketahui. Seperti
    dalam gambar berikut:
    Gambar 14. Permasalahan pada Kabel Jenis UTP.
    Keterangan gambar:
    1. Konektor longgar (tidak terhubung)
    2. Kabel short
    3. Kabel terbuka (open)
    Untuk mengecek kabel yang terbuka (open) dan kabel yang
    short dapat dilakukan dengan menggunakan Multimeter
    dengan mengetes ujung-ujung kabel.
    29
    2) Software
    Permasalahan yang sering muncul pada bagian software ini pada
    umumnya bisa dikelompokkan atas:
    a) Kesalahan setting konfigurasi jaringan
    Kesalahan setting konfigurasi sering terjadi pada kartu jaringan
    yang menggunakan model ISA karena kita harus menentukan :
    (1) Alamat port I/O
    (2) Nomor Interupt
    (3) Direct Memory Access Request line
    (4) Buffer memory Address
    Berbeda dengan kartu model ISA Kartu jaringan yang
    menggunakan model PCI tidak perlu mengeset karena secara
    otomatis telah tersedia.
    b) Kesalahan Protocol yang digunakan
    Hal ini sering terjadi pada kartu jaringan yang menggunakan slot
    ISA karena penentuan harus dilakukan secara manual. Apabila kita
    menggunakan protocol kartu jaringan model PCI hal tersebut
    jarang terjadi apabila kita telah menginstall driver dengan benar.
    c) Kesalahan pengalamatan IP.
    Setiap komputer dalam suatu jaringan merupakan identifikasi
    alamat yang unik, sehingga tidak diperbolehkan ada alamat yang
    sama. IP Address dalam jaringan tidak diperbolehkan sama karena
    merupakan identitas untuk masing-masing komputer dalam
    jaringan untuk komunikasi data, jika terjadi alamat yang sama
    maka kedua komputer tidak dapat mengakses jaringan karena
    terjadi perebutan nomor alamat tersebut.
    30
    d) Kesalahan Indentifikasi Client dan server komputer
    Penentuan antara komputer server dan komputer client harus jelas
    untuk jaringan client server, berbeda pada jaringan peer to peer
    tidak ada penentuan client dan server.
    e) Kesalahan Service Network (file and print sharing)
    Service network (file and print sharing) yang tidak aktif bisa
    dikarenakan file and print sharing yang kita hubungi sedang tidak
    aktif atau kita belum melakukan file and print sharing.
    f) Kesalahan Security System
    Kesalahan pemasukan password pada saat kita masuk dalam
    jaringan sehingga kita tidak dapat masuk dalam jaringan karena
    kesalahan pengamanan (password).
    g) Kerusakan file program, sehingga perlu di update.
    Kerusakan file program yang menyebabkan sistem operasi tidak
    bisa berjalan atau menyebabkan kartu jaringan tidak dapat bekerja
    (tidak aktif).
    Untuk dapat melakukan perbaikan dalam kesalahan-kesalahan
    software tersebut dapat dilakukan dengan setting ulang software
    sesuai dengan ketentuan dalam jaringan tersebut. Berikut beberapa
    kasus yang sering disebabkan oleh sistem operasi networking:
    – Tidak bisa Login dalam jaringan
    Tidak bisa masuk dalam jaringan berarti client tidak dapat
    mengakses jaringan secara keseluruhan.
    – Tidak bisa menemukan komputer lain pada daftar network
    neighborhood. Apabila secara hardware dan software tidak ada
    masalah komputer harus dilakukan restart untuk menyimpan
    semua data yang telah kita update ke sistem operasi.
    31
    – Tidak bisa sharing files atau printer.
    Sharing file atau printer adalah membuka akses agar komputer lain
    dapat mengakses atau melihat data kita. Tidak dapat sharing file
    atau printer dapat dikarenakan data atau printer tersebut belum di
    sharing. untuk dapat melakukan sharing dapat dilakukan dengan
    klik kanan share.
    – Tidak bisa install network adapter.
    Kasus ini biasanya disebabkan oleh sorfware kartu jaringan yang
    tidak sesuai antara driver dengan kartu jaringannya atau
    pemasangan kartu jaringan yang tidak sempurna pada mainboard
    sehingga komputer tidak dapat mengenal kartu jaringan tersebut.
    Hal yang harus dilakukan dengan pengecekan pada kartu jaringan
    apakah telah terpasang dengan benar atau kartu jaringan telah
    terinstall dengan driver bawaannya.
    – Komputer lain tidak dapat masuk ke komputer kita.
    Komputer lain yang tidak dapat masuk ke komputer kita padahal
    komputer kita dapat masuk ke komputer lain disebabkan karena
    kita belum melakukan sharing data atau sharing printer.
    Kasus-kasus tersebut dapat teratasi apabila tidak terjadi kesalahankesalahan
    software pada saat setting Kartu jaringan. Setting kartu
    jaringan sangat penting untuk terjadinya hubungan antar
    komputer, apabila terjadi kesalahan maka menyebabkan komputer
    tersebut tidak dapat terhubung dalam jaringan. Pengecekan
    kesalahan harus dilakukan satu persatu dengan teliti sesuai dengan
    ketentuan yang telah ditetapkan pada jaringan tersebut
    diantaranya pemberian nomor IP dan subnetmask pada protocol
    yang digunakan, nama Workgroupnya dan sebagainya.
    32
    b. Rangkuman 2
    Permasalahan muncul yang sering muncul pada pemasangan maupun
    setelah pemasangan jaringan LAN komputer secara garis besar dapat
    dibagi atas kerusakan atau kesalahan hardware dan kesalahan
    software.
    Kerusakan atau kesalahan pada bagian hardware pada sistem jaringan
    yang sering dialami adalah pada kesalahan pengenalan Kartu Jaringan,
    Pengkabelan dan konektor, serta komponen jaringan tambahan
    lainnya seperti Hub/switch, router, dan sebagainya. Untuk
    pengakbelan dan konektor yang sering terjadi adalah kabel terbuka
    (open), kabel short dan konektor longgar.
    Kesalahan bagian software berhubungan dengan kesalahan setting
    dan konfigurasi jaringan pada komputer server maupun komputer
    client yang digunakan, jenis protokol yang dipakai jaringan dan
    workgroup yang digunakan.
    c. Tugas 2
    – Periksa dan catat jenis kartu jaringan yang digunakan pada client
    dan server serta jenis kabel yang digunakan dalam jaringan
    tersebut
    – Periksa dan catatlah seting konfigurasi jaringan yang digunakan
    dalam praktik tersebut!
    – Lakukan konfigurasi ulang pada kartu jaringan di komputer client
    anda pada nomor TCP/IP yang berbeda catat hasilnya! Apakah
    masih dapat berkomunikasi komputer lain? Kenapa?
    33
    d. Tes Formatif 2
    1) Apakah ada kesamaan dan perbedaan fungsi antara HUB,
    Repeater, Bridge, dan Router dalam jaringan?
    2) Apa yang dimaksud dengan protokol dalam jaringan IPX dan
    TCP/IP?
    3) Apa yang dimaksud dengan jaringan peer to peer dan peer to
    server (client server) apa keuntungan dari masing-masing ?
    e. Kunci Jawaban Formatif 2
    1) Kesamaan antara HUB, Repeater, Bridge dan Router dalam
    jaringan adalah sebagai penghubung antar komputer agar dapat
    berkomunikasi satu dengan yang lainnya:
    Perbedaan antara HUB, Repeater, Bridge dan Router dalam
    jaringan adalah:
    Hub adalah sebagai pembagi sinyal data dari Kartu Jaringan
    (Network Interface card) dan sekaligus untuk penguat sinyal dalam
    satu jaringan.
    Repeater adalah penguat sinyal. Sinyal yang diterima dari segmen
    jaringan satu ke segmen jaringan yang lain yang diharapkan sinyal
    yang diterima akan sama kuatnya dengan sinyal yang dipancarkan.
    Dengan pemasangan repeater ini diharapkan dapat memperluas
    dua buah jaringan komputer.
    Bridge digunakan untuk menghubungkan dua buah LAN dan
    mengirim atau menungkin paket data dari satu LAN ke LAN yang
    lain. Sebuah bridge menyediakan sambungan antar dua tipe LAN
    yang sama. Dengan pemasangan bridge dapat memperluas
    jaringan LAN, sehingga semua segmen yang saling berhubungan
    satu sama lainnya menjadi bagian dari LAN yang lebih besar
    34
    Router memiliki kemampuan untuk melewatkan paket IP dari satu
    jaringan ke jaringan lain yang memungkinkan banyak jalur diantara
    keduanya. Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan
    sejumlah LAN sehinga trafik yang dibangkitkan oleh suatu LAN
    dapat terisolasi dengan baik dari trafik yang dibangkitkan LAN lain.
    2) IPX adalah jenis protokol jaringan dari Novell yang
    menghubungkan Novell Netware Client dan server. IPX merupakan
    datagram/protokol paket dan IPX bekerja pada layer network dari
    protokol komunikasi dan merupakan tanpa sambungan
    (connectionless = tak memerlukan koneksi yang perlu disetup
    sebelum paket dikirim ke tujuannya).
    TCP/IP adalah sekumpulan protokol yang di buat untuk melakukan
    fungsi-fungsi komunikasi data pada Jaringan. TCP/IP terdiri atas
    sekumpulan protokol yang masing-masing bertanggungjawab atas
    bagian-bagian tertentu dari komunikasi data. TCP (Transmission
    Control Protocol) mengatur assembly dari pesan atau file ke dalam
    paket-paket yang lebih kecil yang akan ditransmisikan dalam
    jaringan dan diterima oleh TCP tujuan yang akan mengasembly
    packets kedalam pesan yang sebenarnya. IP menangani alamat
    dari paket data dan menjamin paket data akan sampai ke
    tujuannya
    3) Jaringan peer to peer adalah jaringan dimana setiap komputer
    dapat berfungsi sebagai server artinya user komputer yang ada
    dalam jaringan tersebut dapat menjadi seorang administrator. Dia
    dapat melakukan sharing sumber-sumber yang dia miliki: File,
    CDRom, Modem Printer dan Fax.
    35
    Keuntungan jaringan peer to peer
    – Workstation bisa sebagai resource
    – Server tidak tersentral (semua workstation (client) dapat
    sebagai server)
    – Security ada pada setiap workstation (client)
    – Mudah dan murah untuk Jaringan skala kecil.
    Jaringan peer to server (client server) dimana sistem administrator
    ada pada file server. Sehingga semua komunikasi harus melewati
    server.
    Keuntungan jaringan peer to server (client server) adalah:
    – Pengaturan user yang masuk dalam jaringan dapat dideteksi
    oleh administrator.
    – Data tersimpan secara terpusat pada server.
    – Kewenangan adminstrator mutlak dalam jaringan.
    f. Lembar Kerja 2
    Alat dan bahan :
    1 (Satu) unit komputer yang telah terinstall sistem operasi jaringan
    sebagai server, 1 (Satu) unit komputer yang telah terinstal sistem
    operasi sebagai workstation (client), Network Interface card (kartu
    jaringan)yang telah terpasang pada komputer server maupun
    workstation, kabel UTP untuk menghubungkan komputer server
    dengan komputer client, switch/hub, Konektor RJ45, Tang (Crimping
    tooll)
    36
    Kesehatan dan Keselamatan Kerja
    1) Berdo’alah sebelum memulai kegiatan belajar.
    2) Gunakan alas kaki yang terbuat dari karet untuk menghindari
    aliran listrik ketubuh (tersengat listrik)
    3) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar
    kegiatan belajar.
    4) Letakkan komputer pada tempat yang aman.
    5) Pastikan komputer dalam keadaan baik, semua kabel
    penghubung terpasang dengan baik.
    6) Jangan meletakkan benda yang dapat mengeluarkan medan
    elektromagnetik di dekat komputer (magnet, handphone, dan
    sebagainya).
    7) Jangan meletakkan makanan dan minuman diatas komputer.
    8) Gunakanlah komputer sesuai fungsinya dengan hati-hati.
    9) Setelah selesai, matikan komputer dengan benar.
    Langkah Kerja
    1) Persiapkan semua peralatan dan bahan pada tempat yang aman.
    2) Periksa bahwa Kartu jaringan telah terpasang dengan baik pada
    komputer server maupun client.
    3) Periksa semua konektor kabel telah terhubung dengan baik (
    tidak longgar) pada komputer server dan client.
    4) Periksa kabel penghubung antara komputer server ke switch/hub
    dan komputer client ke switch/hub.
    5) Hidupkan komputer server dan masuklah sebagai admin (root)
    dengan user name dan pasword admin.
    6) Hidupkan Komputer client.
    7) Periksa setting alamat IP dan subnet mask pada komputer server
    dan client.
    37
    8) Cek koneksi antar komputer workstation maupun komputer
    server dengan client.
    9) Matikan komputer dengan benar.
    10) Rapikan dan bersihkan tempat praktik
    38
    2. Kegiatan Belajar 3: Mengisolasi Permasalahan
    a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
    1) Peserta diklat mampu mengisolasi permasalahan perangkat
    jaringan agar tidak mengganggu keseluruhan sistem
    2) Peserta diklat mampu mengisolasi permasalahan perangkat
    jaringan dari sisi hardware
    3) Peserta diklat mampu mengisolasi permasalahan perangkat
    jaringan dari sisi software
    b. Uraian Materi 3
    Mengisolasi permasalahan merupakan tindakan yang dilakukan untuk
    mencegah hal-hal yang berakibat lebih fatal dalam jaringan. Hal ini
    dilakukan agar jaringan dapat berfungsi secara baik dan normal
    kembali. Tindakan pengisolasian termasuk didalamnya merupakan
    jalan keluar (pemecahan) dari permaslahan yang dihadapi. Tindakan
    pengisolasian untuk melakukan perbaikan dalam jaringan dapat
    dipisahkan menjadi dua juga yakni pengisolasian secara hardware dan
    secara software.
    1) Pengisolasian permasalahan secara Hardware
    Tindakan pengisolasian kerusakan yang disebabkan oleh hardware
    harus dilakukan dengan cara yang terstruktur dan sistematis. Cara
    yang terstruktur dan sistematis diharapkan dengan cepat dapat
    menemukan sumber kerusakan atau sumber permasalahan. Tindakan
    pengisolasian secara terstruktur dan sistematis dapat dilakukan
    sebagai berikut:
    a) Tindakan pertama (mengisolasi kerusakan pada kartu jaringan)
    Tindakan pengisolasian dapat dilakukan denga cara melihat indikator
    pada lampu kartu jaringan tersebut jika kartu jaringan dalam kondisi
    yang atau bekerja baik maka lampu menyala dan saat tidak aktif atau
    rusak maka lampu tidak menyala saat komputer telah dihidupkan dan
    39
    terhubungkan dengan jaringan komputer yang lain ataupun dengan
    Hub/switch. Dapat juga dilihat pada window Control Panel > double
    klik system pilih menu Device Manager.
    Disana dapat dilihat bahwa kartu jaringan tersebut telah dikenal atau
    belum dengan melihat pada Network adapter. Apabila sudah dikenal
    maka tinggal melakukan setting konfigurasi jaringan. Apabila kartu
    jaringan belum dikenal atau sudah dikenal tetapi ada tanda (!), (?)
    dan tanda (X) menyatakan bahwa perlu dilakukan instalasi software
    driver dari kartu jaringan tersebut. Apabila dari kedua hal tersebut
    indikator lampu yang ada kartu jaringan tetap tidak menyala saat telah
    terhubungkan dengan jaringan komputer lain atau dengan Hub/switch
    atau tidak dikenal oleh device manager maka perlu dilakukan
    penggantian kartu jaringan karena kartu jaringan tersebut dalam
    kondisi yang rusak.
    1 2
    Gambar 15
    Keterangan Gambar:
    1. Konsidi sudah dikenal tetapi instalasi software belum
    sempurna.
    2. Sudah dikenal dan Siap untuk di setting konfigurasi
    jaringannya.
    40
    b) Tindakan kedua (mengisolasi permasalahan pengkabelan dan
    konektor)
    Tindakan pengisolasian untuk pengkabelan dan konektor terdapat
    perbedaan antara model coaxial dengan konektor BNC dan
    pengkabelan UTP dengan konektor RJ45.
    – Pengisolasian untuk pengkabelan coaxial dengan konektor BNC.
    Pengisolasian untuk pengkabelan jenis coaxial lebih rumit, karena
    apabila terjadi jarigan yang down untuk jaringan bertopologi Bus
    atau ring menggunakan kabel coaxial harus dilakukan
    pengecekan satu persatu.
    Seperti dalam gambar berikut untuk pengisolasian permasalahan
    yang sering terjadi:
    Gambar 16. Permasalahan pada Kabel Coaxial
    41
    Keterangan Gambar:
    1. Kabel Terbuka (open). Kondisi ini menyatakan bahwa
    telah terjadi putusnya kabel dalam jaringan yang
    menyebabkan kabel tidak dapat menghantarkan
    data.
    2. Konektor longgar (tidak terhubung). Kondisi ini
    terjadi pada pada koneksi antar kartu jaringan
    dengan konektor kabel.
    3. Kabel short. Kondisi ini menyatakan bahwa telah
    terjadi kabel yang hubung singkat dalam jaringan.
    4. Resistor pada terminating Conector
    5. Short pada pemasangan kabel dengan plug konektor
    6. Longgar pada male connector
    Untuk pengisolasian permasalahan nomor 1,3,4 dan 5 dilakukan
    dengan pengecekan satu persatu dari terminal konektor dengan
    menggunakan multimeter. Pengecekan dilakukan satu persatu
    dengan melepaskan konektor BNC dari T BNC daru dilakukan
    pengetesan ujung ke ujung kabel tersebut apabila terjadi hubug
    sigkat pada pemasangan plug konektor maka pisahkan pisahkan
    yang menyebabkan hubung singkat tersebut. Apabila terjadi open
    kabel atau kabel putus dalam kabel coaxial maka lakukan
    penggantian kabel. Jangan melakukan penyambungan kabel
    coaxial diantara plug konektor karena menyebabkan jaringan
    down karena nilai resistansi yang tidak sesuai pada sambungan
    tersebut dengan pada kabel tersebut. Pengisolasian pada
    permasalahan Resistor pada terminating Connector dilakukan
    dengan penggantian terminator BNC yang baru. Konektor yang
    longgar pada male conektor pengisolasiannya dapat dilakukan
    dengan mengencangkan T BNC pada konektor BNC secara
    keseluruhan.
    42
    – Pengisolasian untuk pengkabelan yang menggunakan kabel UTP
    Pengisolasian pengkabelan pada permasalahan jaringan yang
    menggunakan kabel UTP relatif lebih mudah. Kemudahan
    pengisolasian kabel UTP pada jaringan dengan topologi Star
    hanya komputer yang bermasalah saja yang kita tangani tanpa
    mengganggu jaringan tersebut (komputer yang lainnya masih
    tetap bekerja normal. Setiap workstation (client) terpasang
    tersebar secara paralel dengan menggunakan switch atau Hub
    sehingga apabila komputer yang kita gunakan bermasalah maka
    komputer lain tidak terganggu. Seperti dalam gambar berikut
    pengisolasian permasalahan yang muncul dalam jaringan
    komputer dengan kabel UTP dengan topologi jaringan star.
    Gambar 17. Permasalahan pada Kabel UTP
    Keterangan Gambar:
    1. Konektor longgar (tidak terhubung)
    2. Kabel short
    3. Kabel terbuka (open)
    43
    Perbaikan untuk jaringan yang longgar dilakukan pengencangan
    pada hub/switch dan pada kartu jaringan. Pengisolasian pada
    kabel yang terbuka (open) dan kabel yang short dapat dilakukan
    dengan menggunakan Multimeter dengan mengetes ujung-ujung
    kabel. Pengkabelan dengan menggunakan kabel UTP tidak boleh
    disambung karena akan mempengaruhi kinerja jaringan. kalau
    sudah tidak memungkinkan lebih baik dilakukan penggantian
    kabel beserta konektornya, karena konektor RJ45 hanya
    digunakan sekali pakai jika sudah diCrimping maka sudah tidak
    dapat dipakai lagi.
    2) Software
    Pengisolasaian Protocol yang digunakan harus ditentukan pada saat
    instalasi software Kartu jaringan. Seperti pada contoh penggunakan
    protocol TCP/IP.
    Gambar 18. Langkah Pemilihan Protocol Jika Menggunakan
    Model TCP/IP
    1
    2
    3
    4
    5
    44
    1. Memilih add pada configuration Network
    2. Memilih protocol
    3. Klik add
    4. Pilih TCP/IP
    5. Klik OK
    a) Kesalahan pengalamatan IP.
    Setiap komputer dalam suatu jaringan merupakan identifikasi
    alamat yang unik, sehingga tidak diperbolehkan ada alamat yang
    sama. IP Address dalam jaringan tidak diperbolehkan sama karena
    merupakan identitas untuk masing-masing komputer dalam
    jaringan untuk komunikasi data jika terjadi alamat yang sama maka
    kedua komputer tidak dapat mengakses jaringan karena terjadi
    perebutan nomor alamat tersebut. Pengisolasian yang dapat
    dilakukan dengan melakukan seting ulang alamat IP Address dan
    subnetmasknya sesuai dengan jaringan yang digunakan. Seperti
    pada gambar berikut:
    45
    Gambar 19. Langkah Pengisian IP Address dan Subnet Mask
    1. Pilih TCP/IP
    2. Klik Propertis
    3. Pilih specify an IP Address
    Gambar 20. Langkah Pengisian IP Address dan Subnet Mask
    Harus Sesuai dengan Konfigurasi Sistem Jaringan yang
    Digunakan
    2
    1
    2
    46
    b) Kesalahan Identifikasi workgrup
    Workgroup merupakan kumpulan atau nama kelompok jaringan
    yang kita gunakan. Isolasi yang dapat dilakukan adalah dengan
    melakukan perubahan nama workgroup sesuai dengan jaringan
    yang ada. Seperti gambar berikut merupakan cara untuk
    melakukan perubahan pada workgroup.
    Computer name untuk memberikan nama komputer tersebut,
    Workgroup merupakan nama kelompok jaringan yang kita akan
    masuki, Computer Description merupakan diskripsi komputer.
    Gambar 21. Langkah Perubahan Workgroup
    1. Pilih Identification
    2. Menu perubahan workgroup
    1
    2
    47
    c) Kesalahan Service Network (file and print sharing)
    Service network (file and print sharing) yang tidak aktif bisa
    dikarenakan file and print sharing yang kita hubungi sedang tidak
    aktif atau kita belum melakukan sharing file and print.
    d) Kerusakan file program, sehingga perlu di update.
    Kerusakan file program yang menyebabkan sistem operasi tidak
    bisa berjalan atau menyebabkan kartu jaringan tidak dapat
    bekerja (tidak aktif).
    Untuk dapat melakukan perbaikan dalam kesalahan-kesalahan
    software tersebut dapat dilakukan dengan setting ulang software
    sesuai dengan ketentuan dalam jaringan tersebut. Berikut beberapa
    kasus yang sering disebabkan oleh sistem operasi networking:
    a) Tidak bisa Login dalam jaringan
    Kasus tidak bisa masuk dalam jaringan berarti client tidak dapat
    mengakses jaringan secara keseluruhan. Apabila kita telah
    melakukan instalasi dan konfigurasi kartu jaringan dengan
    sempurna maka bisa juga karena kesalahan kita dalam
    memasukkan password yang salah saat kita Login ke jaringan.
    b) Tidak bisa menemukan komputer lain pada daftar network
    neighborhood. Kasus ini sering terjadi karena sistem windows yang
    kurang baik sehingga perlu melakukan refresh apabila menutup
    program atau mau menjalankan program.
    c) Tidak bisa sharing files atau printer.
    Untuk dapat melakukan sharing data dapat dengan cara masuk ke
    windows explorer pilih data atau directory yang akah disharingkan
    kemudian klik kanan lalu klik sharing
    48
    a b
    Gambar 22 Langkah Melakuan Sharing Data Atau Directory
    a. Pilih directory yang akan di sharing data
    b. Option pilihan sharing data
    a b
    49
    c
    Gambar 23. Langkah Melakuan Sharing Printer
    a. Start setting printer
    b. Pilih printer yang akan di sharing
    c. Option pilihan sharing printer
    d) Tidak bisa install network adapter.
    Kasus ini biasanya disebabkan oleh sorfware kartu jaringan yang
    tidak sesuai dengan kartu jaringan yang dipasang, atau
    pemasangan kartu jaringan yang tidak sempurna sehingga
    komputer tidak dapat mengenal kartu jaringan tersebut.
    e) Komputer lain tidak dapat masuk ke komputer kita.
    Komputer lain yang tidak dapat masuk ke komputer kita padahal
    komputer kita dapat masuk ke komputer lain disebabkan kita
    belum melakukan sharing data atau sharing printer.
    Kasus-kasus tersebut lebih banyak disebabkan oleh instalasi software
    dan konfigurasi yang tidak teliti. Hal tersebut menyebabkan kesalahankesalahan
    yang menyebabkan tidak dapat mengakses jaringan.
    50
    Pengisolasian dan pengecekan kesalahan harus dilakukan satu persatu
    dengan teliti sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pada
    jaringan tersebut diantaranya pemberian nomor IP dan subnetmask
    pada protocol yang digunakan, nama Workgroup dan sebagainya
    sehingga didapatkan koneksi jaringan yang sempurna.
    c. Rangkuman 3
    Pengisolasian kerusakan dalam hardware yang dilakukan secara
    sistematis dan terstruktur dapat mempermudah penyelesaian masalah
    jaringan yang dihadapi. Sistematis dan terstruktur memiliki maksud
    dilakukan secara berurutan dari penanganan kartu jaringan
    pengkabelan sampai instalasi softwarenya.
    Isolasi permasalahan secara terjadi pada Instalasi software driver
    kartu jaringan dan setting konfigurasi jaringan, baik Pengalamatan
    TCP/IP meliputi IP Adress dan subnet mask serta workgroup yang
    digunakan.
    d. Tugas
    1) Lakukan setting ulang untuk komputer server dan komputer
    workstation (client). Bagaimana hasilnya? Catat IP address
    subnet mask dan workgroup yang anda gunakan.
    2) Catat kinerja jaringan yang anda bangun apakah sudah dapat
    sharing data dan sharing printer dan bagaimana koneksinya.
    e. Tes Formatif 3
    1) Bagaimana penanganan pengisolasian kerusakan pada jaringan
    dengan topologi Bus dan pengaruhnya terhadap dengan topologi
    tersebut.
    51
    2) Bagaimana penanganan pengisolasian kerusakan pada jaringan
    dengan topologi Star dan pengaruhnya terhadap sistem jaringan
    tersebut.
    3) Menurut anda lebih mudah pengisolasian pada jaringan pada
    topologi star atau topologi Bus? Apa kemudahannya?
    4) Pada saat isolasi permasalahan secara software hal-hal apa saja
    yang perlu diperhatikan? Mengapa?
    f. Kunci Jawaban Formatif 3
    1) Penanganan pengisolasian kerusakan pada jaringan dengan
    topologi Bus dilakukan step-by-step maksudnya dilakukan
    pengecekan satu persatu karena jaringan dengan topologi bus
    lebih rumit karena apabila tejadi jaringan yang down kita tidak
    dapat langsung mengetahui letak kerusakan jadi perlu dilakukan
    pengecekan satu persatu untuk menemukan sumber
    permasalahan tersebut.
    Pengaruh Jaringan apabila terjadi kerusakan atau pemasalahan
    seluruh jaringan akan lumpuh total atau tidak dapat berfungsi
    sama sekali.
    2) Penanganan pengisolasian kerusakan pada jaringan dengan
    topologi Star lebih mudah karena apabila terjadi kerusakan pada
    salah satu komputer workstation maka hanya jaringan pada
    komputer tersebut yang bermasalah sehingga pengisolasian lebih
    mudah dan penanganan perbaikan jaringan juga lebih cepat.
    Isolasi kerusakan terhadap sistem jaringan dengan topologi star
    adalah tidak berpengaruh, karena seluruh komputer tersambung
    secara paralel. Sehingga apabila terjadi kerusakan pada salah
    satu komputer maka hanya komputer tersebut yang bermasalah
    sedangkan komputer lainnya tetap dapat berfungsi.
    52
    3) Lebih mudah pengisolasian menggunakan topologi star karena:
    a) Jika terjadi kerusakan pada salah satu komputer maka tidak
    akan mempengaruhi komputer yang lainnya.
    b) Pengisolasian dan perbaikan jaringan lebih akan memakan
    waktu yang lebih cepat.
    c) Tidak mengecek seluruh jaringan jika terjadi kerusakan
    karena kerusakan salah satu komputer tidak menggangu
    atau mempengaruhi komputer yang lainnya.
    4) Pada saat isolasi permasalahan secara software hal-hal yang
    perlu diperhatikan adalah
    a) Penginstallan driver kartu jaringan dengan sempurna, karena
    kartu tersebut mengkomunikasikan kartu jaringan dengan
    komputer. Apabila pengistalan tidak sempurna maka
    komputer tidak akan mengenal kartu jaringan tersebut
    sehingga kartu jaringan tidak dapat digunakan.
    b) Konfigurasi kartu jaringan karena setting kartu jaringan
    mengkomunikasikan komputer dengan jaringan yang telah
    ada.
    c) IP Address dan Subnet mask adalah alamat komputer kita
    karena apabila kita mengisi alamat tersebut dengan asal
    maka kita tidak dapat masuk dalam sistem jaringan maka
    perlu mengetahui nomor IP dan Subnet mask yang
    digunakan dalam jaringan untuk dapat bergabung dalam
    jaringan tersebut.
    d. Workgroup karena untuk masuk dalam jaringan harus
    mengetahui alamatnya kalau tidak mengetahui kelompok
    yang kita tuju maka kita juga tidak dapat masuk dalam
    53
    kelompok tersebut walaupun nomor IP dan subnet mask
    kita sudah benar.
    g. Lembar Kerja 3
    Alat dan bahan :
    1 (Satu) unit komputer yang telah terinstall sistem operasi jaringan
    sebagai server, 1 (Satu) unit komputer yang telah terinstall sistem
    operasi sebagai workstation (client), Network Interface card (kartu
    jaringan)yang telah terpasang pada komputer server maupun
    workstation, kabel UTP untuk menghubungkan komputer server
    dengan komputer client, switch/hub, Konektor RJ45, Tang (Crimping
    tooll)
    Kesehatan dan Keselamatan Kerja
    1) Berdo’alah sebelum memulai kegiatan belajar.
    2) Gunakan alas kaki yang terbuat dari karet untuk menghindari
    aliran listrik ketubuh (tersengat listrik)
    3) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar
    kegiatan belajar.
    4) Letakkan komputer pada tempat yang aman.
    5) Pastikan komputer dalam keadaan baik, semua kabel
    penghubung terkoneksi dengan baik.
    6) Jangan meletakkan benda yang dapat mengeluarkan medan
    elektromagnetik di dekat komputer (magnet, handphone, dan
    sebagainya).
    7) Jangan meletakkan makanan dan minuman diatas komputer.
    8) Gunakanlah komputer sesuai fungsinya dengan hati-hati.
    9) Setelah selesai, matikan komputer dengan benar.
    54
    Langkah Kerja
    1) Persiapkan semua peralatan dan bahan pada tempat yang aman.
    2) Periksa bahwa Kartu jaringan telah terpasang dengan baik pada
    komputer server maupun client.
    3) Periksa semua konektor kabel telah terhubung dengan baik (
    tidak longgar) pada komputer server dan client.
    4) Periksa kabel penghubung antara komputer server ke switch/hub
    dan komputer client ke switch/hub.
    5) Hidupkan komputer server dan masuklah sebagai admin (root)
    dengan user name dan pasword admin.
    6) Hidupkan Komputer client.
    7) Periksa setting alamat IP dan subnet mask pada komputer server
    dan client.
    8) Cek koneksi antar komputer workstation maupun komputer
    server dengan client.
    9) Matikan komputer dengan benar.
    10)Rapikan dan bersihkan tempat praktek
    55
    BAB III
    EVALUASI
    A. PERTANYAAN
    1. Sebutkan Langkah-langkah penanganan masalah dalam jaringan
    komputer?
    2. Sebutkan keuntungan atau kelebihan dari LAN dengan topologi Star
    dalam penanganan permasalahan dalam JaringanLAN?
    3. Sebuah sekolah SMU mempunyai rencana untuk membangun lab
    Komputer 2 lantai, luas ruangan 6 x 6 meter, setiap ruang diberi
    komputer berjumlah 20 unit rencana jaringan tersebut akan
    dibangun menggunakan topologi star dan jaringan antara lab 1 dan
    lab 2 terhubung, anda diberikan tugas untuk:
    a. Merencanakan peralatan yang dibutuhkan dan jumlahnya
    (berapa buah atau berapa meter).
    b. Menggambarkan Layout jaringan yang akan anda buat
    beserta IP Address dan Subnet mask yang digunakan.
    B. KUNCI JAWABAN EVALUASI
    1. Langkah penanganan kerusakan jaringan terbagi atas dua yakni
    penanganan Hardware dan penanganan Software.
    Penanganan hardware harus dilakukan secara sistematis dan
    terstruktur untuk mempermudah penyelesaian masalah jaringan
    yang dihadapi. Penanganan yang dilakukan secara berurutan dari
    penanganan kartu jaringan, pengkabelan dan konektor.
    Penanganan permasalahan pada Software dapat dilakukan dengan
    cermat dan teliti mencakup: Instalasi software driver kartu jaringan
    56
    dan setting konfigurasi jaringan. Konfigurasi kartu jaringan meliputi
    menggunakan TCP/IP meliputi IP Adress, subnet mask dan
    workgroup yang digunakan.
    2. Topologi Star adalah topologi yang setiap node akan menuju node
    pusat/sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node
    pusat baru menuju ke node tujuan.
    Keuntungan: jenis topologi ini mudah dikembangkan, jika terjadi
    kerusakan pada salah satu node maka hanya node tersebut yang
    terganggu tanpa mengganggu jaringan lain.
    Sehingga penanganan kerusakan hanya terjadi pada client yang
    bermasalah tanpa mengganggu jaringan secara keseluruhan.
    3. a. peralatan yang dibutuhkan meliputi:
    1) 2 buah server
    2) 40 client
    3) Kartu jaringan 42 buah
    4) Konektor RJ 45 84 buah
    5) Hub 2 buah
    6) Repeater /Router 1 buah
    7) Kabel + 500 meter
    c. Gambar layout berdasarkan kerapian, Nomor IP Address yang
    digunakan sesuai dengan Jenis jaringan Klas A, B, atau C antara lab
    1 dan 2 boleh lebih baik menggunakan Router atau Repeater
    57

  2. KEGIATAN BELAJAR
    1. Kegiatan Belajar 1: Mempersiapkan Perbaikan Konektifitas
    Jaringan pada PC yang Bermasalah
    a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
    1) Peserta diklat mampu menyusun langkah-langkah persiapan
    perbaikan konektifitas jaringan
    2) Peserta diklat mampu memilih peralatan bantu pemeriksaan yang
    tepat
    b. Uraian Materi 1
    Persiapan untuk melakukan perbaikan konektifitas jaringan pada
    komputer client yang bermasalah harus terlebih dahulu mengetahui
    peralatan-peralatan yang akan digunakan dan dibutuhkan dalam
    jaringan tersebut. Selain peralatan dalam proses perbaikan konektifitas
    kita juga harus mengetahui jenis topologi jaringan yang digunakan oleh
    komputer client tersebut. Hal ini dilakukan agar dalam proses persiapan
    dan proses perbaikan kita tidak menggunakan sistem trial and error
    yang berarti kita hanya mencoba-coba saja tanpa mengetahui
    permasalahan yang dihadapi sebenarnya. Pada pembahasan berikut
    akan membahas tentang persiapan perbaikan konektiftas pada jaringan
    dengan topologi Bus dan Star. Alasan pembahasan hanya pada jaringan
    dengan topologi Bus dan Star karena kedua jaringan paling bayak
    digunakan.
    1) Persiapan Perbaikan Konektivitas pada Jaringan dengan
    Topologi Bus
    Merupakan topologi fisik yang menggunakan kabel Coaxial dengan
    menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung
    7
    jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya
    ditutup serta sepanjang kabel terdapat node-node.
    Karakteristik topologi Bus adalah:
    – merupakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana
    sepanjang kabel terdapat node-node.
    – Paling prevevalent karena sederhana dalam instalasi
    – Signal merewati 2 arah dengan satu kabel kemungkinan terjadi
    collision (tabrakan data atau tercampurnya data).
    – Permasalahan terbesar jika terjadi putus atau longgar pada salah
    satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti
    – Topologi Bus adalah jalur transmisi dimana signal diterima dan
    dikirim pada setiap alat/device yang tersambung pada satu garis
    lurus (kabel), signal hanya akan ditangkap oleh alat yang dituju,
    sedangkan alat lainnya yang bukan tujuan akan mengabaikan signal
    tersebut/hanya akan dilewati signal.
    Gambar 1 Jaringan dengan Topologi Bus
    Persiapan yang dilakukan adalah dengan mempersiapkan peralatannya.
    Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi
    Bus adalah:
    8
    a) Kartu Jaringan (Network Interface Card/ LAN Card)
    Sebuah kartu jarinagn (LAN Card) yang terpasang pada slot
    ekspansi pada sebuah motherboard komputer server maupun
    workstation (client) sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam
    sistem jaringan. Dilihat dari jenis interface-nya pada PC terdapat
    dua jenis yakni PCI dan ISA
    Gambar 2.
    a. Kartu jarinagn (LAN Card) ISA dengan konektor BNC dan RJ45
    b. Kartu jarinagn (LAN Card) ISA dengan konektor BNC
    b) Kabel dan konektor
    Kabel yang digunakan untuk jaringan dengan topologi Bus adalah
    menggunakan kabel coaxial. Kabel coaxial menyediakan
    perlindungan cukup baik dari cross talk ( disebabkan medan listrik
    dan fase signal) dan electical inteference (berasal dari petir, motor
    dan sistem radio) karena terdapat semacam pelindung logam/metal
    dalam kabel tersebut.
    Jenis kabel coaxial diantaranya kabel TV (kabel Antena), thick
    coaxial dan thin coaxial kecepatan transfer rate data maximum 10
    mbps.
    Konektor BNC
    a Konektor RJ 45 b
    9
    Kabel Coaxial atau kabel RG-58 atau kabel 10base2 (ten base two)
    memiliki jangkauan antara 300 m dan dapat mencapai diatas 300m
    dengan menggunakan repeater. Untuk dapat digunakan sebagai
    kabel jaringan harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2,
    dengan diameter rata-rata berkisar 5 mm dan biasanya berwarna
    gelap.
    Gambar 3. Kabel Jenis Coaxial atau RG-58/BNC
    Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi Bus adalah
    dengan menggunakan konektor BNC. Konektor BNC ada 3 jenis
    yakni:
    a) Konektor BNC
    Konektor BNC yang dipasangkan pada ujung-ujung kabel
    coaxial.
    b) TerminatorBNC
    Konektor BNC dipasangkan pada ujung-ujung Jaringan dengan
    Topologi Bus yang memiliki nilai hambatan 50 ohm.
    c) TBNC
    Adalah konektor yang dihubungkan ke kartu jaringan (LAN
    Card) dan ke Konektor BNC ataupun ke terminator untuk ujung
    jaringan.
    10
    a b c
    Gambar 4. Jenis-jenis Konektor BNC
    a. Konektor BNC, b. Terminator BNC, c. T BNC
    2) Persiapan Perbaikan konektifitas pada Jaringan dengan
    topologi Star
    Topologi Star adalah topologi setiap node akan menuju node pusat/
    sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru
    menuju ke node tujuan.
    Topologi ini banyak digunakan di berbagai tempat karena memudahkan
    untuk menambah, megurangi dan mendeteksi kerusakan jaringan yang
    ada. Panjang kabel tidak harus sesuai (matching). Kerugian terjadi pada
    panjang kabel yang dapat menyebabkan (loss effect) karena hukum
    konduksi, namun semua itu bisa diabaikan.
    Karateristik topologi Star adalah:
    a) Setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic
    data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
    b) Mudah dikembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel
    yang langsung terhubung ke central node.
    11
    c) Keunggulan jika terjadi kerusakan pada salah satu node maka
    hanya pada node tersebut yang terganggu tanpa mengganggu
    jaringan lain
    d) Dapat digunakan kabel lower karena hanya menghandle satu
    traffic node dan biasanya menggunakan kabel UTP
    Gambar 5. Jaringan dengan Topologi Star
    Persiapan yang harus dilakukan adalah mempersiapkan peralatannya.
    Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi
    Bus adalah:
    a) Kartu Jaringan (Network Interface Card/ LAN Card)
    Sebuah kartu jarinagn (LAN Card) yang terpasang pada slot
    ekspansi pada sebuah motherboard komputer server maupun
    workstation (client) sehingga komputer dapat dihubungkan
    kedalam sistem jaringan. Dilihat dari jenis interface-nya untuk
    12
    jaringan menggunakan topologi star menggunakan kartu jaringan
    jenis PCI.
    Gambar 6.
    a. Kartu jarinagn (LAN Card) PCI dengan konektor BNC dan RJ45
    b. Kartu jarinagn (LAN Card) PCI dengan konektor RJ 45
    b) Kabel dan Konektor
    Kabel yang digunakan dalam Jaringan dengan topologi star adalah
    UTP (Unshielded Twisted Pair). Merupakan sepasang kabel yang
    dililit satu sama lain dengan tujuan mengurangi interferensi listrik
    yang terdapat dari dua, empat atau lebih pasang (umumnya yang
    dipakai dalam jaringan adalah 4 pasang / 8 kabel). UTP dapat
    mempunyai transfer rate 10 mbps sampai dengan 100 mbps tetapi
    mempunyai jarak pendek yaitu maximum 100m.
    Umumya di Indonesia warna kabel yang terlilit adalah (orangeputih
    orange), (hijau-putih hijau), (coklat-putih coklat) dan (biruputih
    biru).
    Konektor BNC
    Konektor RJ 45
    a
    b
    b
    13
    Gambar 7. Kabel Jenis UTP (Unshielded Twisted Pair)
    Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi star dengan
    kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) yakni menggunakan konektor
    RJ 45 dan untuk mengepres kabel menggunakan tang khusus
    yakni Cramping tools.
    a b
    Gambar 8
    a. Konektotor RJ 45 b. Cramping tools
    Gambar 9. Susunan Konektor dan Pengkabelannya
    14
    c. Rangkuman 1
    1) Sebelum melakukan perbaikan konektifitas jaringan pada komputer
    workstation (client) yang bermasalah diperlukan peralatan dan
    harus diketahui jenis topologi jaingan yang di gunakan oleh
    komputer workstation (client) tersebut.
    2) Karakteristik Topologi Bus
    · Merupakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana
    sepanjang kabel terdapat node-node.
    · Paling prevvalent karena sederhana dalam instalasi.
    · Signal melewati 2 arah dengan satu kabel memungkinkan
    terjadi collision (tabrakan data atau tercampurnya data).
    · Permasalahan terbesar jika terjadi putus atau longgar pada
    salah satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti.
    · Topologi Bus adalah jalur transmisi dimana signal diterima dan
    dikirim pada setiap alat/device yang tersambung pada satu
    garis lurus (kabel), signal hanya akan ditangkap oleh alat yang
    dituju, sedangkan alat lain yang bukan tujuan akan
    mengabaikan signal tersebut/hanya dilewati signal.
    3) Karakteristik Topologi Star
    · Setiap node berkomunikasi langsung dengan central node,
    traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali
    lagi.
    · Mudah dikembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel
    yang langsung terhubung ke central node.
    · Keunggulan jika terjadi kerusakan pada salah satu node maka
    hanya pada node tersebut yang terganggu tanpa mengganggu
    jaringan lain
    15
    · Dapat digunakan kabel lower karena hanya menghandle satu
    traffic node dan biasanya menggunakan kabel UTP
    4) Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk membuat jaringan
    komputer adalah:
    · Kartu Jaringan (Network Interface Card/LAN Card)
    · Kabel dan Konektor
    · Switch/Hub
    5) Kabel UTP (Unshilded Twisted Pair) merupakan salah satu kabel
    untuk menghubungkan komputer dalam jaringan komputer dengan
    topologi Star dan yang paling banyak digunakan.
    6) Kabel UTP dihubungkan dengan konektor RJ 45 dan untuk
    mengepres kabel digunakan tang khusus yang dikenal dengan nama
    Cramping tools, sedangkan untuk kabel Coaxial dihubungkan
    dengan konektor BNC.
    d. Tugas 1
    1) Amati Jaringan yang hendak perbaiki konektifitasnya dan catatlah!
    2) Catatlah jenis, fungsi dan karakteristik peralatan dan bahan yang
    digunakan dalam jaringan dengan topologi Star maupun jaringan
    dengan topologi Bus.
    3) Catat Kebutuhan alat dan bahan sesuai dengan topologi jaringan
    yang hendak diperbaiki konektifitasnya!
    e. Tes Formatif 1
    1) Mengapa kabel UTP jangkauannya untuk membangun jaringan lebih
    pendek apabila dibandingkan dengan kabel coaxial? Jelaskan?
    2) Apa yang dimaksud dengan terminator dan apa fungsinya pada
    jaringan dengan Topologi Bus?
    16
    f. Kunci Jawaban Formatif 1
    1) Karena kabel coaxial menyediakan perlindungan cukup baik dari
    cross talk ( disebabkan medan listrik dan fase signal) dan electical
    inteference (berasal dari petir, motor dan sistem radio) karena
    terdapat semacam pelindung logam/metal dalam kabel tersebut.
    Sehingga dapat digunakan dalam jangkauan yang lebih panjang
    Sedangkan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) merupakan
    sepasang kabel yang dililit satu sama lain dengan tujuan
    mengurangi interferensi listrik yang terdapat dari dua, empat atau
    lebih pasang (umumnya yang dipakai dalam jaringan adalah 4
    pasang / 8 kabel). Dalam kabel UTP timbul interferensi listrik yang
    terdapat pada 2 atau 4 pasang tersebut, sehinga bila digunakan
    dalam kabel yang panjang interferensi listrik akan semakin tinggi
    yang dapat mengakibatkan terjadinya gangguan dalam sistem
    jaringan tersebut.
    2) Terminator adalah konektor yang digunakan dalam sistem jaringan
    dengan topologi Bus. Terminator mempunyai nilai tahanan 50 ohm.
    Merupakan tanda ujung dari sebuah jaringan dengan topologi Bus.
    Apabila terdapat terminator pada kartu jaringan (LAN Card) dalam
    sebuah sistem jaringan dengan topologi bus berarti bahwa
    komputer tersebut merupakan ujung dari sebuah jaringan yang
    dibangun.
    g. Lembar Kerja 1
    Alat dan bahan :
    Kabel coaxial, konektor BNC, T BNC, Terminator BNC, Kabel UTP,
    Konektor RJ45, Tang (Cramping tools).
    17
    Kesehatan dan Keselamatan Kerja
    1) Berdo’alah sebelum memulai kegiatan belajar.
    2) Gunakan alas kaki yang terbuat dari karet untuk menghindari aliran
    listrik ketubuh (tersengat listrik)
    3) Letakkan peralatan dan bahan pada tempat yang aman.
    4) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar
    kegiatan belajar.
    Langkah Kerja
    1) Persiapkan semua peralatan dan bahan pada tempat yang aman.
    2) Periksa semua bahan dan peralatan dalam kondisi yang baik.
    3) Catat jenis fungsi dan karakteristik peralatan serta bahan yang
    digunakan dalam jaringan denga topologi star maupun jaringan
    dengan topologi Bus.
    4) Buatlah pengkabelan Coaxial menggunakan konektor BNC dengan
    baik.
    5) Buatlah pengkabelan untuk kabel UTP model kabel lurus (Straight
    Cable) dan kabel silang (Crossover Cable)
    6) Setelah selesai rapikan dan bersihkan tempat praktek
    18
    2. Kegiatan Belajar 2 : Memperbaiki Konektifitas Jaringan pada
    PC
    a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
    1) Peserta diklat mampu memeriksa perangkat LAN.
    2) Peserta diklat mampu mengganti komponen jaringan yang
    mengalami kerusakan
    3) Peserta diklat mampu melaksanakan langkah korektif untuk
    mencegah penyebaran kerusakan pada bagian PC yang lain
    b. Uraian Materi 2
    Perbaikan konektifitas merupakan tindakan untuk memperbaiki atau
    menghubungkan komputer client dengan komputer jaringan. Tindakan
    yang dilakukan adalah termasuk pemasangan dan konfigurasi ulang
    perangkat yang diganti.
    Pada pembahasan berikut akan membahas pada perbaikan konektifitas
    pada jaringan dengan Topologi Bus dan Topologi Star. Hal ini dilakukan
    untuk lebih memperdalam bahasan sesuai dengan kegiatan belajar
    yang pertama.
    Tindakan perbaikan konektifitas jaringan melalui beberapa tahap yakni:
    1) Pemasangan Kartu Jaringan (LAN Card) pada Motherboard
    Pemasangan Kartu jaringan pada motherboar disesuaikan dengan kartu
    jaringan yang dimiliki apakah menggunakan model ISA atau PCI. Kartu
    jaringan model ISA tidak dapat dipasangkan pada slot PCI dan
    sebaliknya. Jadi pemasangan kartu jaringan harus sesuai dengan slot
    ekspansinya. Karena ukuran slot ekspansi yang tidak sama maka
    mempermudah dalam pemasangan sehingga tidak mungkin tertukar.
    Pemasangan kartu jaringan dapat dilakukan pada slot manapun selama
    19
    slot tersebut tidak dipakai oleh komponen lain atau masih kosong.
    Karena apabila anda memindah komponen yang sudah ada maka saat
    menghidupkan komputer windows akan mendeteksi ulang pada seluruh
    komponen sehingga akan melakukan inisialisasi ulang ini terjadi pada
    windows 98, Windows 2000 dan windows XP.
    Pemasangan kartu jaringan dapat terlihat seperti gambar berikut:
    Gambar 10. Pemasangan Kartu Jaringan pada Motherboard
    a. Kartu jaringan model PCI
    b. Motherboard
    c. Kartu jaringan model ISA
    2) Pemasangan Kabel pada Konektor
    a) Pemasangan Kabel Coaxial dan Konektor BNC
    Pemasangan Kabel Coaxial dan konektor BNC harus dilakukan dengan
    hati-hati jangan sampai terjadi short atau hubung singkat karena dapat
    menyebabkan kabel yang kita buat membuat sistem jaringan menjadi
    a
    b
    c
    20
    down. Pengecekan apakah kabel tersebut dalam kondisi yang baik atau
    tidak putus ditengah juga harus dilakukan karena ini juga sebagai
    antisipasi supaya tidak terjadi kegagalan konektifitas. Pengecekan dapat
    dilakukan dengan multimeter pada kedua ujung apakah ada short atau
    putus tidak. Jika tidak ada maka dapat dilakukan penyambungan Kabel
    Coaxial pada konektor BNC. Setelah selesai penyambungan Kabel
    Coaxial pada konektor BNC harus di cek lagi apakah ada short atau
    putus dalam kabel tersebut dengan menggunkan multimeter.
    a b
    Gambar 11. a. Penampang Kabel Coaxial, b. Pemasangan Kabel coaxial
    pada konektor BNC
    b) Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45
    Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45 untuk jaringan susunan
    kabel harus dilakukan standarisasi dengan tujuan untuk mempermudah
    dalam penambahan jaringan baru tanpa harus melihat susunan yang
    dipakai jika telah menggunakan standarisasi pengurutan kabel UTP ke
    konektor RJ 45.
    21
    Pengkabelan menggunakan Kabel UTP terdapat dua metode yaitu:
    1. Kabel Lurus (Straight Cable)
    Kabel lurus (Straight Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung
    satu dengan yang lainnya adalah sama. Kabel lurus (Straight Cable)
    digunakan untuk menghubungkan antar workstation (Client) dengan
    Hub/Switch.
    Skema Pengkabelan Lurus adalah antara konektor 1 dengan konektor 2
    sebagai berikut:
    Konektor 1
    Pinout
    Konektor 2
    Pinout
    Orange Putih
    Orange
    Hijau Putih
    Biru
    Biru Putih
    Hijau
    Coklat Putih
    Coklat
    1 _____________________ 1
    2 _____________________ 2
    3 _____________________ 3
    4 _____________________ 4
    5 _____________________ 5
    6 _____________________ 6
    7 _____________________ 7
    8 _____________________ 8
    Orange Putih
    Orange
    Hijau Putih
    Biru
    Biru Putih
    Hijau
    Coklat Putih
    Coklat
    Gambar 12. Pengawatan dalam Kabel Lurus (Straight Cable)
    22
    Gambar 13. Kabel Lurus (Straight Cable)
    2. Kabel Silang (Crossover Cable)
    Kabel Silang (Crossover Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung
    satu dengan yang lainnya saling disilangkan antar pengiriman
    (Transmiter) data dan penerima (Resiver) data. Kabel pengiriman data
    ujung satu akan diterima oleh penerima data pada ujung kedua
    begitupula sebaliknya penerima data satu merupakan pengirim data
    ujung kedua. Kabel Silang (Crossover Cable) digunakan untuk
    menghubungkan Hub/Switch dengan Hub/Switch atau antar dua
    komputer tanpa menggunakan hub.
    23
    Skema kabel silang (Crossover Cable )adalah antara konektor 1 dengan
    konektor 2 sebagai berikut:
    Konektor 1
    Pinout
    Konektor 2
    Pinout
    Orange Putih
    Orange
    Hijau Putih
    Biru
    Biru Putih
    Hijau
    Coklat Putih
    Coklat
    1——————————— 1
    2 ——————————– 2
    3 ——————————– 3
    4 ——————————– 4
    5 ——————————– 5
    6 ——————————– 6
    7 ——————————– 7
    8 ——————————– 8
    Orange Putih
    Orange
    Hijau Putih
    Biru
    Biru Putih
    Hijau
    Coklat Putih
    Coklat
    Gambar 14. Hubungan dalam Kabel Silang (Crossover Cable)
    Gambar 15. Kabel Silang (Crossover Cable )
    24
    Pengiriman dan penerimaan data kabel silang (Crossover Cable) dari
    komputer ke komputer sebagai berikut:
    Gambar 16. Pengiriman dan Penerimaan Data pada Kabel Silang
    (Crossover Cable)
    3) Pemasangan Konektor pada sistem Jaringan
    a) Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan
    topologi Bus
    Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan
    topologi Bus yang menggunakan T-Connector dengan terminator 50
    ohm pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel yang
    kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node.
    Gambaran pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada
    Jaringan dengan topologi Bus adalah sebagai berikut:
    Network Adapter
    (Inside Computer)
    Network Adapter
    (Inside Computer)
    RECIVE
    TRANSMITER
    RECIVE
    TRANSMITER
    25
    Gambar 17. Gambaran Pemasangan Kabel Coaxial dengan
    Konektor BNC pada Jaringan dengan Topologi Bus
    Keterangan Gambar:
    1. Komputer Server
    2. Terminator yang mempunyai nilai tahanan 50 ohm.
    Merupakan tanda ujung dari sebuah jaringan dengan
    topologi Bus. Apabila ingin mengembangkan jaringan
    dengan membuka terminator, menyambungkan ke
    komputer lain dan pada ujungnya harus ditutup kembaii
    dengan terminator tersebut.
    3. Kartu jaringan (LAN Card) yang ada pada setiap komputer
    untuk dapat mengakses sistem jaringan tersebut.
    4. Kabel Coaxial dengan ujung-ujungnya telah terhubungkan
    dengan konektor BNC.
    5. T BNC yang dikoneksikan ke kartu jaringan (LAN Card)
    sedangkan 2 conektor lain dihubungkan ke terminator
    apabila merupakan ujung jaringan ataupun kabel Coaxial
    dengan conektor BNC untuk menyambungkan ke komputer
    yang lainnya.
    6. Laptop yang terhubung pada sistem jaringan yang
    merupakan salah satu client.
    7. Computer Desktop atau PC yang terhubung pada sistem
    jaringan yang merupakan salah satu client.
    1
    2
    3
    4
    5
    6
    7
    26
    b) Pemasangan Kabel UTP dengan Konektor RJ 45 pada Jaringan dengan
    Topologi Star
    Pemasangan Kabel UTP dengan konektor RJ 45 pada Topologi Star
    adalah setiap node akan menuju node pusat/ sentral sebagai konselor.
    Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan.
    Topologi ini banyak digunakan di berbagai tempat karena
    memudahankan untuk menambah, megurangi atau mendeteksi
    kerusakan jaringan yang ada.
    Gambaran pemasangan kabel UTP dengan konektor RJ 45 pada
    Topologi Star adalah sebagai berikut:
    Gambar 18. Gambaran Pemasangan Kabel UTP dengan
    Konektor RJ 45 pada Jaringan dengan Topologi Star
    3
    7
    2
    1
    4
    5
    6
    27
    Keterangan Gambar:
    1. Server
    2. Kartu jaringan (LAN Card) yang ada pada setiap komputer
    untuk dapat mengakses sistem jaringan tersebut. Yang
    terhubung antara komputer ke Hub/Swich.
    3. Hub/switch merupakan terminal atau pembagi signal data
    bagi kartu jaringan (Network Card).
    4. Konektor RJ 45 untuk menghubungkan antara Kabel UTP
    dengan Kartu Jaringan (LAN Card) dan Hub/switch.
    5. Computer Desktop atau PC yang terhubung pada sistem
    jaringan yang merupakan salah satu client
    6. Laptop yang terhubung pada sistem jaringan yang
    merupakan salah satu client.
    7. Kabel UTP Sebagai media penghubung dalam sistem
    Jaringan dengan Topologi Star
    4) Seting konfigurasi (penginstalan driver kartu jaringan, pemilihan
    Protocol, Pengisian IP Address, subnet mask dan workgroup.
    Apabila secara hardware semua telah terpasang dengan baik maka
    langkah selanjutnya adalah konfigurasi secara software yang dapat
    dilakukan dengan cara:
    a) Penginstallan Driver Kartu Jaringan (LAN Card)
    Penginstalan driver dilakukan apabila kartu jaringan belum terdeteksi
    dikarenakan tidak suport Plug and Play (PnP). Hal ini disebabkan karena
    driver dari sistem operasi (98/Me) yang digunakan tidak ada sehingga
    memerlukan driver bawaan dari kartu jaringan tersebut. Cara yang
    dapat dilakukan adalah dengan cara:
    Klik start pada windows 98/me >> setting >> Control Panel
    28
    Gambar 19. a. Windows Control Panel; b. Window Configurasi Kartu
    Jaringan Add Network Adapter
    Gambar 20. a. Nama Network Adapter; b. Lokasi Driver Network
    Adapter
    a
    b
    a
    b
    29
    Gambar 21. Kartu Jaringan yang Telah Terdeteksi
    Setelah kartu jaringan terdeteksi atau terinstal dengan benar maka
    langkah selanjutnya adalah setting protocol yang digunakan.
    b) Pemilihan Protocol
    Biasanya setelah melakukan instalasi kartu jaringan (LAN Card) dengan
    baik secara otomatis akan memasukkan protocol TCP/IP dikotak dialog
    tersebut ( Gambar 21) namun apabila belum maka dapat dilakukan
    cara-cara berikut:
    30
    Gambar 22. Prosedur Pengaktifan Protocol TCP/IP
    Keterangan Gambar:
    1. Memilih add pada configuration Network
    2. Memilih protocol
    3. Klik add
    4. Pilih TCP/IP
    5. Klik OK
    Pemilihan protocol untuk dapat melakukan pengalamatan IP Address
    dan subnet mask.
    c) Pengisian IP Address dan Subnetmask
    IP Address merupakan alamat komputer yang unik dalam sistem
    jaringan. Karena dalam sistem jarigan yang dituju adalah IP Address
    sehingga jika terjadi IP Address yang sama maka kedua komputer cross
    penggunaan alamat yang sama.
    · Kelas Alamat IP Address
    IP Address dikelompokkan menjadi lima kelas; Kelas A, Kelas B,
    Kelas C, Kelas D, dan Kelas E. Perbedaan pada tiap kelas tersebut
    1
    2
    3
    4
    5
    31
    adalah pada ukuran dan jumlahnya. IP Kelas A dipakai oleh sedikit
    jaringan, tetapi jaringan ini memiliki jumlah host yang banyak.
    Kelas C dipakai untuk banyak jaringan, tetapi jumlah host sedikit,
    Kelas D dan E tidak banyak digunakan.
    Setiap alamat IP terdiri dari dua field, yaitu:
    · Field NetId; alamat jaringan logika dari subnet dimana komputer
    dihubungkan
    · Field HostId; alamat device logical secara khusus digunakan
    untuk mengenali masing-masing host pada subnet.
    Kelas A
    Oktet pertamanya mempunyai nilai 0 sampai 127, dan pengalamatan
    Kelas A masing-masing dapat mendukung 16.77.214 host.
    N = NetId, H = HostId
    Kelas A hanya menggunakan octet pertama ID jaringan, tiga octet yang
    tersisa disediakan untuk digunakan sebagai HostId.
    Karakteristik Kelas A:
    Bit pertama : 0
    panjang NetlD : 8 bit
    Panjang HostlD : 24 bit
    Byte pertama : 0-127
    Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan)
    Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai dengan 126.xxx.xxx.xxx
    Jumlah IP : 16.777.214 IP Address pada tiap kelas A
    NNNNNNNN HHHHHHHH HHHHHHHH HHHHHHHH
    32
    Kelas B
    Oktet pertamanya mempunyai nilai 128 sampai 191, dan pengalamatan
    Kelas B masing-masing dapat mendukung 65.532 host.
    N = NetId, H = HostId
    Karakteristik Kelas B:
    2 Bit pertama : 10
    panjang NetlD : 16 bit
    Panjang HostlD : 16 bit
    Byte pertama : 128-191
    Jumlah : 16.384 kelas B
    Range IP : 128.xxx.xxx sampai dengan 191.155.xxx.xxx
    Jumlah IP : 65.532. IP Address pada tiap kelas B
    Kelas C
    Oktet pertamanya mempunyai nilai 192 sampai 223, dan pengalamatan
    Kelas B masing-masing dapat mendukung 256 host.
    N = NetId, H = HostId
    IP Addrress Kelas C sering digunakan untuk jaringan berskala kecil.
    Karakteristik Kelas C:
    3 Bit pertama : 110
    Panjang NetlD : 24 bit
    Panjang HostlD : 8 bit
    NNNNNNNN NNNNNNNN HHHHHHHH HHHHHHHH
    NNNNNNNN NNNNNNNN NNNNNNNN HHHHHHHH
    33
    Byte pertama : 192-223
    Jumlah : 256 kelas B
    Range IP : 192.0.0.xxx sampai dengan 223.255.255.xxx
    Jumlah IP : 254 IP Address pada tiap kelas C
    Subnetmask
    Nilai subnetmask untuk memisahkan network id dengan host id.
    Subnetmask diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan apakah jaringan
    yang dimaksud adalah jaringan local atau non local.
    Network ID dan host ID di dalam IP address dibedakan oleh
    penggunaan subnet mask. Masing-masing subnet mask merupakan pola
    nomor 32-bit yang merupakan bit groups dari semua (1) yang
    menunjukkan network ID dan semua nol (0) menunjukkan host ID dari
    porsi IP address.
    Tabel subnetmask
    Kelas IP
    Address
    Bit Subnet Subnet mask
    A 11111111 00000000 00000000 00000000 255.0.0.0
    B 11111111 11111111 00000000 00000000 255.255.0.0
    C 11111111 11111111 11111111 00000000 255.255.255.0
    Untuk lebih mempermudah pengalamatan IP address lebih disarankan
    pemberian normor dilakukan dengan berurutan.
    34
    Gambar 23. Pengisian IP Address dan Subnet Mask
    1. Pilih TCP/IP
    2. Klik Propertis
    3. Pilih specify an IP Address
    Gambar 24. Pengisian IP Address dan Subnet Mask Harus Sesuai
    dengan Konfigurasi Sistem Jaringan yang Digunakan
    2
    1
    3
    35
    Dengan penomoran IP Address yang berurutan akan mempermudah
    dalam mengingat dan proses perawatannya.
    d) Pemilihan Workgroup
    Pemilihan workgroup untuk menentukan kelompok mana yang kita
    hubungai. Workgroup dapat juga disebut nama Jaringan yang ada jadi
    untuk masuk sistem harus menuju ke nama jaringan yang dituju
    apabila tidak maka juga tidak masuk dalam sistem jaringan tersebut.
    Untuk penentuan Workgroup dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai
    betikut:
    Gambar 25. Langkah Perubahan Workgroup
    1. Pilih Identification
    2. Menu perubahan workgroup
    Setelah selesai Konfigurasi konektifitas secara hardware dan software
    maka tindakan perbaikan boleh dibilang selesai tinggal meakukan
    1
    2
    36
    pengujian saja. Komputer kemudian akan restart dan muncul kotak
    dialog untuk pengisian user name dan password.
    Gambar 26. Kotak Dialog untuk Pengisian User Name dan Password
    c. Rangkuman 2
    Tindakan perbaikan konektifitas dalam jaringan komputer merupakan
    tindakan perbaikan secara keseluruhan untuk membangun jaringan LAN
    (Local Area Network).
    Tindakan perbaikan secara keseluruhan menyangkut:
    1) Pemasangan Kartu Jaringan
    2) Pemasanga Kabel pada konektornya
    3) Pemasangan kabel pada jaringan
    4) Penginstalan driver kartu jaringan (LAN Card)
    5) Pemilihan jenis protocol
    6) Penentuan nomor IP Address dan Subnet mask dan
    7) Pemilihan Workgroup
    d. Tugas 2
    1) Amati pemasangan kartu jaringan pada motherboard yang baik.
    2) Buatlah pengkabelan pada kabel Coaxial dengan konektor BNC
    3) Buatlah pengkabelan pada kabel UTP Kabel lurus (Straight Cable)
    dan kabel silang (Crossover Cable)?
    37
    e. Tes Formatif 2
    1) Apa kelebihan dan kekurangan dari kabel jenis Coaxial dan UTP
    dalam sistem jaringan?
    2) Apa perbedaan pengiriman data dan penerimaan data
    menggunakan kabel UTP model Kabel lurus (Straight Cable) dan
    kabel silang (Crossover Cable)
    3) Apakah dalam setting konfigurasi komputer client terdapat
    perbedaan? Dimana perbedaannya dan kenapa?
    f. Kunci Jawaban Formatif 2
    1) Kelebihan kabel Coaxial dalam sistem jaringan adalah kabel coaxial
    menyediakan perlindungan cukup baik dari cross talk ( disebabkan
    medan listrik dan fase signal) dan electical inteference (berasal dari
    petir, motor dan sistem radio) karena terdapat semacam pelindung
    logam/metal dalam kabel tersebut. Sehingga dapat digunakan
    dalam jangkauan yang lebih panjang
    Memiliki jangkauan yang panjang mencapai 300 m dalam satu
    jaringan.
    Kelemahan kabel Coaxial adalah Signal merewati 2 arah dengan
    satu kabel kemungkinan terjadi collision (tabrakan data atau
    tercampurnya data) besar.
    Sedangkan kabel UTP keuntungannya adalah kemungkinan terjadi
    collision (tabrakan data atau tercampurnya data) tidak terjadi
    karena kabel data terpisah dan semua arus data ditangani oleh
    hub/switch. Kelemahan kabel UTP terjadinya interferensi listrik yang
    terdapat dari dua, empat atau lebih pasang (umumnya yang dipakai
    dalam jaringan adalah 4 pasang / 8 kabel). Dalam kabel UTP timbul
    38
    interferensi listris yang terdapat pada 2 atau 4 pasang tersebut.
    Daya jangkau kabel UTP 100 m dalam satu sistem jaringan.
    2) Pengiriman data dengan model kabel lurus adalah data dikirimkan
    ke hub/switch baru dari hub dikembalikan.
    Gambar 27. Pengiriman Data dengan Model Kabel Lurus
    Pengiriman data oleh Network Adapter akan diterima sebagai signal
    pengiriman data oleh Hub/switch dan penerima data di Network
    Adapter dan Penerimaan data oleh Hub/switch.
    Pengiriman dan penerimaan data kabel silang (Crossover Cable) dari
    komputer ke komputer seperti dalam sekema berikut:
    Gambar 28. Pengiriman dan Penerimaan Data Kabel Silang
    Network Adapter
    (Inside Computer)
    Network Adapter
    (Inside Computer)
    RECIVE
    TRANSMITER
    RECIVE
    TRANSMITER
    39
    Pengiriman data oleh Network Adapter komputer 1 akan diterima
    sebagai sinyal penerima di Network Adapter komputer 2 dan
    Penerimaan data oleh Network Adapter komputer 1 adalah
    merupakan pengiriman data oleh Network Adapter komputer 2.
    3) Setting konfigurasi koputer client terdapat perbedaan.
    Letak perbedaannya terdapat pada pengisian Computer Name dan
    pada IP Addressnya. Karena jika terjadi kesamaan nama akan
    mempersulit kita dalam pengenalan komputer mana yang kita
    hubungi jika namanya sama. Jika terjadi kesamaan pada IP Address
    maka dapat menyebabkan terjadinya perebutan alamat yang
    menyebabkan keduanya sama-sama tidak dapat mengakses sistem
    jaringan.
    g. Lembar Kerja 2
    Alat dan bahan :
    1 (Satu) unit komputer yang telah terinstal sistem operasi jaringan
    sebagai server, 1 (Satu) unit komputer yang telah terinstal sistem
    operasi workstation sebagai client, Network Interface card (kartu
    jaringan)yang telah terpasang pada komputer server maupun
    workstation (Client) kabel UTP untuk menghubungkan komputer server
    dengan komputer client, switch/hub, Konektor RJ45, Tang (Cramping
    tools), kabel Coaxial, Konektor BNC
    Kesehatan dan Keselamatan Kerja
    1) Berdo’alah sebelum memulai kegiatan belajar.
    2) Gunakan alas kaki yang terbuat dari karet untuk menghindari aliran
    listrik ketubuh (tersengat listrik)
    3) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar
    kegiatan belajar.
    40
    4) Letakkan komputer pada tempat yang aman.
    5) Pastikan komputer dalam keadaan baik, semua kabel penghubung
    terkoneksi dengan baik.
    6) Jangan meletakkan benda yang dapat mengeluarkan medan
    elektromagnetik di dekat komputer (magnet, handphone, dan
    sebagainya).
    7) Jangan meletakkan makanan dan minuman diatas komputer.
    8) Gunakanlah komputer sesuai fungsinya dengan hati-hati.
    9) Setelah selesai, matikan komputer dengan benar.
    Langkah Kerja
    1) Persiapkan semua peralatan dan bahan pada tempat yang aman.
    2) Periksa bahwa Kartu jaringan (LAN Card) telah terpasang dengan
    baik pada komputer server maupun client.
    3) Periksa semua konektor kabel telah terhubung dengan baik ( tidak
    longgar) pada komputer server dan client.
    4) Periksa kabel penghubung antara komputer server ke switch/hub
    dan komputer client ke switch/hub.
    5) Hidupkan komputer server dan masuklah sebagai admin (root)
    dengan user name dan pasword admin.
    6) Hidupkan Komputer client.
    7) Periksa setting alamat IP dan subnet mask pada komputer server
    dan client.
    8) Cek koneksi antar komputer workstation (Client) maupun komputer
    server dengan client.
    9) Matikan komputer dengan benar.
    10)Rapikan dan bersihkan tempat praktek
    41
    3. Kegiatan Belajar 3 : Memeriksa, Menguji & Pembuatan Laporan
    Hasil Pemeriksaan dan Perbaikan Konektifitas Jaringan pada
    PC
    a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
    1) Peserta diklat mampu melakukan pemeriksaan Ulang konektifitas
    jaringan.
    2) Peserta diklat mampu melakukan pengujian konektifitas jaringan
    3) Peserta diklat mampu membuat laporan hasil perbaikan pekerjaan
    yang telah dilakukan dengan baik dan benar
    b. Uraian Materi 3
    Tindakan yang dilakukan setelah konfigurasi sistem selesai dapat
    dilakukan tindakan akhir yakni:
    1) Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan
    2) Pengujian konektifitas jaringan
    3) Pembuatan laporan hasil perbaikan pekerjaan yang telah
    dilakukan
    Dengan tindakan-tindakan tersebut diatas diharapkan perbaikan
    konektifitas dapat teruji dan handal sehingga tidak menggangu jaringan
    yang telah ada. Tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk
    mengetahui apakah konektifitas yang telah dilakukan berhasil dapat
    dilakukan dengan cara:
    1) Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan
    Pemeriksaan ulang konektifitas jaringan merupakan tindakan
    pengecekan ulang kembali dari proses paling awal yakni:
    a) Memeriksa pemasangan kartu jaringan (LAN Card) apakah
    telah terpasang dengan baik atau tidak
    42
    b) Memeriksa Pemasangan konektor Kabel pada hub/switch atau
    konektor lain tidak mengalami short atau open,
    c) Pemasangan konektor tidak longgar
    d) Setting dan konfigurasi kartu jaringan secara software telah
    benar sesuai dengan ketentuan jaringan sebelumnya baik dari
    instalasi driver kartu jaringan, Konfigurasi IP Address, Subnet
    mask dan Workgroup yang digunakan.
    Apabila semua telah terpasang dengan baik dan benar maka
    langkah selanjutnya adalah pengujian konektifitas jaringan.
    2) Pengujian konektifitas jaringan
    Pengujian atau pengetesan jaringan dilakukan untuk mengetahui
    apakah komputer yang kita konektifitaskan telah berhasil masuk
    dalam sistem jaringan yang dituju.
    Hal ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
    Gambar 29. Menu Pencarian Komputer dalam Jaringan
    Dalam menu network tersebut kita gunakan Fine Computer
    dimana kita akan melakukan pencarian berdasarkan nama
    komputer yang ada dalam jaringan saat penentuan identification
    pada saat penentuan workgroup.
    43
    Gambar 30. Nama Komputer yang Dicari dalam Jaringan
    Pada dialog find computer kita mencari berdasarkan nama
    komputer yang dicari. Hasil pencarian akan ditampilkan berupa
    daftar komputer yang telah sesuai dengan nama yang kita
    masukkan.
    Gambar 31. Hasil Pencarian Berdasarkan Nama Komputer dalam
    Jaringan
    Cara pengujian hasil koneksi jaringan dapat pula dilakukan dengan
    cara double klik pada icon Network Neighborhood akan didapatkan
    daftar nama komputer yang telah masuk dalam jaringan sampai
    saat pengaksesan tersebut.
    44
    Gambar 32. Daftar Komputer yang Masuk dalam Sistem Jaringan
    Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah
    komputer tersebut telah terhubung dengan jaringan adalah
    dengan masuk pada windows explorer disana akan memberikan
    informasi secara lengkap.
    45
    Gambar 33. Windows Explorer untuk Melihat Daftar Pengguna
    Jaringan Beserta Data atau Printer yang Disharingkan dalam
    Sistem Jaringan
    Pengujian dapat pula dilakukan dengan menggunakan Ms Dos
    untuk melihat konfigurasi pada TCP/IP.
    Pada windows Ms Dos ketikkan C:>IPCONFIG/ALL (IP
    Configuration)
    Gambar 34. Tampilan Hasil Ipconfig (IP Configuration)
    46
    IPCONFIG (IP Configuration) memberikan informasi hanya
    pengalamatan TCP/IP pada konputer tersebut saja. Dari gambar
    tersebut bahwa komputer tersebut memiliki nomor IP Addres
    adalah 10.1.1.7 dan Subnet Masknya adalah 255.255.255.0
    Untuk informasi yang lebih lengkap dapat juga dilakukan dengan
    mengetikkan pada Ms Dos adalah C:> IPCONFIG/ALL|MORE
    seperti tampilan berikut:
    Gambar 34. Tampilan Hasil Ipconfig (IP Configuration) Bagian
    Awal
    Gambar 36. Tampilan Hasil Ipconfig (IP Configuration) Bagian
    Akhir
    47
    Dari tampilan IPCONFIG secara keseluruhan (all) dapat diperoleh
    informasi bahwa :
    a) Host Name (Nama Komputer) adalah Komp_7
    b) Diskripsi Kartu jaringannya adalah menggunakan Realtek
    RTL8029(AS) jenis Eternet Adapter.
    c) Physical Adapter adalah 00-02-44-27-25-73
    d) IP Addres adalah 10.1.1.7
    e) Subnet Masknya adalah 255.255.255.0
    Untuk mendeteksi apakah hubungan komputer dengan jaringan
    sudah berjalan dengan baik maka dilakukan utilitas ping. Utilitas
    Ping digunakan untuk mengetahui konektifitas yang terjadi
    dengan nomor IP address yang kita hubungi.
    Perintah ping untuk IP Address 10.1.1.1, jika kita lihat ada respon
    pesan Replay from No IP Address 10.1.1.1 berarti IP tersebut
    memberikan balasan atas perintah ping yang kita berikan.
    Diperoleh Informasi berapa kapasitas pengiriman dengan waktu
    berapa lama memberikan tanda bahwa perintah untuk
    menghubungkan ke IP Address telah berjalan dengan baik,
    seperti gambar berikut:
    Gambar 37. Tampilan Hasil Ping dengan IP Address 10.1.1.1
    48
    Apabila alamat yang dihubungi tidak aktif atau tidak ada maka
    akan ditampilkan data Request Time Out (IP Address tidak
    dikenal). Seperti pada gambar berikut:
    Gambar 38. Tampilan Hasil Ping dengan IP Address 10.1.1.15
    Berarti komputer tersebut tidak dikenal dalam sistem jaringan,
    atau sedang tidak aktif.
    Setelah melakukan pengujian pada sistem jaringan setiap
    komputer telah dapat terhubung dengan baik. Sistem jaringan
    tersebut dapat digunakan untuk sharing data ataupun printer,
    modem (Internet) dan sebagainya. Sharing dimaksudkan untuk
    membuka jalan untuk komputer client lain mengakses atau
    menggunakan fasilitas yang kita miliki.
    Untuk dapat melakukan sharing data dapat dengan cara masuk ke
    windows explorer pilih data atau directory yang akan disharingkan
    kemudian klik kanan lalu klik sharing.
    49
    a b
    Gambar 39. Langkah Melakuan Sharing Data atau Directory:
    a. Pilih directory yang akan di sharing data
    b. Option pilihan sharing data
    a b
    Gambar 40. Langkah Melakuan Sharing Printer
    a. Start setting printer
    b. Pilih printer yang akan di sharing
    50
    Gambar 41. Langkah Melakuan Sharing Printer (Lanjutan)
    Option pilihan sharing printer
    Dengan sharing sistem jaringan dapat menggunakan 1 unit printer
    untuk mencetak data dari setiap komputer client sehingga
    memotong ongkos biaya untuk pembelian printer yang banyak.
    Sebagai contoh sebuah komputer telah mensharing drive A, C, D,
    E, G dan sebuah printer canon berarti komputer tersebut
    membuka akses untuk setiap komputer dapat melihat, membuka
    dan menggunakan fasilitas printer yang ia miliki seperti pada
    gambar berikut:
    51
    Gambar 42. Sharing yang Dilakukan oleh Komputer Client
    dengan Nama siji.com
    3) Pembuatan laporan hasil perbaikan pekerjaan yang telah
    dilakukan
    Pembuatan laporan hasil perbaikan pekerjaan yang telah
    dilakukan merupakan tindakan untuk melaporkan semua tindakan
    perbaikan yang dilakukan sampai dengan selesainya. Hal ini untuk
    mempermudah perawatan selanjutnya.
    Sistem pembuatan laporan ini secara lengkap yakni meliputi:
    a) Landaan teori /dasar teori
    b) Alat dan Bahan
    c) Langkah kerja
    d) Pengujian
    e) Analisis dan
    f) Kesimpulan
    52
    c. Rangkuman 3
    Pemeriksaan merupakan tindakan untuk melakukan pengecekan ulang
    kembali dari proses paling awal yakni:
    1) Memeriksa pemasangan kartu jaringan (LAN Card) dengan apakah
    telah terpasang dengan baik atau tidak
    2) Memeriksa Pemasangan konektor Kabel pada hub/switch atau
    konektor lain tidak mengalami short atau open,
    3) Pemasangan konektor tidak longgar
    4) Setting dan konfigurasi kartu jaringan secara software telah benar
    sesuai dengan ketentuan jaringan sebelumnya baik dari instalasi
    driver kartu jaringan, Konfigurasi IP Address, Subnet mask dan
    Workgroup yang digunakan.
    Pengujian merupakan tindakan untuk mengetahui kerja sistem
    jaringan yang telah kita perbaiki apakah sudah dapat mengenal
    komputer client lain dalam jaringan. Pengujian dapat dilakukan
    dengan berbagai cara. Cara pengujian IP Address dapat dilakukan
    dengan mudah dan memberikan informasi yang lengkap karena
    didalamnya memberikan informasi tentang jenis kartu jaringan yang
    digunakan, IP Address, Subnet mask dan kecepatan akses perbayte
    serta informasi yang hilang (lost) dalam pengiriman data.
    pembuatan laporan merupakan tindakan memberikan informasi
    tentang hal-hal yang telah dilakukan dalam perbaikan konektifitas
    jaringan. laporan yang diberikan harus mencakup seluruh jaringan
    dan sistem jaringan yang dilakukan perbaikan. hal ini untuk
    mempermudah pemeriksaan dan perawatan selanjutnya.
    53
    d. Tugas 3
    1) Lakukan pemeriksaan jaringan dengan teliti dan benar.
    2) Lakukan pengujian pada jaringan dengan cara yang telah anda
    ketahui pada sistem jaringan yang telah diperbaiki dan catatlah!
    3) Susunlah laporan lengkap untuk tindakan perbaikan konektifitas
    beserta analisis dan kesimpulan.
    e. Tes Formatif 3
    1) Informasi apa saja yang kita dapat bila pengujian jaringan dilakukan
    dengan windows explorer?
    2) Informasi apa saja yang kita dapat bila pengujian jaringan dilakukan
    dengan TCP/IP?
    f. Kunci Jawaban Formatif 3
    1) Informasi yang diperoleh jika pengujian jaringan dilakukan dengan
    windows explorer adalah:
    a) Dapat mengetahui komputer saat ini yang masih tersambung
    dengan sistem jaringan
    b) Dapat mengetahui drive, Directory, Data, apa yang
    disharingkan oleh sebuah komputer dalam jaringan tersebut.
    c) Dapat melihat, membuka dan menggunakan fasilitas yang
    disharingkan oleh komputer tersebut.
    2) Informasi apasaja bila pengujian jaringan dilakukan dengan TCP/IP
    Informasi yang diperoleh adalah:
    a) Host Name (Nama Komputer)
    b) Diskripsi Kartu jaringan yang digunakan
    c) Nomor Physical Adapter
    d) IP Addres
    54
    e) Subnet Mask
    f) Kapasitas pengiriman data
    g) Waktu yang dibutuhkan
    3) Tujuan dilakukan sharing data dan sharing printer adalah agar
    komputer lainnya dapat mengakses atau menggunakan fasilitas
    yang kita miliki termasuk melihat membuka dan lainnya sebatas
    kewenangan yang kita berikan.
    g. Lembar Kerja 3
    Alat dan bahan :
    1 (Satu) unit komputer yang telah terinstal sistem operasi jaringan
    sebagai server, 1 (Satu) unit komputer yang telah terinstal sistem
    operasi workstation sebagai client, Network Interface card (kartu
    jaringan)yang telah terpasang pada komputer server maupun
    workstation kabel UTP untuk menghubungkan komputer server dengan
    komputer client, switch/hub, Konektor RJ45, Tang (Cramping tools)
    Kesehatan dan Keselamatan Kerja
    1) Berdo’alah sebelum memulai kegiatan belajar.
    2) Gunakan alas kaki yang terbuat dari karet untuk menghindari
    aliran listrik ketubuh (tersengat listrik)
    3) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar
    kegiatan belajar.
    4) Letakkan komputer pada tempat yang aman.
    5) Pastikan komputer dalam keadaan baik, semua kabel penghubung
    terkoneksi dengan baik.
    6) Jangan meletakkan benda yang dapat mengeluarkan medan
    elektromagnetik di dekat komputer (magnet, handphone, dan
    sebagainya).
    55
    7) Jangan meletakkan makanan dan minuman diatas komputer.
    8) Gunakanlah komputer sesuai fungsinya dengan hati-hati.
    9) Setelah selesai, matikan komputer dengan benar.
    Langkah Kerja
    1) Persiapkan semua peralatan dan bahan pada tempat yang aman.
    2) Periksa bahwa Kartu jaringan telah terpasang dengan baik pada
    komputer server maupun client.
    3) Periksa semua konektor kabel telah terhubung dengan baik ( tidak
    longgar) pada komputer server dan client.
    4) Periksa kabel penghubung antara komputer server ke switch/hub
    dan komputer client ke switch/hub.
    5) Hidupkan komputer server dan masuklah sebagai admin (root)
    dengan user name dan pasword admin.
    6) Hidupkan Komputer client.
    7) Periksa setting alamat IP dan subnet mask pada komputer server
    dan client.
    8) Cek koneksi antar komputer workstation maupun komputer server
    dengan client.
    9) Matikan komputer dengan benar.
    10) Rapikan dan bersihkan tempat praktek
    56
    BAB III
    EVALUASI
    A. PERTANYAAN
    1. Sebutkan urutan dalam perbaikan konektifitas jaringan komputer
    pada topologi star?
    2. Bagaimana cara pengujian jaringan apakah sudah terhubung atau
    belum apa indikasinya jika sudah terhubung?
    3. Ada Berapakah Klas IP Address yang paling banyak digunakan dan
    bagaimana karakteristiknya dan berapa subnet masknya ?
    B. KUNCI JAWABAN EVALUASI
    1. Urutan perbaikan konektifitas jaringan komputer dengan topologi
    star adalah:
    a. Pemasangan Kartu Jaringan Pada Motherboard
    b. Pemasangan Kabel UTP pada konektor RJ 45 dengan model
    kabel lurus (Straight Cable).
    c. Pemasangan Konektor RJ 45 pada kartu jaringan dan pada Hub.
    d. Instalasi Driver Kartu jaringan
    e. Setting dan konfigurasi Kartu jaringan mencakup, jenis Protocol
    pengisian IP Address, Subnet mask dan penetuan workgroup
    yang digunakan.
    2. cara pengujian jaringan apakah sudah terhubung atau belum adalah
    dengan cara:
    a. Find Computer pada network neighborhood indikasi bila telah
    terhubung adalah akan ditemukan Computer name yang sesuai
    dengan pencarian jika Computer namenya benar.
    57
    b. Double klik pada icon network neighborhood akan muncul
    computer name selain computer name milik kita sendiri.
    c. Windows Explorer pada drive network neighborhood akan
    muncul computer name selain computer name milik kita sendiri
    d. PING IP Address komputer lain maka akan mendapatkan balasan
    balasan pengiriman data bila komputer yangkita hubungi sedang
    aktif dan dalam sistem jaringan yang sama dengan kita.
    Sebagai contoh
    Replay from 10.1.1.1: bytes = 32 time <10 ms TTL = 128
    3. KelasIP Address yang digunakan. yakni Klas A, B dan C
    Karakteristinya dan subnet masknya adalah
    Karakteristik Kelas A:
    Bit pertama : 0
    panjang NetlD : 8 bit
    Panjang HostlD : 24 bit
    Byte pertama : 0-127
    Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan)
    Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai dengan 126.xxx.xxx.xxx
    Jumlah IP : 16.777.214 IP Address pada tiap kelas A
    Subnet mask : 255.0.0.0
    Karakteristik Kelas B:
    2 Bit pertama : 10
    panjang NetlD : 16 bit
    Panjang HostlD : 16 bit
    Byte pertama : 128-191
    Jumlah : 16.384 kelas B
    Range IP : 128.xxx.xxx sampai dengan 191.155xxx.xxx
    Jumlah IP : 65.532. IP Address pada tiap kelas B
    58
    Subnet mask : 255.255.0.0
    Karakteristik Kelas C:
    3 Bit pertama : 110
    Panjang NetlD : 24 bit
    Panjang HostlD : 8 bit
    Byte pertama : 192-223
    Jumlah : 256 kelas B
    Range IP : 192.0.0.xxx sampai dengan 223.255.255.xxx
    Jumlah IP : 254 IP Address pada tiap kelas C
    Subnet mask : 255.255.255.0

 

MYOB VERSI 18

Published Agustus 30, 2014 by Munika Sulistiawati

 

MYOB VERSI 18

 

  1. Mengaktifkan program MYOB

Start – all program – MYOB Accounting v18 – klik kiri,atauDouble click pada icon MYOB Accounting di layar desktop computer

  1. Open : Mengaktifkan data akuntansi perusahaan yang sudah pernah dibuat
  2. Create : Membuat sebuah data akuntansi perusahaan yang baru
  3. Explore : Mengeksplorasi contoh data akuntansi yang disediakan MYOB
  4. What’s New : Informasi tambahan tentang fitur baru & peningkatan dari versi sebelumnya.
  5. Exit : Mengakhiri program MYOB

 

  1. Mengisi identitas perusahaan

Klik create untuk membuat data perusahaan baru

Masukkan data perusahaan:
Pada serial number : KOSONGKAN

Company name : Nama Perusahaan

UEN No. : Nomor Ijin Usaha

GST No. : Nomor NPWP

Address : Alamat perusahaan

Phone number : No. Telepon Perusahaan

Fax Number : No. Fax Perusahaan

E-mail Address : No. Email Perusahaan

Setelah itu, klik NEXT.

 

  1. Mengisi periodesasi perusahaan
  2. Current financial year: (Tahun Pembukuan) diisi tahun sesuai yang tertera pada soal
  3. Last month: (Bulan Tutup Buku ) diisi bulan akhir periode, biasanya Desember
  4. Conversion month : (Awal Bulan Pembukuan ) diisi bulan yang akan dikerjakan pembukuannya, apabila di soal menunjukkan neraca saldo per 30 November 20.., maka conversion month diisi Desember.
  5. Number of period: (Jumlah bulan periode Pembukuan) diisi tweleve. Pengisian thirteen mengasumsikan bahwa bulan ke-13 adalah bulan yang khusus digunakan perusahaan untuk transaksi penyesuaian.Klik NEXT.
  6. Setelah melakukan konfirmasi bahwa tahun keuangan anda sudah benar, klik next. 

 

  1. Pembuatan daftar rekening

Pilih cara untuk pembuatan daftar rekening:

  1. I would like to start with one of the list provided By MYOB Accounting, Artinya anda akan menggunakan daftar akun yang telah disediakan oleh MYOB.
  2. I would like to import a list of account Provided by my accountant after I’m done creating my company file., Artinya anda akanmengimpor daftar akun dari file lain.
  3. I would like to build  my own account list once I begin using MYOB Accounting. Artinya anda akan membuat sendiri daftar akun secara langsung.

*Pilih salah satu sesuai kebutuhan.Untuk sementara ini kita pilih pilihan yang ketiga dan selanjutnya klik Next

  1. Menyimpan file

Pada kotak dialog New company file Assistant, Click change lalu tentukan direktori penyimpanan klik save. Tetapi apabila ingin menyimpan pada tempat yang telah disediakan MYOB maka langsung click Next dan Pilih COMMAND CENTRE, maka akan tampil Menu Command Centre.

 

  1. Merancang Akun

Daftar perkiraan (account list) dalam MYOB, daftar perkiraan dikelompokkan sebagai berikut:

1-xxxx: Asset (Aktiva/Harta)

2-xxxx: Liability (Hutang/Kewajiban)

3-xxxx: Equity (Modal/Ekuitas)

4-xxxx: Income (Pendapatan)

5-xxxx: Cost of Sales (Beban Pokok Penjualan)

6-xxxx: Expense (Beban Usaha)

8-xxxx: Other Income (Pendapatan lain)

9-xxxx: Other Expenses (Beban lain)

 

 

 

 

 

Tipe Account:

  1. Header: Berfungsi untuk mengelompokkan perkiraan yang sejenis, perkiraan ini tidak dapat digunakan untuk transaksi (non postable)
  2. Detail: Terletak di bawah Header, perkiraan dapat digunakan untuk transaksi (Postable).

Account type: Tentukan Tipe Akunnya

Account number: Isi Nomor Perkiraan

Account name: Isi Nama Perkiraan

 

Membuat Account baru :

  1. Dari Account List klik ikon New
  2. Tentukan apakah Header atau Details
  3. Tentukan type account sesuai dengan fungsi accounts
  4. Masukkan nomor account sesuai data yang diperlukan
  5. Tekan enter, lalu masukkan nama account yang akan dibuat, klik OK

 

Meng-edit Account:

a.Pilih akun yang ingin di edit (dengan cara klik zoom arrow atau double klik pada Perkiraan tersebut

c.Ubah atau edit keterangan perkiraan sesuai dengan kebutuhan

  1. Akun Current Earning (ubah menjadi Laba Tahun Berjalan) dan Retained Earning (ubah menjadi Laba ditahan)

e..Klik OK

 

Menghapus Account (delete account) :

  1. Dari Account List
  2. Klik tanda panah atau double klik account yang sudah diblok
  3. Klik Edit, pilih Delete Account (sehingga account akan terhapus)

 

  • Masukkanlah semua akun yang ada dalam neraca saldo (soal) ke dalam masing-masing kelompok akun (dari kelompok assets sampai other expense)
  • Akun-akun yang sudah tersedia yang bertanda (v) pada linked-nya dan tidak dibutuhkan harus di-inactive-kan dengan cara doble click pada akun tersebut 
  • Akun-akun yang sudah tersedia dan dibutuhkan, cukup disesuaikan dengan soalnya. Ganti nomor akunnya sesuai yang tertera pada soal, (contoh : retained earning pada equity
  • Akun yang di link, bisa juga diganti dengan nama akun lainnya, seperti:
  • Cheque Account diganti dengan Cash in Bank
  • Undeposited Funds diganti dengan Petty Cash
  • Trade Debtors diganti dengan Accounts Receivable
  • Trade Creditors diganti dengan Accounts Payable
  1. Akun yang tidak dibolehkan untuk dihapus:
    1. Current Year Earnings
    2. Historical Balancing
    3. Payroll Liabilities

 

  1. Modul Command Centre, Command Button, Command Panel :
  2. Modul Command Center : merupakan pembagian dari kegiatan atau transaksi perusahaan, terdiri dari 6 modul : a. Accounts (Jurnal Umum), b. Banking ( Modul Bank), c. Sales (Modul Penjualan), d. Purchases (Modul Pembelian), e. Inventory (Modul Pengelolaan Inventory/stok), f. Card File ( Modul Relasi)
  3. Command Button : merupakan bagan alur transaksi dari modul Command Centre.
  4. Command Panel : akan menampilkan hasil pengolahan dari transaksi yang telah kita inputkan, terdiri dari: a. To Do List (tugas rutin), Find Transaction (pencarian transaksi), c. Reports (laporan), d. Analysis (analisa keuangan).

 

  1. Meng-ekspor Accounts List

Daftar akun yang dibuat di MYOB bisa diisikan satu persatu seperti cara yang sudah ditunjukkan sebelumnya. Selain diisikan satu persatu, ada cara lainnya yaitu menyiapkan daftar akun dalam format Tab Delimited Text File (File.TXT). Caranya:

  1. Buka menu File,
  2. Pilih Export Data,
  3. Pilih Accounts,
  4. Pilih Account Information
  5. Klik Continue

 

 

 

  1. Klik Match All,
  2. Lalu klik tombol Export
  3. Tetapkan Directory dan nama folder untuk menempatkan file txt
  4. File Name : ketik nama file
  5. Klik tombol Save
  6. Proses Export daftar akun akan dilakukan oleh MYOB.

 

  1. Meng-import akun
  2. Buka menu File, pilih Import Data, pilih Accounts, pilih Account Information
  3. Duplicate Records : pilih Update Existing Record,
  4. Klik Continue.
  5. Cari nama file di folder dan direktori yang sudah disimpan sebelumnya, klik Open.
  6. Klik Match All, lalu klik Import.
  7. Informasi record yang tidak berhasil di impor akan dibuatkan file oleh MYOB dengan nama file MYOBPLOG.TXT. File tersebut akan diletakkan bersamaan dengan letak folder tempat data MYOB berada.
  8. Menyetting pajak
  9. List – tax codes
  10. Hapus kode pajak yang tidak diperlukan Menu Edit > Delete Tax Code
  11. Kode pajak yang biasa digunakan adalah GST(Good & Service Tax) dan NT (No Tax)
  12. Klik akun GST pada description diisi Pajak Pertambahan Nilai – rate diisi 10% – tax collected diisi VAT Out – tax paid diisi VAT In – OK
  13. Pada akun NT digunakan untuk menampung transaksi yang tidak kena pajak. Tidak perlu diapa-apakan, tetapi jika sudah terlanjur di klik, maka rate dan tax collected diisi sama seperti GST.
  • Sehingga muncul tampilan Edit accounts:
  1. Mengedit Kode Pajak GST: Ubah menjadi PPN
  2. Description: Pajak Pertambahan Nilai
  3. Linked account for tax collected: PPN Keluaran
  4. Linked account for tax paid: PPN Masukan
  5. Account number: Ubah Kode sesuai Soal missal (2 – 1410)
  6. Account name GST collected : Ubah menjadi PPN Keluaran
  7. Account number: Ubah Kode sesuai Soal (2 – 1420)
  8. Account name GST paid: Ubah menjadi PPN Masukan
  • Muncul tampilan Tax Code Information:
    1. Tax code: PPN
    2. Description: Pajak Pertambahan nilai
    3. Tax type : Good’s & services tax
    4. Rate: 10%
    5. Linked account for tax collected: PPN Keluaran
    6. Linked account for tax paid: PPN Masukan

 

  1. Linked account
  2. Setup – linked account
  3. Klik menu setup, linked account, pilih account & banking account. Selanjutnya kotak dialok account & banking account akan muncul. Dalam kotak dialog ini isi kan nomor akun untuk menghubugkan akun kas/bank. Lalu pilih ok untuk menutup kotak dialog account & banking account
  4. Setup – linked account – sales account – tracking receivables diisi account receivable – Bank account diisi rekening kas yang digunakan untuk menampung piutang – 4 item di bawahnya diisi sesuai soal. Freight apabila ada pendapatan jasa angkut, deposits apabila terdapat uang muka penjualan, discount apabila ada potongan penjualan, late payment apabila ada pendapatan denda – OK
  5. Setup – linked account – purchases account – tracking payable diisi account payable – Bank account diisi rekening kas yang digunakan untuk membayar utang – 4 item dibawahnya diisi sesuai soal. Feight apabila ada beban angkut, deposits apabila ada uang muka pembelian, discount apabila ada potongan pembelian, late payment apabila ada denda keterlambatan – OK
  • Ada 3 macam yaitu :
  1. Accounts & Banking Accounts

Accounts & Banking Accounts: a. Historical balance: Saldo Penyeimbang (3-9999) b. Undeposited Funds: Dana Belum Disetor (1-1140)

 

 

 

  1. Equity Account for Current Earnings: Untuk menampung selisih laba/ rugi (saldo dari jumlah account income – cost of sales –expense + other income – other expense) dapat juga dinamakan sebagau laba/ rugi tahun (periode) berjalan.
  2. Equity Account for Retained Earnings: Untuk menampung laba/ rugi pada tahun-tahun sebelumnya yang tidak dibagi ke pemilik, dan telah dilakukan tutup buku tahunan.
  3. Equity Account for Historical Balancing: Untuk menampung selisih saldo debit dan kredit pada saat pengisian saldo awal. Pengisian saldo awal dilakukan pada masa awal transaksi perpindahan data manual ke komputer atau dari software lain ke MYOB. Jika account ini masih ada angkanya berarti masa transisi transisi belum berhasil dilakukan dengan baik. Jadi account ini harus bersaldo NOL sebelum melakukan transaksi.
  4. Bank Account for Undeposited Funds Account: ini untuk menampung penerimaan dari custumer yang berbentuk giro dan belum jatuh tempo. Jadi sebelum dana/ giro tersebut cair dan masih dalam masa kliring dimasukkan dalam account ini. Setelah cair baru dilakukan deposit ke bank yang bersangkutan.
  5. Sales Linked Accounts
  6. Asset for Tracking Receivables: Untuk menampung akun piutang dagang (buku besar umum piutang usaha/ piutang dagang)
  7. Bank for Customers Receipts: Untuk menampung akun kas/ bank yang digunakan untuk menerima pembayaran piutang dari pelanggan.
  8. Income Account for Freight: untuk menampung account pendapatan angkut saat field freight transaksi sales invoice diisi angkanya.
  9. Liability Account for Customer Deposits: Untuk menampung akun uang muka penjualan yang diterima dari customer karena melakukan pembayaran di muka atau sales order (receive payment from order)
  10. Expense or Cost of Sales Account for Discounts: Untuk menampung akun potongan penjualan yang akan diberikan pada pelanggan, karena menerima pembayaran utang mereka pada masa termin potongan.
  11. Income Account for Late Charges: Untuk menampung akun pendapatan denda/ bunga atas keterlambatan pelanggan membayar utangnya melewati masa jatuh tempo yang telah ditetapkan.

 

  1. Purchase Linked Accounts
    1. Liability Account for Tracking Payables: Untuk menampung akun utang dagang (buku besar umum utang usaha/ utang dagang)
    2. Bank Account for Paying Bills: Untuk menampung akun kas/ bank yang digunakan untuk membayar utang kepada supplier.
    3. Expense or Cost of Sales Accounts for Freight: Untuk menampung akun beban/ biaya angkutan yang diambil dari form purchase invoice.
    4. Assets Accounts for Supplier Deposits: Untuk menampung akun uang muka pembelian yang dibayar pada supplier karena melakukan pembayaran dimuka atas purchase order (pay bill to order)
    5. Expense (or Contra) Accounts for Discounts: Untuk menampung akun potongan pembelian yang akan diterima dari supplier, karena kita membayar utang pada masa terima potongan.
    6. Expense Account for Late Charges: Untuk menampung akun beban denda/ bunga atas keterlambatan kita membayar utang melewati tanggal jatuh tempo.

 

  1. Membuat kartu piutang (customer) dan utang (supplier)
  2. Masuk menu card file – card list – customer – new – tekan tab – isi ID – isi alamat dll sesuai soal, kecuali saldo piutang – klik selling detail – atur terminnya – OK
  3. Masuk modul card file – card list – supplier – new – tekan tab – isi ID – isi alamat dll sesuai soal, kecuali saldo utang – klik buying detail – atur terminnya – OK
  4. Termin COD digunakan apabila customer/supplier menggunakan termin tunai saat transaksi
  5. Termin In a Given of Days digunakan apabila customer/supplier menggunakan syarat pembayaran missal 2/10, n/30. Discount day diisi 10, Balance due days diisi 30, %discount early payment diisi 2%.

 

  1. Membuat kartu persediaan (merchandise inventory)
    1. Masuk menu Inventory – item list – New
    2. Isikan Profile : isikan data barang yang dibeli dan dijual tersebut seperti :
  2. Item Number : kode barang (maks 30 karakter)
  3. Name : nama barang (maks 30 karakter)
  4. I Buy This Item : aktifkan jika barang tersebut dibeli
  5. I Sell This Item : aktifkan jika barang tersebut dijual
  6. I Inventory This Item : aktifkan jika barang tersebut di stock

 

 

 

  1. Cost of Sales Account : akun Harga Pokok Penjualan
  2. Tracking Sales : akun Penjualan
  3. Item Inventory : akun Persediaan Barang
  4. Tentukan Buying Details
  5. Standard Cost : harga pokok standar
  6. Buying unit of Measure : satuan pembelian (PCS)
  7. Tax Code When Bought : kode pajak saat dibeli (P10)
  8. Tentukan Selling Details
  9. Base Selling Price : harga jual dasar
  10. Selling unit of Measure : satuan unit penjualan (PCS)
  11. Tax Code When Bought : kode pajak saat dijual (P10)
  12. Klik OK.

 

  1. Membuat Item Baru (Asuransi):

Apabila ada pengenaan Asuransi setiap transaksi penjualan kepada pelanggan, maka setiap terjadi penjualan kita akan mengenakan tambahan Piutang dan dicatat sebagai Utang Asuransi.

  1. Klik Tombol New di dalam tampilan jendela Item Lists
  2. Profile : isikan data barang yang dibeli dan dijual tersebut seperti :
  3. Item Number : kode asuransi
  4. Name : nama asuransi
  5. I Sell This Item : aktifkan pilihan ini karena akan ditampilkan di isian Enter Sales
  6. Tracking Sales : akun Utang Asuransi
  7. Selling Details : isikan data barang yang dibeli dan dijual tersebut seperti :
  8. Base Selling Price : kosongkan
  9. Selling unit of Measuer : kosongkan
  10. Tax Code When Sold : pilih P10
  11. Klik Ok, jika sudah selesai membuat item.
  12. Mengisi saldo awal akun
    1. Setup – balances – account opening balances – isi masing-masing saldo sesuai neraca saldo pada soal hingga angka amount be allocated menunjukkan angka 0.
    2. Akun-akun yang saldo normalnya di debet tapi bernilai negative (sebaliknya), awali tanda (-) sebelum menuliskan angka saldonya (contoh : allowance for doubtful debt)
    3. Akun-akun yang saldo normalnya di kredit tetapi bernilai sebaliknya, awali tanda (-) sebelum menuliskan angka saldonya (contoh : prive)
    4. Jika sudah balance, maka out of balancenya akan 0

 

  1. Mengisi saldo awal piutang

Setup – balances – customer balances – pilih customer pada customer detail – add sale – tekan tab – isi tanggal sesuai soal – isi memo dengan saldo awal piutang – total including tax diisi dengan saldo piutangnya – ganti tax code dengan PPN – record

 

  1. Mengisi saldo awal utang

Setup – balances – supplier balances – pilih supplier pada supplier detail – add purchase – tekan tab – isi tanggal sesuai soal – isi memo dengan saldo awal utang – total including tax diisi dengan saldo utangnya – ganti tax code dengan PPN – record

 

  1. Mengisi saldo awal persediaan
  • Masuk menu inventory – adjust inventori
  • Lalu isikan data saldo awal barang
    1. Inventory Journal Number : otomatis diisikan oleh MYOB
    2. Date : tanggal saldo awal (1 Desember 2009)
    3. Memo : keterangan saldo awal yang muncul di buku besar
    4. Item Number : tekan enter, lalu pilih kode barang
    5. Quantity : isikan kuantitas barang (saldo awal)
    6. Unit Cost : isikan harga pokok per unit untuk setiap barang
    7. Amount : otomatis diisikan dari perkalian qty x harga pokok
    8. Account : tekan enter, pilih akun buku besar persediaan barang
    9. Memo : isikan detail keterangan tambahn disetiap barang
    10. Record : tombol untuk memposting transaksi ke buku besar, sebelumnya tekan tombol Ctrl R di keyboar untuk melihat efek jurnal dari transaksi Adjust Inventory ini.

 

 

 

  1. Mengerjakan transaksi
    1. Penjualan kredit : sales – enter sales – hilangkan tanda pada tax inclusive – pilih customernya – isi tanggal transaksi – ganti layout item dengan cara klik layout, pilih item – isi ship dengan jumlah barang – isi item number dengan nama barang – isi price dengan harganya – isi freight apabila ada ongkos angkut – tekan tab – record
    2. Penjualan tunai : sales – enter sales – hilangkan tanda pada tax inclusive – pilih customernya – isi tanggal transaksi – ganti layout item dengan cara klik layout, pilih item – isi ship dengan jumlah barang – isi item number dengan nama barang – isi price dengan harganya – isi freight apabila ada ongkos angkut – isi paid today dengan jumlah uang yang diterima (apabila tunai seluruhnya, maka isi sesuai jumlah yang ada pada balance due) – record.
    3. Retur atas penjualan kredit :. sales – enter sales – hilangkan tanda pada tax inclusive – pilih customernya – isi tanggal transaksi – ganti layout item dengan cara klik layout, pilih item – isi ship dengan jumlah barang {awali dengan tanda (-)}– isi item number dengan nama barang – isi price dengan harganya – isi freight apabila ada ongkos angkut – tekan tab – record. Setelah direcord, klik register – klik returns & credits – klik apply to sale – isi tanggal returnya – record
    4. Retur atas penjualan tunai : langkahnya sama seperti retur atas penjualan kredit, hanya saat masuk register – returns & credits – klik pay refund – isi tanggal retur – record.
    5. Penerimaan piutang : sales – receive payment – isi customer – isi nomor bukti pada ID – isi tanggal pada date – isi jumlah pada amount receive – klik amount applied – tekan tab – record.
    6. Pembelian kredit : purchase – enter purchase – hilangkan tanda pada tax inclusive – pilih customernya – isi tanggal transaksi – ganti layout item dengan cara klik layout, pilih item – isi ship dengan jumlah barang – isi item number dengan nama barang – isi price dengan harganya – isi freight apabila ada ongkos angkut – tekan tab – record
    7. Pembelian tunai : purchase – enter purchase – hilangkan tanda pada tax inclusive – pilih customernya – isi tanggal transaksi – ganti layout item dengan cara klik layout, pilih item – isi ship dengan jumlah barang – isi item number dengan nama barang – isi price dengan harganya – isi freight apabila ada ongkos angkut – isi paid today dengan jumlah uang yang diterima (apabila tunai seluruhnya, maka isi sesuai jumlah yang ada pada balance due) – record.
    8. Retur atas pembelian kredit : purchase – enter purchase – hilangkan tanda pada tax inclusive – pilih customernya – isi tanggal transaksi – ganti layout item dengan cara klik layout, pilih item – isi ship dengan jumlah barang {awali dengan tanda (-)}– isi item number dengan nama barang – isi price dengan harganya – isi freight apabila ada ongkos angkut – tekan tab – record. Setelah direcord, klik register – klik returns & credits – klik apply to purchase – isi tanggal returnya – record
    9. Retur atas pembelian tunai : langkahnya sama seperti retur atas pembelian kredit, hanya saat masuk register – returns & credits – klik receive refund – isi tanggal retur – record.
    10. Pengeluaran kas selain pelunasan utang : banking – spend money – hilangkan tanda tax inclusive – pilih jenis kas yang akan dikeluarkan pada bagian account – isi payee dengan nama pihak yang dibayar – isi nomor cek – isi tanggal – isi jumlah yang dibayar pada amount – isi acct dengan akun debitnya – isi jumlahnya pada amount – record.
    11. Penerimaan kas selain penerimaan piutang : banking – receive money – hilangkan tanda tax inclusive – pilih jenis kas penerima pada bagian account – isi payor dengan nama pihak yang membayar – isi nomor bukti – isi tanggal – isi jumlah yang dibayar pada amount received – isi acct dengan akun kreditnya – isi jumlahnya pada amount – record.
    12. Mencatat penyesuaian : accounts – record journal entry – isi tanggal – isi memo – isi akun debit – isi akun kredit – record.
    13. Penyesuaian untuk rekonsiliasi : banking – reconcile accounts – isi account dengan cash in bank – isi tanggal pada bank statement date – pada new statement balance isilah dengan jumlah angka yang tercatat pada calculate statement balance sehingga out of balance bernilai 0 – klik ikon bank entry – isi amount pada service charge sesuai soal – isi ID – isi tanggai – isi expense account dengan akun bank service charge – isi amount pada interest earned sesuai soal – isi ID – isi tanggal – isi income account dengan interest income – record – klik ikon sehingga setiap baris akan otomatis ditandai – klik reconcile – klik cancel
    14. Melakukan transfer (pemindahan) kas : accounts – transfer money – isi tanggal – isi transfer money from dengan kas yang akan dipindah – isi transfer money to dengan kas yang menerima pindahan – isi amount dengan jumlah uang yang ditransfer – record

 

  1. Menampilkan dan mencetak laporan keuangan
    1. Menampilkan dan mencetak neraca : reports – accounts – pada balance sheet pilih standard balance sheet – display – print – pilih printer – tentukan banyak rangkap – OK
    2. Menampilkan dan mencetak laporan laba rugi : reports – accounts – profit & lost (accrual) – display – print – pilih printer – tentukan banyak rangkap – OK
    3. Menampilkan dan mencetak laporan arus kas : reports – banking – statement of cash flow – display – print – pilih printer – tentukan banyak rangkap – OK